Biar Awet, Ini Cara Mengisi Daya Baterai Ponsel yang Benar

Sebagian orang tidak memperhatikan dengan benar tentang pengisian daya pada handphone-nya. Alih-alih mendapatkan kondisi baterai agar selalu terisi penuh, hal itu justru membuat baterai cepat habis bahkan menjadi rusak

.JEDA.ID – Keseringan menggunakan telepon genggam dapat membuat baterai ponsel cepat habis. Ini menjadi alasan mengapa banyak orang memilih smartphone dengan kapasitas daya besar.

Padahal bukan itu yang menjadi masalahnya, ini terjadi karena sebagian orang tidak memperhatikan dengan benar tentang pengisian daya pada handphone. Alih-alih mendapatkan kondisi baterai agar selalu terisi penuh, hal itu justru membuat baterai cepat habis bahkan menjadi rusak.

Selain untuk mengurangi risiko baterai cepat rusak dan menjalar pada kerusakan bagian handphone lainnya, ada baiknya untuk melakukan kebiasaan yang benar saat mengisi daya baterai. Tujuannya tentu untuk mendapatkan kualitas baterai yang awet dan kinerjanya tetap stabil. Lalu, bagaimana sebenarnya cara mengisi daya ponsel dengan benar? Berikut penjelasannya:
Gunakan alat charge asli atau bawaan dari pabriknya

Untuk membuat daya ponsel Anda bertahan lebih lama, hal pertama yang paling sederhana adalah gunakan charger bawaan atau yang asli. Melansir dari Detik.com, Jumat (29/5/2020) biasanya karena aktivitas dan kesibukan yang padat, pengguna sering kelupaan membawa charger pribadi dan meminjamnya pada orang lain.

Hal ini boleh dilakukan namun tetap perhatikan voltase dan amper dari cahger tersebut, apakah sama dengan milik Anda atau tidak. Kalau tidak ini akan memengaruhi performa dan umur baterai.

Dulu Dianggap Makanan Orang Biasa, Kini Jadi Hidangan Mahal

Melepas casing handphone

Kalau smartphone yang Anda miliki memakai casing, sebaiknya ketika akan dicas lepaskanlah casing tersebut. Beberapa tipe ponsel biasanya menjadi hangat bahkan panas ketika dicas dan casing masih terpasang. Kondisi ini muncul karena terhambatnya pembuangan hawa panas saat sedang pengisian.

Untuk ponsel modern, hal ini sebenarnya sudah tidak terlalu relevan lagi. Tapi alangkah baiknya jika Anda tetap melepas casing. Ibaratkan casing itu pakaian yang menempel di handphone, kalau kegerahan maka membuka bajunya adalah hal yang tepat, terlebih saat kondisinya sedang terhubung listrik.

Jangan tunggu baterai ponsel benar-benar habis

Beberapa orang kadang menunggu daya ponselnya benar-benar habis, padahal ini merupakan tindakan yang salah. Melansir dari Liputan6, kebiasaan tersebut hanya akan merusak masa usia baterai alias cepat rusak.

Selain itu, tindakan ini juga tidak dianjurkan karena membuat baterai membutuhkan waktu yang lebih lama untuk men-charge serta membuat suhu ponsel semakin panas. Oleh karena itu, sebisa mungkin hindari daya baterai mendekati 0 persen untuk mengisinya. Anda bisa melakukan pengisian daya kalau baterai sudah menunjukkan angka 30 atau 40 persen.

Jangan isi daya hingga penuh

Selain menunggunya sampai benar-benar kosong, kebiasaan buruk yang sering dilakukan saat mengisi daya handphone adalah melakukan pengisian sampai penuh. Padahal, cara pengisian ini tidaklah dibenarkan. Tindakan ini justru akan membuat ponsel Anda tidak tahan lama.

Pengisian parsial pada baterai Li-ion yang tertanam di hampir seluruh smartphone saat ini sudah mampu membuat masa handphone Anda menjadi tahan lebih lama. Oleh karena itu, pengisian daya yang dibiarkan penuh tidak dianjurkan. Anda hanya perlu mengisinya pada kisaran angka 80 persen saja.

Batasi penggunaan power bank

Saat sedang pergi ke luar kota atau tengah sibuk dan tak sempat men-charge ponsel. Kebanyakan orang kerap memanfaatkan kegunaan power bank. Pengunaan benda elektronik ini sebenarnya sah-sah saja, namun memakainya dalam jangka waktu yang terlalu sering dapat membuat baterai ponsel menjadi drop. Terlebih kalau Anda menggunakan power bank dengan merk abal-abal.

Makanya pengguna power bank hanya disarankan kalau Anda sedang terdesak saja. Begitu juga dengan kebiasaan mengisi daya menggunakan port USB di laptop atau komputer. Cara ini juga bisa mengakibatkan baterai Anda menjadi cepat rusak. Hal ini dikarenakan port pada USB hanya memiliki daya 0,5 Ampere saja, dimana arus yang dihasilkan cenderung melambat.

Baperan Parah, Ini Ciri-Ciri Miliki Kepribadian Highly Sensitive Person

Mematikan ponsel saat sedang di-charge

Salah satu cara yang paling ampuh untuk mengisi baterai agar cepat penuh dan tahan lama adalah mematikan ponsel saat mengisi daya. Melansir dari salah satu sumber, sebenarnya tidak salah juga men-charge handphone dalam keadan tetap menyala namun dengan menonaktifkannya, ini akan menjaga kestabilan pengisian daya.

Kalau terpaksa untuk mengecas dalam keadaan menyala, Anda bisa mengakalinya dengan menurunkan kontras layar ponsel agar pemakaian batrerai tidak boros. Hal ini karena kontras layar adalah faktor utama yang membuat baterai smarthphone lebih cepat habis saat digunakan. Karena itu, agar proses nge-charge berjalan dengan baik, sebaiknya turunkan kecerahan layar ponsel Anda.

Hindari mengisi baterai handphone di malam hari

Banyak orang yang melakukan pengisian daya baterai ponsel saat malam hari. Agar ketika ditinggal tidur, keesokan harinya daya handphone sudah terisi penuh. Kalau hal ini terjadi pada zaman dulu yang ada baterai ponsel akan cepat rusak bahkan meledak. Ponsel modern memang sudah dilengkapi dengan pemutus arus otomatis ketika daya baterai sudah terisi penuh.

Hal tersebut memungkinkan pengguna sudah tak begitu khawatir meninggalkan handphonenya dalam kondisi dicas saat tidur. Namun perlu diketahui, meskipun diperbolehkan mengeces ponsel samalaman, tindakan yang baik justru adalah saat pagi sebelum berangkat kerja atau beraktivitas.

Ditulis oleh : Ria Sari Febrianti

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.