Potret Kepala Desa: Ribuan Tak Pernah Sekolah, 22 Lulusan S3

Jabatan kepala desa memang cukup prestise yang sering diperebutkan lewat pilkades.

JEDA.ID–Di Indonesia terdapat puluhan ribu kepala desa (kades). Selama ini kades dipilih secara langsung lewat pemilihan kepala desa (pilkades) layaknya pilpres.

Kadang pesta demokrasi di desa ini tidak kalah seru dengan pilpres atau pemilu. Banyak calon kepala desa yang bersaing ketat agar bisa menjadi orang nomor 1 di desa tersebut.

Jabatan kades memang cukup prestise yang sering diperebutkan lewat pilkades. Selain itu mulai 2020 mendatang, pemerintah sudah mengeluarkan aturan mengenai penghasilan tetap bagi kades.

Selain menerima penghasilan tetap, kades juga mendapatkan tunjangan lainnya seperti kesehatan hingga penghasilan sah lainnya.
Penghasilan tetap bagi kades diatur dalam Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 yang diteken Presiden Joko Widodo (Jokowi) sejak Februari 2019 lalu.

Disebutkan penghasilan tetap atau gaji kepala desa mulai Januari 2020 minimal Rp2,4 juta atau 120% dari gaji PNS golongan IIA.

PP tersebut juga menyebutkan penghasilan tetap sekretaris desa di Indonesia minimal harus Rp2,2 juta per bulan atau 110% dari gaji PNS golongan IIA. Sedangkan gaji perangkat desa minimal 100% dari gaji PNS golongan IIA yaitu Rp2,02 juta per bulan.

”Dalam hal ADD [alokasi dana desa] tidak mencukupi untuk mendanai penghasilan tetap minimal kades, sekretaris desa, dan perangkat desa lainnya sebagaimana dimaksud dapat dipenuhi dari sumber lain dalam APBDesa selain dana desa,” sebagaimana tertulis di PP itu.

Dalam beberapa tahun terakhir desa menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Kucuran untuk pembangunan di desa terus digencarkan lewat dana desa. Lalu bagaimana potret kepala desa di Indonesia saat ini?

Dalam Potensi Desa 2018, di Indonesia terdapat 80.498 kades/lurah. Bila dilihat dari jenis kelamin, sebagian besar kades/lurah adalah laki-laki yaitu 75.643 orang dan kades/lurah perempuan sebanyak 4.855 orang.

Berikut potret kades di Indonesia dilihat dari sisi usia dan tingkat pendidikan mereka.

Usia Kepala Desa/Lurah

< 24 Tahun: 45 orang

25-34 Tahun: 6.046 orang

35-44 Tahun: 25.506 orang

45-54 Tahun: 36.290 orang

55+ Tahun: 12.611 orang

Tingkat Pendidikan Kepala Desa/Lurah

Tidak pernah sekolah: 1.017 orang

Tidak tamat SD: 907 orang

Tamat SD: 1.656 orang

Tamat SMP: 7.545 orang

Tamat SMA: 46.567 orang

Tamat DIII: 2.235 orang

Tamat S1: 18.260 orang

Tamat S2: 2.289 orang

Tamat S3: 22 orang

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.