Kasus Dwi Sasono dan Ancaman Narkoba di Tengah Pandemi Covid-19

Aktor Dwi Sasono mengaku salah dan menyebut dirinya sebagai korban setelah polisi menangkapnya dengan barang bukti narkoba jenis ganja.

JEDA.ID- Aktor Dwi Sasono mengaku salah dan menyebut dirinya sebagai korban setelah polisi menangkapnya dengan barang bukti narkoba jenis ganja.

“Saya berterima kasih teman-teman kepolisian yang mengurus dengan baik di sini. Betul saya memakai, ketergantungan, saya salah. Saya bukan orang jahat, saya bukan pengedar, saya bukan penipu, saya bukan kriminal. Saya korban,” kata Dwi Sasono saat dihadirkan dalam rilis kepolisian di Polres Jakarta Selatan, Senin (1/6/2020) seperti dilansir Antaranews.

Suami dari Widi Mulia itu mengaku menyesal dan ingin bisa sembuh agar dapat berkumpul dengan keluarganya lagi seperti sebelumnya.

“Saya ingin sembuh. Saya ingin segera pulang ke rumah. ketemu keluarga saya,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan kepada para pengguna dan pemakai narkoba untuk berhenti menggunakan barang terlarang tersebut sebelum semuanya terlambat.

“Untuk teman-teman media semua di sini, yang melihat di TV kalau masih pakai atau simpan, mendingan stop dari sekarang. Jangan tertangkap dan mulai hidup sehat,” imbuhnya.

Dwi Sasono ditangkap di rumahnya atas penyalahgunaan narkoba. Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti ganja seberat 16 gram yang disembunyikan atas di lemari. Dwi Sasono ditangkap tanpa melakukan perlawanan.

Dwi Sasono merupakan suami dari aktris sekaligus penyanyi Widi Mulia. Mereka menikah pada 4 November 2007 dan dikaruniai tiga orang anak.a – Penangkapan Dwi Sasono terkait narkoba memang tak disangka-sangka. Aktor berusia 40 tahun itu mengakui dirinya kecanduan dan pemakai.

Baperan Parah, Ini Ciri-Ciri Miliki Kepribadian Highly Sensitive Person

Kekosongan Waktu Saat Karantina

Dwi Sasono mengenakan pakaian tahanan saat memberikan keterangan pers, Senin (1/6/2020). (detik)

Dwi Sasono mengenakan pakaian tahanan saat memberikan keterangan pers, Senin (1/6/2020). (detik)

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan DS mengaku sudah menggunakan narkoba rutin satu bulan belakangan.

“Tapi dalam pengakuan awal memang yang bersangkutan mengaku sebagai pengguna narkotika jenis ganja tersebut dan memang rutin hampir satu bulan belakangan ini dia menggunakan,” kata Yusri Yunus di Polres Jakarta Selatan, Senin seperti dilansir detikcom.

“Motifnya adalah mengisi kekosongan waktu di saat pandemi ini dan alasan dari yang bersangkutan memang susah tidur karena tidak kegiatan selama Covid-19 ini,” sambungnya.

Untuk mengisi kekosongan waktu itu, suami dari Widi Mulia itu justru salah jalan. Ganja menjadi pengalihannya.

“Sehingga dia memanfaatkan waktu dengan melakukan hal yang salah, ini pengakuannya. Tapi kita masih melakukan pendalaman apakah masih ada alasan lain. Tapi hasil pemeriksaan dari penyidik satnarkoba yang bersangkutan memang positif menggunakan dan kita sudah melakukan penahanan,” tegas Yusri.

Peredaran Narkoba Tak Berhenti

Di tengah besarnya perhatian bangsa ini akan wabah virus Corona (Covid-19), tampaknya bahaya penyalahgunaan narkoba masih mengancam.

