Kisah Pilu Orang Albino di Afrika, Diburu Demi Kekuatan Magis

Populasi orang albino di Afrika relatif lebih besar dibanding benua lain. Di benua lain perbandingan 1:20.000 kelahiran, tapi di Afrika 1:5.000 kelahiran.

JEDA.ID–Orang albino berkulit sangat putih seputih susu. Tak hanya kulit, bulu-bulu tubuhnya berwarna putih. Warna matanya seperti mata kucing berwarna pucat atau hijau. Dan kisah mengerikan dialami orang-orang albino di Afrika

Albino sejatinya kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua. Meski sebenarnya ada mutasi genetik lain yang dikaitkan dengan albino. Semuanya menuju pada perubahan dari produksi melanin dalam tubuh.

Inilah yang menjadikan penampilan orang albino berbeda. Kondisi memprihatinkan dialami orang-orang albino yang ada di Afrika khususnya Malawi. Mereka kerap mendapatkan perlakuan berbeda, bullying, diburu, sampai dibunuh.

Kondisi ini tidak lepas dari banyaknya mitos tentang orang albino di Afrika. Dilansir dari Africa Union, beberapa waktu lalu, ada kisah seorang nelayan di Afrika yang memperistri orang albino. Dia tega menjual istrinya senilai lebih dari Rp34 juta kepada pengusaha.

Ngayau, Tradisi Suku Dayak Penggal Kepala Manusia

Kisah menyedihkan datang dari seorang gadis berusia 13 tahun bernama Elizabeth Hussein. Dia yang albino diburu dan dibunuh oleh orang bersenjata belati.

Tidak hanya itu saja, tubuh bocah itu ditemukan sudah terpotong-potong di salah satu rumah dukun yang sudah kabur saat polisi datang.

Ada juga kejadian yang menimpa seorang albino, Ezekiel John yang meninggal akibat dibantai di dekat Kota Kigoma, Tanzania. Kejadian itu menjadi deretan pembunuhan orang-orang albino di kawasan Afrika.

Bersembunyi di Pulau Terpencil

Tanzania menjadi salah satu negara dengan kasus yang berkaitan dengan orang albino cukup tinggi. Tidak jarang, orang albino di negara itu harus membekali diri dengan keterampilan bela diri atau pengawalan agar dapat terhindar dari pembantaian.

Sebagian lainnya ada yang melarikan diri. Konon mereka bersembunyi di pulau terpencil Ukerewe di Lake Victoria. Itu juga sebabnya kenapa di pulau itu begitu banyak orang albino dibanding tempat lain. Sampai-sampai pulau itu dikenal sebagai pulau orang albino karena populasi mereka yang mayoritas albino.

”Di pulau inilah banyak orang-orang Albino yang hidupnya jauh lebih baik. Orang tidak percaya akan gembar-gembor bahwa Albino adalah setan,” ungkap seorang Albino yang menetap di Ukerewe, Afrika.

Jejak Manusia Kerdil di Gua Liang Bua

Albinism bukanlah setan melainkan kelainan gen yang diwarisi secara turun-temurun. Mereka kekurangan zat warna melanin untuk melindungin melindungi kulit, mata dan rambut dari sinar ultraviolet matahari. Mereka rentan menderita kanker kulit karena tiadanya melanin pelindung kulit.

Bisa dibilang populasi orang albino di Afrika memang relatif lebih besar dibanding benua lain di dunia. Bila di benua lain perbandingannya 1:20.000 kelahiran, tapi di Afrika bisa 1:5.000 kelahiran. Pertumbuhan orang albino paling tinggi di dunia ada di Ukerewe, Tanzania, Afrika.

orang albino di Afrika

Orang albino di Afrika (Reuters)

Banyaknya kejadian orang albino yang diburu karena legenda yang berkembang di Afrika. Legenda itu menyebutkan orang albino sangat efektif untuk meningkatkan kemampuan sihir. Itulah sebabnya perburuan orang-orang Albino begitu gencar dilakukan oleh dukun maupun orang suruhan.

Dipercaya meminum darah orang albino bisa meningkatkan kemampuan magis. Pada saat yang bersamaan, orang-orang suruhan percaya bahwa bila membuat jala dari rajutan rambut orang albino akan ampuh dalam mengeruk ikan di laut.

Negara Tertua di Dunia, Tak Punya Hari Kemerdekaan & Setahun 13 Bulan

Demikian juga para buruh tambang yang merasa yakin kegiatan penambangan akan mendapatkan banyak hasil jika ia memakai bandulan yangg terbuat dari badan orang-orang albino. Para buruh tambang ini bersedia membayar mahal untuk tulang-tulang orang Albino.

Ini pula yang menjadikan munculnya kasus pencurian jenazah orang albino yang sudah meninggal atau sudha dikubur. Mereka akan mengambil tulang karena adanya permintaan di pasaran.

Melawan Kepercayaan Menyesatkan

KIni Masyarakat Albino Tanzania berjuang keras melawan penyebaran kepercayaan yang sangat menyesatkan itu. Sekretaris Jendral Masyarakat Albino, Zihada Msembo, mengatakan selama ini anggota mereka hidup dalam ketakutan.

”Tidak hanya di luar rumah, di dalam rumah pun kami selalu ketakutan dan tidak bisa tenang dalam tidur karena bisa jadi orang-orang datang membunuh kami,” kata dia.

”Situasinya memang benar-benar kritis. Pemerintah harus bertindak tegas. Sejauh ini sudah 170 orang ditahan karena kasus pembunuhan albino, namun itu belum cukup. Harus ada tindakan lebih tegas dari pemerintah,” kata Al-Shaymaa Kwegyir, tokoh albino Tanzania.

Zihada mengatakan orang albino di Afrika sempat mendesak pemerintah segera menangani masalah ini. Pembunuhan besar-besaran terhadap orang-orang albino sudah sampai pada taraf mengerikan. ”Bayangkan, orang-orang itu berani mencincang dan mengambil anggota badannya begitu saja. Ini benar-benar teror,” kata dia.

Tradisi Suku Wodaabe: Kontes Ketampanan Lantas Mencuri Istri Orang

Ketua Masyarakat Albino Ernest Kimaya mengatakan orang-orang yang membatai kaum albino adalah dukun atau orang-orang suruhannya. Dia menyatakan perbuatan itu sangat mengerikan, namun harus dihadapi dengan berani.

Dia menyebut pemerintah sudah menyuruh polisi melakukan sensus albino dan meminta polisi untuk melindungi.

”Namun itu saja tidak cukup karena kami menghendaki adanya hukuman bagi orang-orang yang berlaku sangat brutal, agar lebih banyak orang Tanzania mengetahui ketidakadilan yang dialami orang albino di Afrika,” ujar dia.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.