• Sun, 14 August 2022

Breaking News :

Pekerja Serabutan Harus Pintar Atur Keuangan, Ini Caranya

Pekerja serabutan harus pintar-pintar mengatur uang. Hal ini karena pekerja serabutan memiliki penghasilan tak menentu.

JEDA.ID-Di tengah pandemi corona, pekerja serabutan harus pintar-pintar mengatur uang. Hal ini karena pekerja serabutan memiliki penghasilan tak menentu.

Ya! Pandemi virus corona jenis baru penyebab Covid-19 mengancam keuangan masyarakat, terlebih mereka sebagai pekerja lepas. Pasalnya mereka tidak terikat dalam satu perusahaan, selama pandemi ini juga tidak dibutuhkan dan otomatis tidak dapat penghasilan. Tips keuangan kali ini membahas tips mengatur keuangan bagi pekerja serabutan.

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, menyarankan agar masyarakat yang berpenghasilan sebagai pekerja serabutan harus lebih disiplin dalam mengelola keuangan.

Mulai Pikirkan Dampak Ekonomi, WHO Kini Tak Sarankan Lockdown?

“Artinya ketika sedang banyak order, mereka harus lebih disiplin dalam menabung dan menyiapkan dana daruratnya, dibandingkan dengan yang mereka belanjakan untuk konsumsi,” kata Andy seperti dikutip dari detikcom, Minggu (11/10/2020).

Saat kondisi sedang tidak ada job seperti saat ini, tabungan yang ada harus digunakan sebaik-baiknya. Jika tabungan pun sudah habis, maka disarankan untuk banting setir mencari penghasilan baru.

“Hal yang harus dilakukan adalah banting setir mencari penghasilan tambahan ataupun mencari pemasukan baru, bisa itu dengan cara berbisnis ataupun bekerja di tempat yang lainnya,” tuturnya.

Untuk saat ini disarankan agar mengeluarkan uang hanya untuk kebutuhan yang bersifat wajib seperti membayar tagihan, hingga kebutuhan makan. Tidak disarankan untuk membeli hal-hal yang bersifat keinginan semata.

“Disarankan lebih pada untuk pembayaran kewajiban dan kebutuhan sehari-hari seperti pembayaran cicilan utang atau kredit, tagihan listrik dan air, serta kebutuhan lainnya seperti uang sekolah anak beli kuota, biaya transport dan lain sebagainya. Yang sebaiknya tidak dikonsumsi adalah hal-hal yang lebih bersifat keinginan dibandingkan kebutuhan,” sarannya.

Melongok Sejarah 5G, Korea Selatan Kali Pertama Menerapkan Jaringan Ini

Hal yang sama juga dikatakan oleh Pengamat Perencana Keuangan, Eko Endarto. Menurutnya, masyarakat yang pekerjaannya terdampak pandemi harus mencari sumber penghasilan lain dan tidak hanya bergantung pada satu sumber.

“Kalau memang sama sekali nggak ada penghasilan maka kuncinya harus mencoba mencari penghasilan dan tidak hanya bergantung satu sumber aja,” tandasnya.

Rawan Tumbang Kena Corona

Ada banyak profesi yang rawan tumbang terhantam badai corona. Tidak hanya sebagai penonton bayaran, ada pekerjaan lain yang dinilai rentan hilang karena corona ini. Misalnya event organizer (EO), hingga penyedia aksesori dekorasi lainnya.

“Di antaranya, penyedia aksesori dekorasi (bunga, backdrop, flyer, dan lain-lain untuk acara-acara pertemuan, hiburan, pameran, hajatan, dan event-event lainnya,” jelas Andy.

Selain itu ada pekerjaan sejenis lainnya yang rentan hilang karena corona yakni jasa fotografer, biro travel, serta pemandu wisata (tour guide).

“Kalau pekerjaan-pekerjaan freelance yang hilang atau berkurang itu seperti jasa fotografer baik yang di studio maupun outdoor, videographer, event organizer, wedding organizer, biro travel dan para guide serta tour leadernya,” ucap  Andy Nugroho.

“Pemain teater dan para penari baik tradisional maupun modern, pemusik baik yang pro maupun amatir [juga rentan hilang karena corona],” tambahnya.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.