Bahaya! Bahan Makanan Ini Bisa Beracun Jika Tidak Diolah dengan Benar

Kadang manusia tidak menyadari bahawa sejumlah makanan bisa beracun jika tidak melalui proses pengolahan yang benar.

JEDA.ID – Meski kegunaan sangat penting, tapi manusia terkadang tak menyadari bahwa ada sejumlah makanan bisa beracun jika tidak melalui proses pengolahan yang baik dan benar.

Pengolahan makanan menjadi kunci utama dalam menikmati makanan. Jadi, dalam memilih makanan enggak melulu soal enak saja, namun perlu memerhatikan cara pengolahan yang tepat.

Tahukah Anda ada bahan makanan tertentu yang jika tidak diolah dengan benar dapat membuat Anda jatuh sakit bahkan meninggal? Berikut sejumlah babahan makanan yang bisa beracun jika tidak dioleh dengan benar seperti dilansir dari berbagai sumber, Selasa (17/3/2020).

Singkong

Jenis bahan makanan ini lazim ditemukan di Indonesia, bahkan di beberapa tempat, singkong dijadikan makanan pokok. Pengolahan singkong pun cukup sederhana hanya perlu digoreng, direbus atau dibakar.

Namun, singkong memiliki racun dan jika tertelan oleh tubuh dapat diubah menjadi hidrogen perioksida (H2O2). Dilansir dari Liputan6, senyawa tersebut merupakan cairan bening, lebih kental dari air, yang merupakan oksidator kuat.

Senyawa tersebut biasanya dimanfaatkan sebagai bahan pemutih (blech), disinfektan, oksidator, bahkan bahan bakar roket. Keracunan makan singkong pernah terjadi di Filipina pada 2005. Seperti dilansir dari Seattletimes, jajanan dari singkong yang tidak diolah dengan benar menewaskan 27 orang dan membuat 100 orang lainnya sakit. Penjual jajanan beracun itu mangkal di sebuah sekolah dasar.

“Sejumlah pasien mengaku hanya mengigitnya sekali atau dua kali karena rasanya pahit. Efeknya terasa 5-10 menit kemudian,” kata Dr. Harold Gallego dari Garcia Memorial Provincial Hospital di Talibon, Bohol, Filipina yang merawat 47 pasien keracunan singkong. Beberapa dari korban selamat mengalami sakit perut hebat, muntah-muntah, hingga diare.

Hari Tidur Sedunia, Ini Waktu Terbaik untuk Tidur dan Bangun

Ikan buntal

Ikan buntal atau ikan fugu menjadi salah satu jenis ikan yang sangat lezat dan terkenal di Jepang. Namun siapa sangka ikan lezat ini juga termasuk salah satu hawan paling mematikan di dunia. Koki yang memasaknya harus benar-benar punya keahlian khusus dan pintar dalam mengolahnya menjadi makanan.

Di Negeri Sakura, seorang juru masak wajib mengikuti pelatihan selama dua tahun agar dapat menghidangkan ikan buntal ini. Ikan yang kebanyakan ditemukan di sepanjang pantai tropis dan sungai-sungai-sungai di Afrika itu memiliki duri-duri kecil di sekujur tubuhnya, sebagai perlindungan agar tidak dimangsa.

Ikan buntal juga punya kemampuan untuk mengembang seperti balon saat mereka merasa terancam. Beberapa bagian ikan ini seperti indung telur, usus, hati, hingga mata memiliki senyawa kimia bernama tetrodotoxion, yang terbukti 1.200 kali lebih beracun dibandingkan sianida.

Sehingga jika tertelan, korbannya akan merasakan kebas atau mati rasa pada bagian lidah. Gejalanya diikuti dengan muntah-muntah, sesak napas, dan kelumpuhan pada bagian tubuh. Tetrodotoxin juga dapat menyebabkan kematian antara empat hingga 24 jam setelah pengonsumsian. Bahkan ada yang mengatakan, dalam waktu 10 menit. Belum diketahui obat apa yang ampuh untuk menangkal racun ikan tersebut.

Tak hanya itu, ikan buntal diduga digunakan untuk membunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, yakni Kim Jong-nam. Dilansir dari Dailymail sekitar 30 hingga 50 orang meninggal setiap tahunnya setelah makan ikan buntal.

Sulianti Saroso, Dokter Pejuang yang Tak Tertarik Buka Praktik

Madu

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa madu dianggap beracun, padahal seperti yang diketahui madu merupakan pemanis alami dan memiliki segudang manfaat yang baik bagi tubuh. Namun, banyak orang yang belum mengetahui jika madu mengandung banyak racun.

Dilansir dari Detik.com, setelah dikumpulkan madu menjalani proses pasteurisasi atau proses pemanasan untuk menghilangkan racun. Jika Anda mengonsumsi madu tanpa proses pasteurisasi ditakutkan dapat membahayakan tubuh Anda. Gejala yang ditimbulkan seperti sakit kepala, pusing, hingga muntah-muntah.

Ada juga efek berbahaya lain dari pengolahan madu yang salah, yakni saat madu dicampurkan dengan air panas. Madu yang mengandung gula alami jika diberi air panas akan mengeluarkan zat yang mangandung karsinogen yang dapat menyebabkan kanker.

Susu

Sudah bukan hal yang mengejutkan jika susu menjadi sumber protein tinggi. Susu biasanya menjadi penyelesaian masalah tinggi badan hingga kesehatan. Namun Anda harus mewaspadai efek berbahaya dari susu jika dikonsumsi dengan cara yang salah.

Anjuran minum susu rutin memang sangat baik untuk tubuh, namun pada beberapa penelitian mengonsumsi susu yang terlalu banyak dapat membahayakan tubuh. Dikutip dari Detik.com efeknya dapat membuat seseorang mengalami aterosklerosis dan penyakit kardiovaskular.

Efek jangka panjang dari mengonsumsi terlalu banyak susu dapat menyebabkan kanker ovarium pada wanita dan kanker prostat pada pria. Hal tersebut karena asupan kalsium yang masuk ke dalam tubuh terlalu banyak. Jadi lebih baik jangan mengonsumsi susu terlalu banyak dan sesuai anjuran saja ya.

Buah ackee

Ackee atau bernama latin Blighia sapida ini merupakan jenis buah lokal asal Jamaika, Inggris. Menjadi salah satu jenis makanan atau buah yang beracun di dunia karena mengandung hipoglikin yang menyebabkan muntah parah. Gejala ini dikenal sebagai penyakit Jamaica Vomiting.

Jika Anda menemukan buah ini jangan langsung dikonsumsi mentah ya, tidak seperti buah lainnya, jika buah ini masuk ke tubuh efeknya dapat menyebabkan kejang, koma bahkan kematian. Jika Anda ingin mengonsumsi buah ackee ini jangan makan selain daging buah atau konsumsilah area kuning di sekitar biji buah yang berwarna hitam. (Ria Sari Febrianti)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.