Menyibak Pesan Terselubung di Balik “Parasite”, Film Terbaik Oscar 2020

Film Parasite membuat kejutan besar di ajang Academy Awards 2020 atau Piala Oscar yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat.

JEDA.ID- Film Parasite membuat kejutan besar di ajang Academy Awards 2020 atau Piala Oscar yang digelar di Los Angeles, Amerika Serikat, Minggu (9/2/2020) waktu setempat atau Senin (10/2/2020) pagi WIB.  Film tersebut menjadi film berbahasa asing pertama yang berhasil meraih Oscar untuk kategori Best Motion Picture atau Film Terbaik dan juga membawa pulang tiga piala lainnya.

Sutradara Bong Joon-ho berhasil mendapat Best Director atau sutradara terbaik dan Best Original Screenplay bersama Han Jin-won. “Parasite” juga membawa pulang Oscar untuk kategori Best International Feature sehingga total mendapatkan empat piala Oscar.

Seperti dilansir solopos.com, dalam nominasi Best Motion Picture, Parasite mengalahkan 1917, Ford v Ferrari, The Irishman, Jojo Rabbit, Joker, Little Women, Marriage Story, dan Once Upon a Time in Hollywood. Parasite adalah film berbahasa asing ke-11 yang dinominasikan untuk Best Motion Pictures dan keenam yang dinominasikan untuk Best International Feature yang dulunya dikenal dengan Best Foreign Language Film sekaligus dengan Best Motion Pictures di tahun yang sama.

Lima film sebelumnya adalah Z (1969), Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000), Amour (2012) dan Roma (2018). Namun kelimanya tidak ada yang berhasil membawa piala Best Motion Pictures.

Banyak Penghargaan

Sebelum memenangi penghargaan Piala Oscar, film ini juga meraih berbagai penghargaan di ajang bergengsi seperti Palme d’Or, Golden Globe, hingga SAG Awards.  Sejak dirilis pada 21 Juni 2019 lalu, film ini memang banyak menyita perhatian. Poster yang dipaparkan sebagian orang menilai tampak seperti poster film horor. Namun justru ternyata film ini bukan menempuh genre itu.

Sang sutradara, Bong Joon-ho mengemas cerita dengan menggunakan plot-twist serta storytelling yang epic. Sebelum Parasite, Bong Joon Ho telah menorehkan beberapa karya film yang juga sukses, seperti film Snowpiercer, The Host, dan Okja.
Dengan menggandeng Song Kang-ho, Lee Sun-kyun, Cho Yeo-jeong, Choi Woo-shik, dan Park So-dam sebagai pemeran, Parasite mengusung tema yang berangkat dari perbedaan strata kelas sosial antara dua keluarga di Korea Selatan, ia ingin menunjukkan bahwa kesenjangan sosial benar-benar terjadi.

Latar yang digunakan cukup menarik karena memperlihatkan beberapa tempat yang tidak selalu indah. Bumbu-bumbu cerita seperti kehidupan di dunia nyata yang tak selalu manis dituangkan ke dalam film ini.

Tragecomedy

Film ini menonjolkan unsur tragicomedy dan drama-misteri dengan plot sederhana, namun berhasil membuat penonton merasakan sensasi berbeda dibandingkan film pada umumnya. Pada saat pertengahan film ini berjalan, konflik baru dimunculkan.

Adegan ketika terbukanya pintu rahasia di bawah tanah membuat suasana yang ditimbulkan pada saat itu menjadi amat menegangkan. Banyak sekali kejutan yang dihadirkan pada adegan-adegan tertentu di film ini. Jantung penonton dibuat berdebar dan dada mereka menjadi sesak. Alhasil, penonton tetap bertahan dengan antusias.

Karakter

Parasite digandrungi karena karakter yang ada pada film ini dapat menggugah pola pikir penonton. Tidak ada petunjuk mengenai manakah karakter yang baik dan jahat. Karena dalam film tersebut, kedua keluarga ini sama-sama melakukan perbuatan dosa.

Tak berhenti di situ, ending cerita ini pun dibuat menggantung, emosi penonton dimainkan dan dibuat penasaran. Maka dari itu, film ini memiliki kapabilitas dan kualitas yang bagus dan memang pantas jika masuk ke dalam kategori film terbaik untuk menyabet piala Oscar.

Makna Rahasia

Sejak muncul, para kritikus dan reviewer film berlomba-lomba menganalisis makna terselubung di dalam film ini. Rupanya, sang sutradara menyisipkan beberapa makna rahasia di dalam beberapa adegan yang mengandung pesan moral. Dilansir dari berbagai sumber, melalui sebuah lagu Jessica Single, film ini pun menyinggung mengenai perselisihan antara Jepang dengan Korea Selatan. Lagu tersebut diketahui memiliki nada yang sama dengan lagu anak-anak Dokdo is Our Land yang berisi dukungan klaim Korea Selatan atas Karang Liancourt.

Sengketa Karang Liancourt adalah suatu sengketa wilayah antara Korea Selatan dan Jepang. Kedua negara menyatakan kedaulatan atas Karang Liancourt, sebuah gugusan kelompok pulau-pulau kecil di Laut Jepang yang disebut sebagai “Dokdo” dalam bahasa Korea dan “Takeshima” dalam bahasa Jepang. Korea Utara juga menyatakan kedaulatan atas kepulauan tersebut. (Bunga Oktavia)

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.