Belum lama ini Badan Narkotika Nasional bersama Bea dan Cukai menggagalkan peredaran gelap narkoba jenis sabu-sabu jaringan Aceh-Medan dengan barang bukti sebanyak 32 Kg di Asahan, Sumatera Utara.

Ditambah lagi di tengah pandemik corona ini ada sederet artis Tanah Air yang lagi-lagi terciduk kasus narkoba. Penangkapan aktor Dwi Sasono hanya salah satu contohnya.

Hal ini sungguh sangat memprihatinkan. Memang pada situasi pandemi Covid-19, banyak hal yang membuat aktivitas kita terhenti. Namun tampaknya peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba tidak pernah berhenti.

Lebih Rentan

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada 18 maret 2020 lalu menyebutkan orang dewasa yang lebih tua (lansia) dan mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu berisiko lebih tinggi untuk terinfeksi Virus Corona ini.

Selain itu ternyata, ada kelompok lainnya yang juga berpotensi dan sangat rentan terhadap Covid-19 yang masih banyak belum diketahui masyarakat awam pada umumnya. Mereka adalah orang yang merokok, pengguna vape dan penyalahguna narkoba.

Mengutip tulisan Dr. Nora Volkow, direktur National Institute on Drug Abuse pada Maret 2020 lalu menyebutkan Covid-19 dapat menyerang beberapa populasi yang memiliki gangguan penggunaan narkoba.

Hal ini dikarenakan Covid-19 adalah jenis virus yang menyerang paru-paru, mereka yang pada umumnya ialah perokok tembakau, pemakai ganja maupun vape dapat saja terancam.

Jika ada yang mengatakan pengguna narkoba aman dari serangan Covid-19, tentunya ini merupakan hal yang keliru. Dikarenakan ketika paru-paru seseorang terkena flu atau infeksi lain, efek buruk dari merokok atau zat menguap pada narkoba yang digunakan orang tersebut jauh lebih serius akibatnya daripada orang-orang yang tidak merokok atau menggunakan narkoba.

Mengungkap Manfaat Minyak Bunga Matahari untuk Kecantikan

Kerusakan Paru-Paru

Seperti dilansir dari website BNN, selain merokok dan penggunaan vape orang yang menyalahgunakan narkoba jenis opioid dan metamfetamin dapat berisiko mengalami komplikasi serius Covid-19, karena efek dari zat ini terhadap pernapasan dan kesehatan paru-paru si pengguna.

Selain itu, zat narkoba jenis opioid dapat memperlambat pernapasan dan telah terbukti meningkatkan angka kematian pada orang dengan penyakit pernapasan. Kapasitas paru-paru yang terpengaruh Covid-19 juga dapat membahayakan bagi penyalahguna narkoba.

Begitu pula dengan pengguna narkoba jenis sabu-sabu. Metamfetamin (sabu-sabu) telah terbukti menghasilkan kerusakan paru yang signifikan karena sangat terikat pada jaringan paru.

Terhambat

Penerapan physical distancing tampaknya berdampak bagi mereka yang memiliki masalah penggunaan narkoba dan saat ini sedang menjalani rehabilitasi, atau mengandalkan terapi secara langsung, melibatkan interaksi manusia, seperti sesi konseling individu atau klinik metadon. Mungkin pemulihannya juga akan terhambat.

Hal ini harus dapat diketahui dan dipahami oleh masyarakat bahwa orang yang menggunakan narkoba lebih cenderung berisiko terkena Covid-19 dan berbahaya dari pada mereka yang hanya sekedar merokok.

Mereka yang sehat saja jika terjadi atau melakukan kontak fisik pada orang yang terkonfirmsi Covid-19 sedapat waktu berubah status menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP). belum lagi pengguna narkoba yang kita tidak ketahui terkonfirmasi Covid-19 atau tidak.

Ini yang harus disadari oleh masyarakat terlepas mereka pengguna narkoba atau tidak bahwa penularan Covid-19 ini sangatlah cepat.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.