• Sun, 14 August 2022

Breaking News :

Tujuh Gejala Covid-19 Ringan, Apa Saja?

Selain mengungkapkan gejala Covid-19 ringan, peneliti juga menemukan Covid-19 mengubah sistem kekebalan bahkan setelah 10 pekan usai terinfeksi.

JEDA.ID-Sebuah studi terbaru menemukan ada tujuh gejala Covid-19 ringan. Gejala Covid-19 ringan ini mungkin ada yang Anda sadari tapi mungkin juga tidak Anda sadari sebagai gejala Covid-19.

Lalu, apa sajakah gejala Covid-19 ringan ini? Tips kesehatan kali ini membahas tujuh gejala Covid-19 ringan. Selain mengungkapkan gejala Covid-19 ringan, peneliti juga menemukan Covid-19 mengubah sistem kekebalan bahkan setelah 10 pekan usai terinfeksi.

Dalam penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Allergy, tim ilmuwan MedUni Wina mengumpulkan 109 pasien yang sembuh dan 98 individu sehat untuk memulai program.

Diet Pescatarian ala Melaney Ricardo Sebabkan Daya Tahan Tubuh Turun?

Dalam studi tersebut, mereka menemukan tujuh ‘bentuk penyakit’ berbeda pada pasien Covid-19 ringan. Kelompok gejala termasuk:

– Gejala mirip flu disertai demam, menggigil, kelelahan, dan batuk

– Gejala umum seperti flu dengan rinitis, bersin, tenggorokan kering dan hidung tersumbat, serta nyeri sendi dan otot.

– Nyeri sendi dan otot

– Radang mata dan mukosa

– Masalah paru-paru dengan pneumonia dan sesak napas

– Masalah gastrointestinal termasuk diare, mual dan sakit kepala

– Hilangnya indera penciuman dan pengecap.

Menurut para peneliti, hilangnya indera penciuman dan pengecap mempengaruhi individu dengan sistem kekebalan ‘muda’ yang diujur dengan jumlah sel kekebalan atau limfosit T.

“Temuan kami berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang penyakit dan membantu kami dalam pengembangan vaksin potensial,” tulis peneliti dikutip dari Science Daily dan dikutip dari detikcom, Kamis (5/11/2020).

Sementara para peneliti dan ilmuwan tanpa lelah bekerja untuk mengembangkan vaksin yang disetujui secara klinis dan mengendalikan penyebaran virus mematikan tersebut, temuan baru ini dapat menjadi terobosan besar dalam perawatan pasien dan dalam pengembangan vaksin potensial melawan virus.

Temuan baru yang diterbitkan dalam jurnal Abdominal Radiology menemukan hampir 1 dari 5 pasien Covid-19 hanya mengalami gejala gastrointestinal. Gejala yang mengganggu saluran pencernaan.

Pakai Suara Batuk untuk Deteksi Covid-19, Mungkinkah Dilakukan?

Dikutip dari laman Medical Xpress, masyarakat perlu waspada dengan masalah saluran pencernaan selama pandemi Corona. Dalam hal ini gejala gastrointestinal yang terkait dengan Covid-19 mencakup kehilangan nafsu makan, mual, muntah, diare, dan nyeri perut yang menyeluruh.

Para peneliti yang melakukan tinjauan, melaporkan bahwa ada 18 persen pasien menunjukkan gejala saluran pencernaan beserta gejala lainnya. Sementara 16 persen pasien Covid-19 hanya mengalami gejala gangguan pencernaan saja.

“Ada semakin banyak literatur yang menunjukkan bahwa gejala di perut menjadi cukup umum untuk pasien virus Corona Covid-19,” jelas seorang ahli radiologi dan dosen klinis di Fakultas Kedokteran & Kedokteran Gigi Universitas Alberta, Mitch Wilson.

Para peneliti mengetahuinya setelah menganalisa 36 penelitian yang diterbitkan hingga 15 Juli.

Peneliti menyarankan selain melihat gejala pencernaan, radiolog mungkin juga bisa melihat tanda-tanda infeksi Covid-19 dengan pencitraan perut atau endoskopi. Tanda-tanda yang bisa dilihat melalui perut adalah radang usus besar dan kecil, pemeriksaan udara di dalam dinding usus (pneumatosis)m dan perforasi usus (pneumoperitoneum).

Cara Menghilangkan Tahi Lalat Secara Alami Tanpa Operasi, Gampang Kok!

Menurut peneliti tanda-tanda tersebut jarang terjadi, namun bisa mengindikasikan pasien dengan penyakit lanjut.

“Melihat hal-hal ini (masalah di saluran pencernaan) belum tentu memberitahu kita bahwa seorang pasien mengidap Covid-19,” kata Wilson.

“Penyebabnya bisa banyak hal. Tapi salah satu penyebab potensial berbagai masalah pencernaan memang disebabkan infeksi virus. Pada lingkungan yang terjadi banyak kasus Covid-19, masalah saluran pencernaan adalah sesuatu yang perlu dipertimbangkan,”  beber Wilson.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.