Tutup Iklan

Sistem Planet Berusia 10 Miliar Tahun Ditemukan, Seperti Apa Ya?

Satelit bekerja dengan mencari tanda penurunan kecerahan yang berpotensi menunjukkan transit planet.

JEDA.ID-Para peneliti dan astronom menemukan sistem bintang multi-planet berusia 10 miliar tahun jauh di dalam galaksi Bima Sakti. Sistem planet berusia 10 miliar tahun ini bisa menjadi salah satu sistem planet tertua di galaksi.

Penemuan ini punya arti penting untuk mengungkap sistem tata surya kita. Sebuah bintang 280 tahun cahaya dari Bumi yang disebut TOI-561 adalah salah satu bintang tertua di Bima Sakti. Bintang itu terbentuk 10 miliar tahun yang lalu dan memiliki massa yang kira-kira setara dengan 80 persen Matahari.

Ini Panduan Beli Saham, Pemula Wajib Catat!

Mengutip dari Express UK, Jumat (15/1/2021), para astronom yang menggunakan Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) milik NASA menemukan bahwa bintang tua tersebut memiliki tiga planet yang mengorbitnya

TESS mampu mempelajari massa, ukuran, kepadatan, dan orbit dari sejumlah besar planet kecil, termasuk sampel planet berbatu di zona layak huni bintang induknya. Satelit bekerja dengan mencari tanda penurunan kecerahan yang berpotensi menunjukkan transit planet.

Dengan mempelajari bintang menggunakan TESS, para peneliti dapat menemukan tiga planet yang mengorbit bintang itu. Salah satu planet tersebut adalah super-earth atau dunia berbatu besar yang memiliki fitur serupa dengan planet Bumi.

Bagaimana pun, super-earth sangat dekat dengan bintang sehingga hanya membutuhkan 0,44 hari Bumi untuk menyelesaikan orbitnya. Pada tingkat itu, akan ada lebih dari dua tahun di super-earth yang disebut TOI-561b, untuk satu hari biasa di Bumi.

WHO Tidak Sarankan Bukti Vaksinasi Jadi Syarat Bebas Bepergian

Stephen Kane, rekan penulis studi dan ahli astrofisika planet di University of California, mengatakan untuk setiap hari waktu Bumi, planet tersebut mengorbit bintangnya dua kali. Sebagian alasan orbit pendek adalah kedekatan planet dengan bintangnya yang juga menciptakan panas luar biasa.

“Perkiraan suhu permukaan rerata lebih dari 1.727 derajat Celcius, terlalu panas untuk menampung kehidupan seperti yang kita kenal sekarang,” katanya seperti melansir Bisnis.com, Jumat (15/1/2021).

Bintang Induk

TOI-561b berukuran 3,2 kali ukuran Bumi tetapi memiliki massa serupa yang menunjukkan komposisinya yang berbatu. Kane melanjutkan bahwa mereka menghitung kepadatannya agar sama dengan planet Bumi dan menemukan bahwa kepadatannya lebih tinggi, yang menunjukkan planet itu sangat tua.

Lauren Weiss, peneliti postdoctoral dari University of Hawaii menambahkan bahwa TOI-561b adalah salah satu planet berbatu tertua yang pernah ditemukan. Keberadaannya menunjukkan bahwa alam semesta telah membentuk planet berbatu hampir sejak pembentukannya 14 miliar tahun yang lalu.

Beragam Metode Mendeteksi Corona, Pakai Ludah hingga Bau Ketiak

“Bintang di wilayah ini secara kimiawi berbeda, dengan lebih sedikit unsur berat seperti besi atau magnesium yang terkait dengan pembentukan planet,” katanya.

Namun, bintang itu sangat terang memungkinkan astronom melihat super-earth serta planet yang lebih kecil.

Dalam makalahnya, para peneliti mengatakan berkat bintang induk yang terang, sistem multiplanet ini dapat menerima tindak lanjut atmosfer dengan teleskop ruang angkasa. TOI-561b diharapkan menjadi target gerhana sementara TOI-651c dan TOI561d menjanjikan target untuk spektroskopi transmisi.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.