• Sun, 29 January 2023

Breaking News :

Bentuk Bulan Sering Terlihat Berbeda Setiap Malam, Ini Penjelasannya

Ketika memandang langit malam, pasti Anda pernah memperhatikan bentuk Bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya.

JEDA.ID – Ketika memandang langit malam, pasti Anda pernah memperhatikan bentuk Bulan yang terlihat sedikit berbeda pada setiap malamnya.

Bulan adalah benda ruang angkasa yang menjadi satelit alami bagi Bumi kita. Ia akan muncul dan terlihat ketika malam tiba saat langit mulai menjadi gelap. Bulan nampak kecil jika dilihat dari Bumi karena jarak Bumi dan Bulan mencapai kurang lebih 384.400 kilometer.

Pernahkah Anda berpikir “Mengapa bentuk bulan berubah-ubah? Terkadang, bulan tampak bersinar merah. Sementara di waktu lain, ukuran bulan tampak lebih besar dari biasanya. Sebenarnya warna dan ukuran bulan tidak pernah berubah.

Dilansir dari berbagai sumber, Kamis (23/7/2020), inilah alasan bulan terlihat berbeda setiap malam.

Studi Terbaru: 3 Kebiasaan Ini Bisa Hentikan Pandemi Corona, Apa Saja?

1. Bentuk yang kita lihat tergantung pada posisi Bulan.

Saat Bulan bergerak mengelilingi Bumi, ia memantulkan sinar matahari. Dari Bumi, kita hanya bisa melihat bagian Bulan yang menghadap kita. Bentuk Bulan yang kita lihat pada malam tertentu tergantung pada seberapa banyak permukaan Bulan berada di bawah sinar matahari pada saat itu.

2. Fase Bulan

Bulan juga memiliki fase, yang berarti bentuknya akan terlihat sedikit berbeda bagi kita setiap malam. Dilansir dari solarsystem.nasa.gov, sinar terang bulan yang tampak berubah setiap harinya disebut sebagai fase bulan (lunar phase) dan setiap fase memiliki nama masing-masing.

Kita menggambarkan fase bulan dengan istilah-istilah berikut: bulan baru, bulan sabit awal, paruh awal, cembung awal, bulan purnama, cembung akhir, paruh akhir, dan bulan sabit akhir.

3. Fase Bulan terjadi selama Siklus Lunar

Bentuk Bulan itu disebut fase. Fase Bulan terjadi selama Siklus Lunar. Fase bulan berulang selama satu bulan sekali (setiap 29,5 hari).

4. Fase Bulan Baru tidak bisa melihat Bulan

Pada awal siklus, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Selama fase ini, sisi Bulan memantulkan cahaya dari Matahari menghadap jauh dari Bumi. Jadi kita tidak bisa melihat Bulan sama sekali! Biasanya fase ini disebut dengan nama fase bulan baru.

Saat Bulan berputar, kita bisa melihatnya lebih banyak setiap malam. Selama waktu ini, Bulan tampaknya semakin besar.

Ingin Proses Belajar Anak di Rumah Berhasil? Ini Kuncinya

5. Bulan Purnama

Di sekitar tengah Siklus Bulan, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan, jadi kita bisa melihat seluruh wajah Bulan di malam hari. Itu yang kita sebut Bulan Purnama. Bulan purnama terjadi ketika seluruh sisi bulan yang menghadap bumi diterangi oleh cahaya matahari.

Ada beberapa jenis bulan purnama yang dianggap istimewa karena lebih jarang terjadi, yakni bloodmoon (bulan darah), supermoon (bulan super), blue moon (bulan biru) dan harvest moon.

Kadang-kadang selama Bulan Purnama, Bumi melemparkan bayangan di permukaan Bulan dan menyebabkan peristiwa yang disebut sebagai Gerhana Bulan.

6. Bulan Sabit

Ketika Bulan terlihat seperti kurva kecil di langit, itulah yang dinamakan bulan sabit. Tentu saja, seluruh Bulan masih ada, tapi kita hanya bisa melihat sebagian kecil yang memantulkan sinar matahari karena posisi Bulan.

Setelah Bulan Purnama, Bulan tampak memudar atau mengecil. Saat Bulan mendekati akhir revolusinya, kita akan semakin jarang melihatnya setiap malam dan hanya Bulan Sabit yang terlihat di langit lagi. Sampai akhirnya, Bulan mencapai akhir dari revolusi dan siklus dimulai lagi dengan Bulan Baru.
Nah, jadi alasan setiap malam bulan berbeda tampilan bentuk adalah karena fase dan tipe bulan menurut sudut pandang kita di bumi.

Ditulis oleh : Kristina Wulandari

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.