• Thu, 21 October 2021

Breaking News :

Tips Belajar di Rumah Biar Sukses dan Anak Tidak Stres

Bukan hanya  orang dewasa yang perasaannya tak menentu karena beberapa bulan terbatas ruang geraknya akibat pandemi virus corona, anak-anak pun bisa tertekan atau bahkan stres selama bersekolah dari rumah. 

JEDA.ID—Bukan hanya  orang dewasa yang perasaannya tak menentu karena beberapa bulan terbatas ruang geraknya akibat pandemi virus corona, anak-anak pun bisa tertekan atau bahkan stres selama bersekolah dari rumah.

Dengan berada di rumah terus-menurus kemungkinan besar akan membuat masyarakat bosan dan merasa tidak nyaman untuk belajar. Terumata untuk anak-anak yang masih di bawah umur, mereka akan cepat bosan daripada orang dewasa.

Anak-anak pun menghadapi tantangan beragam karena menghadapi perubahan rutinitas dari berhadapan dengan guru menjadi berhadapan dengan layar.

Proses sekolah dari rumah bukan cuma jadi tantangan untuk orang tua yang kini aktif mengawasi anak-anak saat belajar, di mana biasanya mereka di bawah pengawasan guru sekolah.

Nah, kira-kira bagaimana untuk menghadapi kondisi demikian tetapi anak-anak tetap nyaman untuk belajar di rumah?

Berikut cara mendampingi anak belajar di rumah agar sukses tanpa anak mengalami stres seperti dilansir dari berbagai sumber, Jumat (24/7/20).

Pakai Masker Bisa Bikin Bau Mulut? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

1. Menaati jadwal

Bagi orang tua harus tetap melakukan kebiasaan yang diterapkan saat anak bersekolah. Seperti bangun pagi, mandi, sarapan dan bersiap-siap ke sekolah.

Dengan kondisi yang mengaharuskan untuk tetap berada di rumah. Orang tua juga harus tetapi melakukan kebiasaan tersebut walaupun ada yang berbeda. Ketika pagi hari setelah sarapan, para orangtua bisa meminta anak untuk mulai belajar sampai waktu istirahat tiba. Hal tersebut akan membuat anak tetap disiplin meskipun ada di rumah.

Ketika istirahat, biarkan anak untuk merelaksasi pikiran mereka. Begitupula saat waktu belajar telah usai, hentikan kegiatan belajar mereka.

2. Cek tugas sekolah

Jangan lupa untuk tetap mengecek tugas yang diberikan oleh guru-guru di sekolah untuk anak. Pastikan bahwa anak sudah menyelesaikan semua tugas yang diberikan dengan tepat waktu.
3. Mendampingi saat belajar

Para orang tua harus dapat berperan menjadi seorang guru bagi anak-anak mereka ketika di rumah. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk tetap mengajari anak mengerti tentang materi yang sedang dipelajari. Bagi, orangtua yang sibuk. Jangan segan untuk meminta pengasuh atau guru les untuk datang ke rumah.

Bentuk Bulan Sering Terlihat Berbeda Setiap Malam, Ini Penjelasannya

4. Kontak guru ketika kesulitan

Apabila orang tua atau anak kurang memahami dengan informasi yang diberikan oleh guru mengenai pelajaran atau tugas yang harus diselesaikan. Jangan malu untuk bertanya ulang kepada guru yang bersangkutan.

5. Menciptkan ruang belajar kondusif

Biasakan anak untuk belajar di meja belajar, hal ini akan membuat anak tetap selalu fokus pada pelajarannya. Dan pilihlah ruangan yang tenang supaya menghindari potensi gangguan agar anak dapat tetap fokus belajar.

6. Evaluasi

Salah satu hal yang penting dilakukan oleh para orang tua. Hal ini untuk mengetahui apakah kegiatan belajar di rumah berjalan sesuai jadwal atau tidak. Jangan lupa untuk mendiskusikan dengan anak apa kesulitan yang mereka hadapi serta untuk mengetahui apakah anak memiliki solusi dalam mengatasi masalah tersebut.

7. Jangan Lupakan Bermain

Bukan cuma orang dewasa yang perasaannya tak menentu karena beberapa bulan terbatas ruang geraknya akibat pandemi virus corona, anak-anak pun bisa tertekan selama bersekolah dari rumah.

Menurut psikolog Anna Surti Ariani anak-anak bisa merasa stres dan tertekan ketika berada di rumah saja.

Mereka bisa tertekan karena rindu bermain dengan teman, bosan di rumah, juga karena mendengar omelan orang tua.

“Bermain adalah cara anak mengatasi tekanan dan stres sehari-hari,” kata Anna dalam acara virtual #MainYuk Dari Rumah bareng Paddle Pop, Rabu (22/7/2020) seperti dilansir Antaranews.

Anak dapat melepaskan tekanan yang ia rasakan dengan cara bermain. Dengan demikian, anak bisa menghadapi stres dengan cara yang sehat karena rasa itu bisa diluapkan.

Ketika sudah tiba waktunya anak untuk kembali belajar, prosesnya bisa berlangsung lebih efektif karena dia sudah berhasil mengatasi rasa stres.

Ditulis oleh : Harwin Mega Olivia

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.