Pengakuan dan Fakta Ilmiah tentang Selingkuh saat Pacaran

Para ahli psikologi dan pakar hubungan meluangkan waktu bertahun-tahun untuk mendalami masalah perselingkuhan.

JEDA.ID–Selingkuh kerap menjadi masalah besar dalam hubungan asmara seperti pacaran. Ada beragam fakta mencengangkan dari pengakuan orang yang pernah selingkuh saat pacaran sampai beragam kajian ilmiah atas fenomena itu.

Tria, 21, pemuda asal Sumatra mengaku pernah berselingkuh lantaran bosan dengan pasangannya. ”Saat pacaran saya selingkuh karena bosan. Kebetulan ada yang segar. Dia juga mau diajak selingkuh. Ya sudah saya selingkuh,” kata dia kepada jeda.id, Selasa, (27/8/2019).

Heru, 20, pemuda asal Purwodadi mengaku pernah berselingkuh lantaran ada perempuan yang mendekati. Dia mengaku sedang pacaran dengan seorang perempuan dan ada perempuan lain yang mendekati hingga akhirnya dia selingkuh dari pasangan awal.

”Saya mulai pacaran sejak SMA kelas X. Kalau mulai selingkuhnya ya pas mau naik SMA kelas XI,” kata dia.

Perempuan yang terlibat perselingkuhan dengannya itu tidak tahu bila dia menjalin hubungan asmara. Saat menjalin hubungan selingkuh itu, dia mengaku kerap mendapatkan pulsa hingga kado ulang tahun.

Beberapa orang menyebut saat pacaran sempat selingkuh karena ingin ”main-main” selagi muda sampai menghadapi kenyataan karena menjalin hubungan jarak jauh atau LDR.

”Saya pernah diselingkuhi karena LDR dan jarang komunikasi. Karena sibuk masing-masing. Kemudian doi akhirnya nyaman dengan perempuan yang ada disekitar dia,” kata Fazrin, 21, asal Blitar.

Ia mengaku sempat sakit hati dan trauma dengan kejadian itu. Tetapi lama-kelamaan ia mengaku bersyukur karena pernah diselingkuhi. Dia menilai kejadian itu menunjukkan jati diri pasangannya yang sebenarnya.

Gengsi

”Saya merasa trauma berpacaran semenjak itu. Jadi, saya kasih tahu ke pacar saya sekarang. Kesalahan apa pun bisa termaafkan asalkan tidak main perempuan dan main tangan. Itu poinnya langsung 3. Di rapor nilainya merah. Bahkan langsung saya coret dari list,” tambahnya.

Fitri, 21, mahasiswi di Solo mengaku berselingkuh lantaran gengsi ingin memutuskan pasangan. Dia mengaku sudah bosan menjalin hubungan pacaran dengan kekasihnya hingga akhirnya selingkuh. Selama selingkuh, dia mengaku mendapatkan kesenangan.

Dari hasil penelitian The Journal of Sex Research yang melibatkan 495 orang dan rata-rata berusia 20 tahun, sebagian dari mereka mengaku pernah selingkuh saat pacaran. Sebanyak 77% responden mengaku dan setuju bahwa alasan utama mereka selingkuh lantaran kurangnya cinta dari pasangan.

pacar selingkuh

Ilustrasi pasangan sedang marahan (Freepik)

Sebagaimana dikutip dari Detikcom, 70% responden lainnya mengatakan mereka berselingkuh karena merasa diabaikan. Ada juga 70 persen responden mengatakan perselingkuhan terjadi ketika mereka sedang mabuk.

Sementara itu, beberapa responden mengaku selingkuh karena marah kepada pasangannya. Penyebab lainnya selingkuh saat pacaran demi mengatasi rasa rendah diri mereka.

Studi yang dilakukan Kayla Knapp dari Denver University, Amerika Serikat menyebutkan orang yang pernah selingkuh cenderung melakukan hal tersebut sampai 3 kali.

Penelitian itu sejalan dengan kajian yang dimuat di jurnal Archives of Sexual Behavior pada 2017. Temuannya, orang yang pernah selingkuh dalam relasi pertama akan tiga kali lebih mungkin berselingkuh dalam hubungan berikutnya.

Perilaku Berulang

Selain perilaku berulang tersebut, penelitian oleh University of Queensland yang diterbitkan dalam jurnal Evolution and Human Behavior mengaitkan faktor gen dengan perselingkuhan.

Sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, para ahli psikologi dan pakar hubungan meluangkan waktu bertahun-tahun untuk mendalami masalah perselingkuhan.

Penelitian yang dilaporkan pada 2013 dalam jurnal Evolutionary Psychology mengungkapkan kebanyakan pria heteroseksual menjadi geram jika pasangan mereka memiliki hubungan seksual dengan orang lain, bukan karena jatuh cinta pada orang tersebut.

Sebaliknya, di antara kebanyakan wanita, mereka mengaku lebih geram kepada pasangan mereka jika pasangan jatuh cinta pada wanita lain dan bukan karena telah melakukan hubungan seksual dengan selingkuhannya.

Mengenai perselingkuhan emosional, Kristin Salaky dari Business Insider merujuk kepada penelitian menarik dalam jurnal American Association of Marriage and Family Therapy.

Dalam peneletian itu , sekitar 45 persen kaum pria dan 35 persen kaum wanita mengaku memiliki perselingkuhan secara emosional. Angka-angka itu lebih tinggi daripada 20 persen orang yang mengaku melakukan perselingkuhan secara fisik.

Batasan perselingkuhan secara emosional lebih sukar ditentukan. Sejumlah peringatan akan perselingkuhan jenis ini dibeberkan dalam buku terbitan 2012 berjudul Chatting or Cheating oleh Sheri Meyers.

Misalnya, ketika sedang cekcok, pada ujungnya pasangan bicara soal mengakhiri hubungan. Atau, pasangan menjadi defensif atau berkelit ketika ditanya tentang pertemanan dengan seseorang.

Gambaran-gambaran tersebut bisa menjadi catatan saat menjalin hubungan asmara. Tentu semua orang berharap saat pacaran tidak ada yang selingkuh.

Ditulis oleh : Ardea Ningtias Yuliawati/Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.