903 Janin Dihancurkan, Awas Bahaya Aborsi Ilegal Bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Klinik aborsi ilegal di Paseban, Senen, Jakarta Pusat, diduga membuang ratusan janin ke septic tank yang kemudian dihancurkan dengan bahan kimia. 

JEDA.ID– Klinik aborsi ilegal di Paseban, Senen, Jakarta Pusat, diduga membuang ratusan janin ke septic tank yang kemudian dihancurkan dengan bahan kimia.  Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, mengatakan, septic tank tersebut ditabuti bahan kimia agar janin yang diaborsi mudah hancur.

Janin usia satu hingga dua bulan itu biasanya akan lebih mudah hancur jika bereaksi dengan bahan kimia. “Waktu kami lakukan pemeriksaan, para janin itu dibuang di septic tank. Caranya dengan menaruh bahan kimia untuk menghancurkan janin-janin itu. Yang paling mudah itu janin satu atau dua bulan tidak terlalu kentara,” terang Kombes Pol Yusri Yunus seperti dilansir solopos.com dari Suara.com, Senin (17/2/2020).

Polisi juga menahan tiga pelaku berinisial MM alias dokter A, RM, dan SI. Berdasarkan penyelidikan awal, tersangka melakukan praktik aborsi sejak 2018 lalu. Setidaknya ada 1.635 pasien yang ditangani tersangka.

Kehamilan Tak Diinginkan

Seperti diketahui kejahatan aborsi ini diatur dalam KUHP Pasal 299, 341, 342, 343, 346, 347, 348, dan 349, sehingga aborsi dilarang bagi siapa pun.  Pada umumnya aborsi dilakukan dengan motif yang bermacam-macam, misalnya karena rasa malu atau karena motif ekonomi. Saat ini banyak sekali kasus aborsi yang dilakukan karena para remaja yang berpacaran tanpa kenal batas, sehingga mereka berhubungan badan dan hamil.

Aborsi secara ilegal biasanya dianggap sebagai jalan keluar yang diambil seorang perempuan hamil namun kehamilannya tidak dinginkan, pasangan, keluarga ataupun dirinya sendiri. Padahal tindakan tersebut sangat berbahaya dan memiliki efek kesehatan yang besar terutama bagi si perempuan tersebut. Berikut ini bahaya-bahaya aborsi bagi kesehatan perempuan seperti dirangkum dari berbagai sumber:

Dampak Kesehatan Fisik

Dari sisi kesehatan fisik tindakan aborsi ilegal antara lain dapat menyebabkan sejumlah risiko antara lain

1. Pendarahan parah

Aborsi dapat mengakibatkan pelakunya (wanita yang hamil) mengalami pendarahan karena leher rahimnya robek dan terbuka lebar. Aborsi memang upaya yang tidak alamiah karena keluar dari siklus/ jalurnya sehingga sangat berbahaya.

2. Terkena resiko kanker

Bagi para pelaku aborsi, ketahuilah bahwa praktik ini dapat membuat meningkatnya risiko terkena kanker, misalnya kanker serviks, kanker, indung telur, kanker payudara dan lain sebagainya. Kanker serviks sendiri adalah sejenis kanker yang 99,7% disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim. Kanker ini biasanya akan mengakibatkan pendarahan pada organ vital wanita, tetapi gejala kanker ini tidak terlihat sampai kanker memasuki stadium yang lebih jauh.

3. Menyebabkan infeksi

Banyak orang yang melakukan aborsi menggunakan alat medis yang tidak steril dan terdapat banyak bakteri sehingga sangat berpotensi menyebabkan infeksi pada organ vital dan organ dalam lainnya. Infeksi bukan hanya bisa terjadi karena tidak sterilnya alat medis tetapi bisa juga karena mungkin ada bagian janin yang tertinggal di dalam rahim. Inilah yang sering diabaikan oleh para pelaku aborsi.

4. Risiko kematian

Kematian karena aborsi sering terjadi, karena memang umumnya para pelaku hanya berpikir bagaimana menggugurkan kandungan tanpa memikirkan kesehatannya. Tidak jarang para pelaku aborsi yang meninggal karena pendarahan, infeksi maupun human error lain.

Dampak Psikologi

Selain dampak kesehatan fisik, aborsi juga memberi berdampak bagi pelakuknya secara psikologis. Berikut sederetan dampak psikologis pelaku aborsi yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Rasa Bersalah

Wanita yang melakukan aborsi akan dihantui rasa bersalah. Rasa bersalah ini akan terus dirasakannya karena ia merasa telah gagal melindungi anaknya.

2. Rasa Cemas

Sebagian besar wanita yang melakukan aborsi merasa cemas dengan perbuatan yang telah mereka lakukan. Kecemasan tersebut timbul dalam berbagai bentuk reaksi tubuh mulai pusing, jantung berdebar, sakit perut, bahkan sakit kepala berkepanjangan.

3. Menghindari Anak atau Wanita Hamil

Seorang yang melakukan aborsi bisa merasa takut dengan orang sekitarnya, terlebih kepada anak-anak dan wanita hamil. Untuk menghindari rasa bersalah dan kecemasan dalam dirinya, ia cenderung menghindar dari orang-orang tersebut. Tidak jarang seorang yang melakukan aborsi akan menghindari tempat-tempat khusus untuk bayi maupun wanita hamil.

4. Depresi

Setiap wanita yang melakukan aborsi kebanyakan mengalami sakit hati dan sedih. Tidak jarang wanita yang melakukan aborsi merasa depresi dengan hidupnya. Ia merasa bersalah lebih, putus asa, dan bisa terus menangis di sepanjang harinya.

5. Ketakutan Tidak Bisa Hamil Lagi

Seorang wanita yang pernah melakukan aborsi cenderung dihantui perasaan bahwa ia tidak bisa hamil lagi. Dampak negatif dari aborsi membuat tidak sedikit wanita merasa pesimistis untuk kembali hamil setelah melakukan aborsi.

6. Terjerumus ke Alkohol dan Narkoba

Orang-orang yang merasa frustrasi karena aborsi cenderung menghibur diri dengan alkohol maupun narkoba. Hal ini tentu tidak baik bagi kesehatan fisik maupun psikologis orang tersebut. Tetapi sebagian besar dari mereka merasa lebih tenang dan memiliki kualitas tidur baik setelah mengkonsumsi alkohol dan narkoba.

7. Risiko Bunuh Diri

Aborsi menjadikan seseorang merasa bersalah, menyesal, bahkan depresi. Tidak heran jika seorang yang telah melakukan aborsi memiliki pikiran untuk bunuh diri. Bunuh diri disinyalir sebagai pilihan terbaik untuknya sebagai pengganti rasa bersalah dalam dirinya.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.