Tutup Iklan

Antisipasi Penculikan Anak, Ini yang Bisa Dilakukan Orang Tua

Saat ini kasus penculikan anak kembali marak terjadi di sejumlah wilayah. Daruratnya penculikan terkadang juga disertai tindak kekerasan bahkan pencabulan. 

JEDA.ID – Saat ini kasus penculikan anak kembali marak terjadi di sejumlah wilayah. Daruratnya penculikan terkadang juga disertai tindak kekerasan bahkan pencabulan.

Kasus penculikan anak memang tidak dapat dianggap remeh. Dilansir dari Liputan6.com, Selasa (25/2/2020) lalu, aparat Polsek Wonokromo, Kota Surabaya, menangkap seorang perempuan atas tuduhan upaya penculikan anak.

Namun, terkadang tak semua kabar kasus penculikan itu benar adanya. Banyak pula kasus penculikan yang ternyata hanya isu atau hoaks. Pemerintah dan pihak kepolisian sudah sering mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan tenang serta tidak termakan isu hoaks terkait penculikan anak yang kembali mencuat di berbagai daerah.

Pemerintah dan aparat yang berwenang terus melakukan gerakan serta mengerahkan tenaga pendidikan untuk menanggulangi masalah penculikan anak yang masih saja kerap terjadi. Lalu bagaimana peran orang tua dalam menangani kasus penculikan anak ini?

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua untuk mengantisipasi penculikan anak seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Cari Rute Aman

Orang tua sebagai sosok paling penting yang seharusnya bisa menjaga keselamatan anaknya. Sebaiknya, orang tua menunjukkan rute yang aman bagi anak saat pergi dan pulang sekolah. Cara lain yakni memberi jalan pintas yang lebih aman untuk anak, jangan biarkan anak pulang sendiri.

Jika Anda tidak sibuk, alangkah baiklah Anda sendiri yang menjemput putra putri Anda pulang sekolah. Selain menjaga keselamatan, Anda juga bisa lebih dekat dengan anak. Dengan mengantar-jemput Anak, relasi antara orang tua dan anak menjadi lebih harmonis.

2. Pastikan Anak Dijemput Orang yang Jelas

Apabila memang terpaksa Anda tidak bisa mengantar jemput anak Anda karena terhalang pekerjaan yang tidak bisa ditinggal, maka Anda harus memastikan orang yang menjemput anak Anda adalah orang yang jelas dan Anda kenal.

Jika anak Anda dijemput oleh driver online, pastikanlah profil penjemputnya secara jelas. Sampaikan kepada guru untuk memantau keberadaan anak Anda. Mintalah bantuan guru untuk memesankan driver online agar keselamatan anak Anda terjaga.

3. Beri Pelajaran

Memberikan pelajaran bukan hanya menjadi kewajiban seorang guru, orang tualah sebagai pengajar utama di dalam keluarga. Bekali pengetahuan kepada anak mengenai sikapnya saat bertemu orang asing baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat luas. Tujuannya agar anak tidak mudah menerima iming-iming orang asing atau tidak gampang membuka banyak informasi kepada orang yang tidak dikenal.

Carilah waktu yang tepat untuk berbicara dengan anak mengenai keamanan dan pencegahan penculikan. Pusat Eksploitasi dan Anak Hilang di Amerika Serikat memiliki kampanye hebat bernama Take 25. Kampanye ini memberikan tips tentang cara bagaimana membuka pembicaraan, tips aman, dan pelajaran singkat tentang pembicaraan pencegahan penculikan.

Selain beberapa cara di atas, ada baiknya jika para orang tua mempersenjatai anak dengan beberapa cara berikut:

1. Kartu identitas

Buat dan berikan anak-anak Anda kartu (yang sudah terlaminasi) berisi data mereka: nama, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, dan lainnya. Jika anak masih terlalu kecil untuk bisa berbicara sendiri, pertimbangkan menuliskan atau menyematkan data ini di pakaian mereka.

2. Perlengkapan pengenalan

Siapkan perlengkapan pengenalan untuk setiap anak, jika mereka hilang. Perlengkapan ini harus memasukkan data seperti: deskripsi fisik, nama panggilan, tanggal lahir, tinggi badan, berat badan, jenis kelamin, sidik jari, warna rambut dan mata, dan fitur lain yang menonjol, seperti kacamata, kawat gigi, tanda lahir, dan lainnya.

Jangan lupa juga untuk memasukkan kondisi medis anak di dalam perlengkapan tersebut. Pastikan perlengkapan pengenalan ini selalu diperbarui dan dilengkapi foto terbaru anak. Selalu bawa kotak perlengkapan ini saat melakukan perjalanan jauh dan liburan

3. Titik darurat

Saat berada di tempat bermain, taman hiburan, atau lokasi sibuk dan penuh lainnya, selalu cari tempat terdekat untuk meminta bantuan, misalnya pos keamanan, pos polisi, dan lainnya. Tunjukkan tempat ini pada anak, dan beritahu mereka apa yang harus dilakukan jika mereka tersasar.

4. Alat pelacak GPS

Alat pelacak GPS bisa Anda manfaatkan untuk memantau keberadaan anak mereka melalui ponsel dan komputer. (Bunga Oktavia)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.