Wanita Mudah Marah Menjelang Menstruasi, Ini Penjelasannya

Sudah menjadi rahasia umum saat menjelang menstruasi, wanita bisa mengalami perubahan suasana hati.

JEDA.ID-Menstruasi merupakan perubahan fisiologis di dalam tubuh wanita yang terjadi secara berkala dan dipengaruhi oleh hormon reproduksi.

Sudah menjadi rahasia umum saat menjelang menstruasi, wanita bisa mengalami perubahan suasana hati atau sering disebut premenstrual syndrome (PMS).

“Anda akan tahu naik turunnya emosi ini karena PMS jika dimulai secara konsisten seminggu hingga dua minggu sebelum menstruasi dan berhenti satu atau dua hari setelah menstruasi dimulai,” ucap Ginekolog di New York, Carol Livoti.

Bagi pria, rasanya mungkin menjengkelkan berhadapan dengan wanita yang sedang mengalami PMS. Hal ini membuat pria penasaran apa yang terjadi dan apakah bisa diobati?

Dilansir dari Everydayhealth, peneliti sebetulnya tidak tahu pasti alasan PMS bisa memicu gangguan emosi pada wanita, namun secara umum hal ini dianggap akibat gejolak hormon estrogen.

Saat siklus menstruasi, kadar estrogen meningkat perlahan sampai menstruasi wanita berakhir. Puncak hormonal dianggap menyebabkan perubahan suasana hati.

Ingin BAB Lancar? Cobalah 6 Minuman Sehat dan Alami Ini

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa hormon wanita berinteraksi dengan otak yang dapat mempengaruhi suasana hati saat PMS. Oleh sebab itu, suasana hati wanita cepat berubah.

“Penurunan kadar estrogen selama fase luteal dari siklus mungkin dapat menyebabkan penurunan serotonin, meskipun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkonfirmasi hubungan ini,” jelas Livoti.

Dilansir dari Flohealth dan ditulis detikcom, Senin (10/8/20200, sekitar 75 persen wanita merasakan gejala PMS sakit kepala, berat badan bertambah, kembung, payudara nyeri, gelisah, depresi, kelelahan, dan perasaan tidak terkendali. Rata-rata gejala ini dapat terjadi dalam 2 pekan sebelum menstruasi.

Ladies, Bergosip Ternyata Ada Manfaatnya Loh!

Penelitian lain mengatakan bahwa hal ini normal terjadi, karena saat menstruasi estrogen dan progesteron akan meningkat dan memberikan respon pada perubahan hormon. Oleh karena itu, jika pasangan dan atau ibu Anda mengalami PMS jangan mencari obat karena itu bukanlah sebuah penyakit.

Pria Juga Alami PMS

Uniknya pria juga bisa mengalami ‘PMS’ yang disebut IMS atau Irritable Male Syndrome.

Berdasarkan  National Center for Biotechnology Information (NCBI), IMS didefinisikan sebagai keadaan hipersensitivitas, frustrasi, kecemasan, dan kemarahan yang terjadi pada pria dan dikaitkan dengan perubahan biokimiawi, fluktuasi hormon, stres, dan hilangnya identitas pria.

Dikutip dari Times of India, istilah IMS diciptakan oleh psikoterapis Jed Diamond. Sindrom ini meliputi keadaan perilaku gugup, mudah marah, lesu dan depresi.

Kaum pria juga bisa IMS (Irritable Male Syndrome) gejala seperti PMS yang dialami para wanita (ilustrasi/freepik)

Kaum pria juga bisa IMS  gejala seperti PMS yang dialami para wanita (ilustrasi/freepik)

Sama halnya seperti PMS pada wanita, IMS pada pria juga terjadi dalam waktu tertentu dalam sebulan. IMS terjadi karena adanya fluktuasi kadar testosteron yang diikuti kenaikan dalam tingkat stres.

Kadar testosteron pada pria menurun seiring bertambahnya usia. Sehingga tidak jarang orang dengan usia bertambah mudah mengalami kemurungan dan perubahan suasana hati secara mendadak dan meledak-ledak.

Menurut Diamond, pada pria yang percaya dirinya mengalami gejala seperti pramenstruasi ini, dalam satu bulan bisa mengeluarkan ekstra biaya sekitar Rp 1,6 juta untuk memenuhi keinginan makannya.

“Sering diasumsikan bahwa pria lebih didominasi oleh logika. Meski kenyataannya, pria juga memiliki sejumlah siklus hormonal layaknya pada wanita sehingga tiap bulan perubahan hormonal itu memengaruhi tingkat energi, kemarahan, gairah seks, dan perubahan suasana hati pada pria,” katanya seperti dikutip dari Telegraph.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.