Melongok Sejarah 5G, Korea Selatan Kali Pertama Menerapkan Jaringan Ini

Sejarah 5G tentu tidak bisa lepas dari penerapan generasi pertama atau 1G. Sejarah 5G mencatat Korea Selatan sebagai negara pertama yang menerapkan jaringan ini.

JEDA.ID– Sejarah 5G tentu tidak bisa lepas dari penerapan generasi pertama atau 1G. Sejarah 5G mencatat Korea Selatan sebagai negara pertama yang menerapkan jaringan ini.

Pada Desember 2018, Korea Selatan menjadi negara pertama yang menerapkan jaringan 5G. Sejak saat itu, jaringan super cepat itu telah diimplementasikan di beberapa negara seperti China dan Amerika Serikat, kemudian dipastikan bakal menyambangi pula negara-negara lainnya.

Nah, sejarah 5G tentu tidak bisa lepas dari penerapan generasi pertama atau 1G, yang pertama kali diperkenalkan di Jepang pada tahun 1979 oleh Nippon Telegraph and Telephone (NTT). Dilanjutkan kemudian di 1983, Amerika Serikat menyetujui operasional 1G dengan ponsel Motorola DynaTac sebagai ponsel pertama yang dipakai secara luas.

Setelah era 1G, jaringan selular 2G dengan standar GSM diluncurkan di Finlandia pada 1991. Suara via ponsel menjadi lebih jernih dan selain itu, untuk pertama kalinya orang bisa mengirimkan SMS, gambar, pesan bahkan MMS (multimedia messages) dari ponsel.

Tembang “Lingsir Wengi” Bukan Lagu Pemanggil Arwah, Ada Makna Mendalamnya Loh

Pada awalnya, kecepatan transfer 2G hanya sekitar 9,6 kbits/s. Pada akhir eranya, kecepatan 40 kbit/s tercapai dan koneksi EDGE menawarkan kecepatan sampai 500 kbit/s. Era 2G membuat pemakaian ponsel semakin merebak.

Berlanjut ke 3G yang kali pertama rilis di Jepang di 2001 oleh NTT DoCoMo. Kapabilitas transfer datanya meningkat 4 kali lipat dari 3G. Layanan baru seperti video call, video streaming sampai voice over IP makin merebak.

Dikutip dari detikcom, Sabtu (10/10/2020), pada 2002 BlackBerry diluncurkan dengan bermacam fitur powerful pada saat itu yang dimungkinkan karena adanya jaringan 3G. Peluncuran iPhone pada tahun 2007 menandai akhir era 3G untuk menuju ke 4G, karena kapabilitas jaringan perlu dipercanggih seiring era smartphone.

Kali pertama  5G diterapkan adalah di Swedia dan Norwegia pada 2009 dengan standar Long Term Evolution (LTE) 4G. Berbagai negara kemudian melancarkannya, membuat video streaming kualitas tinggi menjadi hal umum. User dapat mengakses internet dengan kecepatan tinggi.

Jaringan 4G saat ini merupakan standar telekomunikasi mobile dunia, namun ternyata belum semua area dapat menikmatinya. Walau begitu, kemajuan teknologi tak dapat dibendung dan lahirlah 5G.

Kelahiran 5G

Awal  2000-an, periset mulai merasakan 3G dan bahkan 4G tidak akan mendukung teknologi telekomunikasi masa depan. Maka mulai dipikirkan pengembangan jaringan 5G dengan koneksi jauh lebih ngebut.

Tahun 2012, studi 5G sudah dilakukan di negara seperti Jepang, Amerika Serikat dan Inggris. Tahun 2014, perusahaan seperti Samsung dan Huawei memulai riset 5G. Hingga akhirnya pada tahun 2017, 77 operator di 49 negara telah melakukan trial jaringan generasi baru ini.

Berlanjut setahun kemudian, beberapa negara mulai meluncurkan jaringan 5G secara terbatas di lokasi tertentu. Korea Selatan pun meluncurkan trial 5G pada Olimpiade Musim Dingin 2018. Hingga akhirnya negeri ginseng ini menjadi negara pertama yang mengkomersialkan 5G di 2019.

Awas OTP Melalui SMS Paling Rawan Dibobol! Ini Sebabnya

Pada saat inu, 5G sudah tersedia secara terbatas di sekitar 34 negara dan tentu akan semakin meluas. Terlebih beberapa vendor besar telah meluncurkan smartphone 5G dan lambat laun banderolnya kian terjangkau.
Manfaat jaringan super cepat ini pun segudang. Pada 8 Januari 2019 misalnya, seorang ahli bedah di Fujian, Cina, berhasil operasi pengangkatan hati hewan uji lab dengan lengan robotik yang berada sekitar 50 km jauhnya, alias secara remote. Dengan koneksi 5G cepat dan stabil, dokter mengeksekusi jalannya operasi.

Dengan headset VR standalone dipasarkan, web augmented reality (AR), dan virtual reality (VR) kemungkinan besar akan berpindah ke cloud daripada tetap menggunakan PC. Di sinilah 5G masuk, di mana koneksi amat cepat dengan latensi rendah membebaskan gamer dari keharusan menggunakan headset berkabel atau mual yang disebabkan masalah latensi.

Koneksi 5G juga memungkinkan mobil otonom untuk berinteraksi satu sama lain secara real time, terwujudnya mobil tanpa pengemudi semakin dekat dengan realisasi. Nah, bagaimana? Kalian siap menyongsong era 5G?

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.