Belajar dari Jiwasraya, Begini Tips Memilih Perusahaan Asuransi

Bagi orang awam mungkin sedikit ribet saat harus memilih perusahaan asuransi, yang harus diperhatikan adalah kriteria umum dan khusus perusahaan itu.

JEDA.ID–Kasus gagal bayar dan megakorupsi di PT Asuransi Jiwasraya menjadi perhatian. Nasabah korban gagal bayar bahkan menunggu sejak 2018 agar uang mereka dibayarkan. Kasus ini menjadi pelajaran saat memilih perusahaan asuransi.

Perusahaan asuransi biasanya memiliki berbagai produk yang ditawarkan kepada calon nasabah. Tidak sedikit calon nasabah yang langsung kepincut saat produk yang ditawarkan dinilai memberi manfaat lebih.

Sebelum memilih dan menerima produk yang ditawarkan, calon nasabah idealnya mengetahui secara mendetail tentang perusahaan asuransi yang mengeluarkan produk itu.

Iuran Resmi Naik 2x Lipat, Ini Perbedaan BPJS Kesehatan dengan Asuransi Swasta

Bagi orang awam mungkin sedikit ribet saat harus memilih perusahaan asuransi yang bisa memberikan jaminan keamanan atas uang yang sudah kita setor.

Ada beberapa kriteria umum yang bisa menjadi panduan saat memilih perusahaan asuransi sebagaimana dilansir dari finansialku.com, Jumat (27/12/2019).

Umur Perusahaan Asuransi

Jika perusahaan asuransi yang Anda incar baru berdiri setahun atau dua tahun, lebih baik pertimbangkan kembali keputusan itu. Bukan berarti perusahaan yang baru didirikan tidak dapat dipercaya, namun perusahaan yang sudah berdiri cukup lama dan mampu mempertahankan reputasinya tentu lebih menjamin keamanan dan meminimasi risiko kebangkrutan.

Memiliki Reputasi yang Menjanjikan

Reputasi perusaahan asuransi menjadi salah satu parameter yang penting saat memilih produk asuransi. Misalnya. Anda tengah menikmati permen dan tiba-tiba ingin ke toilet.

Apakah Anda akan menitipkan permen itu kepada kepada adik Anda yang masih berusia 5 tahun atau kepada nenek Anda yang memiliki diabetes? Jika saya harus memilih, saya akan menitipkannya kepada nenek karena kemungkinan permen saya habis dimakan lebih kecil, bahkan hampir nol persen.

Hal yang sama ketika memilih perusahaan asuransi. Tentu kita cenderung akan menginginkan uang dikelola perusahaan yang kredibel dan memiliki reputasi menjanjikan. Dengan demikian Anda lebih yakin bahwa uang Anda tidak akan dimakan (alias dibawa kabur) oleh perusahaan tersebut.

Bisa meminta pertimbangan orang dekat atau kerabat yang sudah memiliki pengalaman terhadap perusahaan asuransi tersebut. Masukan itu akan membantu Anda mengambil keputusan yang lebih baik dan bijak.

Menawarkan Premi Ekonomis

Premi yang bagus bukan berarti harus mahal. Premi yang baik harusnya ekonomis yaitu dengan input yang minim Anda bisa memperoleh hasil yang maksimal.

Jika Anda pandai-pandai membandingkan beberapa produk sepadan dari beberapa perusahaan, Anda dapat memperoleh produk yang bagus dengan harga yang terjangkau.

Tak Hanya Bisa Jadi Mas Kawin, Investasi Saham Punya Banyak Kelebihan

Namun, tidak perlu kalap dalam membeli produk asuransi. Ketahui kebutuhan Anda, dan pilihlah asuransi yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Tiga poin di atas merupakan kriteria umum memilih perusahaan asuransi. Selain itu, ada kriteria khusus yang juga layak menjadi pertimbangan ketika memilih perusahaan asuransi.

Rasio Risk Based Capital (RBC)

Risk Based Capital (RBC) merupakan salah satu metode pengukuran batas tingkat solvabilitas yang disyaratkan dalam undang-undang dalam mengukur tingkat keamanan finansial atau kesehatan suatu perusahaan asuransi.

Semakin besar rasio solvabilitas sebuah perusahaan asuransi, semakin sehat kondisi finansial perusahaan tersebut.

Rasio Likuiditas

Rasio likuiditas adalah rasio yang menunjukkan kemampuan pengelola perusahaan dalam memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Artinya, seberapa mampu perusahaan untuk membayar kewajiban atau utangnya yang sudah jatuh tempo.

Semakin tinggi rasio ini artinya kondisi keuangan perusahaan semakin baik.

Besarnya Dana Jaminan

Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2014 dan Peraturan OJK No. 71/POJK.05//2016 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi, perusahaan wajib membentuk Dana Jaminan paling rendah 20% dari ekuitas minimum yang dipersyaratkan.

Dana jaminan ini merupakan aset perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi yang merupakan jaminan terakhir dalam rangka melindungi kepentingan pemegang polis, tertanggung, atau peserta, dalam hal perusahaan asuransi dan perusahaan reasuransi dilikuidasi.

Cadangan Teknis Plus Utang Klaim

Perusahaan asuransi memiliki investasi atau cadangan teknis plus utang klaim sebagai alat ukur untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya kepada pemegang polis dalam jangka panjang. Nilai yang disarankan adalah sama dengan atau lebih dari 100%.

Rasio Pendapatan Investasi Neto terhadap Rata-rata Investasi

Rasio ini dapat dinilai baik atau tidak hanya dengan membandingkan keduanya. Apabila:

  • Pendapatan investasi neto terhadap rata-rata investasi sama atau lebih besar dari rata-rata suku bunga investasi berarti perusahaan dalam kondisi baik.
  • Pendapatan investasi neto terhadap rata-rata investasi lebih kecil dari rata-rata suku bunga investasi berarti perusahaan tidak dalam kondisi baik

Rasio Beban Klaim

Rasio tersebut mencerminkan pengalaman klaim yang terjadi serta kualitas usaha penutupanya. Rasio mencerminkan pengalaman klaim yang terjadi serta kualitas usaha penutupanya.

Membeli Rumah di Usia Muda, Siapkan 5 Langkah Ini

Dengan demikian, untuk mengkategorikan perusahaan yang baik, dibutuhkan nilai rasio beban klaim sama dengan atau lebih kecil dari 100%.

Itulah gambaran saat memilih perusahaan asuransi. Jangan sampai gelap mata saat ditawari produk asuransi tanpa mempertimbangan berbagai aspek di atas.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.