Salah Satunya Korea, Ini Enam Bahasa yang Dianggap Paling Sulit Dipelajari

Kesuksesan film Parasite dalam ajang penghargaan Piala Oscar sekaligus menembus batas bahasa sekaligus menumbangkan dominasi sineas Hollywood.

JEDA.ID- Kesuksesan film bahasa Korea, Parasite dalam ajang penghargaan Piala Oscar sekaligus menembus batas linguistik. bahasa. Film berbahasa Korea ini membuktikan film non bahasa Inggris juga layak mendapat penghargaan tertinggi dalam dunia perfilman yang selama didominasi sineas Hollywood. Piala Oscar pun menjawab kritikan karena selama ini dikuasai film-film berbahasa Inggris dan aktor pria berkulit putih, dengan menempatkan Parasite di posisi tertinggi.

“Setelah Anda mengatasi penghalang setinggi satu inci yang bernama subtitle, Anda akan diperkenalkan pada begitu banyak film yang lebih menakjubkan,” ujar sutradara Parasite, Bong Joon-ho dalam satu kesempatan.  Deborah Shaw, profesor pada bidang studi perfilman di Universitas Portsmouth, Inggris, mengatakan suksesnya film Parasite dapat membuat produsen dan distributor internasional lebih mungkin berinvestasi dalam film-film yang tidak berbahasa Inggris.

“Kisah yang kuat yang diceritakan dengan sangat baik dan dengan daya tarik universal dapat mengatasi kendala bahasa,” ujarnya, seperti dilansir CNN.

Keberhasilan film Parasite menembus Hollywood merupakan bukti pesatnya industri kreatif Negeri Ginseng itu. Bukan hanya film, warga di luar Korsel selama ini sangat menikmati gelombang hallyu atau Korean Wave oleh produk-produk industri kreatif mulai dari film, drama hingga K-pop.

Mereka pun tak jarang dengan rela mulai mempelajari bahasa Korea yang dikenal sebagai salah satu bahasa tersulit di dunia. Namun, bahasa Korea Selatan bukan satu-satunya bahasa yang dikenal sulit dipelajari. Berikut enam bahasa yang dikenal susah dipelajari seperti dilansir dari berbagai sumber.

1. Jepang

Bahasa ini sering dianggap sebagai bahasa yang paling sulit dipelajari. Meski terlihat sangat simpel, namun kenyataannya bahasa Jepang cukup kompleks secara harafiah. Anda akan sangat kesulitan belajar bahasa Jepang hanya dengan membacanya, apalagi jika buku tutorialnya ditulis dengan huruf Jepang.

Masyarakat Jepang tidak terbiasa untuk menulis dengan menggunakan huruf romawi. Mereka terbiasa untuk menulis dalam aksara Jepang yaitu hiragana, katakana dan kanji. Selain itu, tingkat kesulitan bahasa Jepang ini juga terlihat dari struktur kalimatnya. Struktur kalimat dalam bahasa Jepang akan sangat membingungkan untuk seseorang yang terbiasa dengan struktur bahasa lainnya.

2. Rusia

Rusia dinobatkan sebagai bahasa paling sulit dikuasai karena sistem penggunaan alfabet yang berbeda dari biasanya. Bahasa Rusia menggunakan alfabet Cyrillic. Begitu banyaknya alfabet Rusia akan sangat memusingkan bagi para pemula. Intonasi kata dalam bahasa Rusia juga sangat membingungkan. Tak ada aturan tertentu yang menekankan pembedaan satu kata dari kata lainnya, sehingga semuanya harus dipelajari.

Kata-kata dalam bahasa Rusia juga terlalu fleksibel dan mudah berubah dalam arti dan nada sesuai dengan konteks kalimatnya. Penggunaan kata kerja dan poin dalam tata bahasa menambahkan kesulitan bahasa ini.

3. Arab

Bahasa Arab memiliki tantangan tersendiri untuk menguasainya. Meskipun alfabetnya hanya terdiri atas 28 huruf, huruf-huruf ini bisa berubah bunyinya sesuai dengan huruf di sekitarnya. Seiring dengan kesulitan kata-kata yang tertulis, huruf Arab juga diakui sebagai bentuk seni karena ditulis dari kanan ke kiri. Intonasi dan nada pengucapan bahasanya pun memiliki aturan tersendiri. Ada beberapa kata yang harus diayun dalam pengucapannya. Meski bahasa Arab diucapkan di lebih dari 20 negara, namun setiap negara memiliki dialek tertentu.

4. Jerman

Bahasa Jerman memiliki aturan untuk kata benda dan kata kerja. Untuk infleksi kata benda, bahasa ini memiliki empat kasus yang berbeda dan tiga kata untuk tiga jenis kelamin yang berbeda. Jerman juga memiliki beberapa kalimat infinitif yang berpotensi untuk menciptakan rantai panjang verba di akhir setiap kalimat. Hal ini disebabkan karena verba terletak di bagian paling akhir klausa bahawan.

5. Mandarin

Sebuah perbedaan kecil pada tekanan huruf yang ditulis akan melambangkan perbedaan makna. Intonasi nada dalam Bahasa Mandarin setidaknya terbagi menjadi 5 bagian, yaitu intonasi nada tinggi, intonasi nada meningkat, intonasi nada menurun kemudian meninggi, intonasi nada menurun, dan intonasi nada datar. Jadi, satu huruf yang sama dengan intonasi berbeda bisa mempunyai arti yang beda. Bahasa ini juga memiliki homofon (sama pengucapannya namun arti yang berbeda tergantung kalimat yang mengikutinya) dalam jumlah yang cukup banyak.

6. Bahasa Yunani

Sebenarnya sekitar 30% kosakata Bahasa Inggris berasal dari bahasa klasik Yunani. Salah satunya kata Aero dalam Bahasa Inggris dan Aeer dalam Bahasa Yunani yang berarti udara.  Bahasa Yunani dikenal sulit dipelajari karena bahasa ini menunjukkan karakteristik gender tersendiri untuk perempuan, laki-laki, dan netral. Jadi, pengucapan pada akhir kalimat bisa beda, tergantung penutur ketika berbiacara dengan laki-laki atau perempuan.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.