Pahami 7 Alur Pendaftaran Tes CPNS

Pada tahap awal pendaftaran tes CPNS, calon peserta harus menginput nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga atau NIK kepala keluarga.

JEDA.ID–Pengumuman penerimaan CPNS atau calon pegawai negeri sipil tinggal menghitung hari. Setelah masa pengumuman selama 15 hari, calon peserta harus melakukan pendaftaran tes CPNS di laman resmi Badan Kepegawaian Negaea (BKN).

BKN dalam siaran pers yang dikutip dari laman resmi mereka, Jumat (18/10/2019), menyatakan pada tahap awal pendaftaran tes CPNS, calon peserta harus menginput nomor induk kependudukan (NIK) dan nomor kartu keluarga atau NIK kepala keluarga.

Sebelum melakukan proses input data, calon peserta diminta memastikan kedua data tersebut telah sesuai dengan data kependudukan di Dirjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri.

Berikut proses pendaftaran tes CPNS sebagaimana disampaikan BKN.

1. Buka portal SSCASN, https://sscasn.bkn.go.id/

2. Buat akun SSCN 2019 menggunakan NIK dan nomor kartu keluarga atau NIK kepala keluarga

3. Login menggunakan NIK dan password yang telah didaftarkan

4. Lengkapi biodata

5. Pilih formasi dan jabatan sesuai pendidikan

6. Lengkapi data, kemudian unggah dokumen

7. Cek resume, cetak kartu pendaftaran

BKN mengingatkan pengumuman penerimaan resmi akan dipublikasikan di website dan media sosial instansi penerima formasi dan juga portal SSCASN. Sebelum pengumuman pendaftaran daring dibuka secara resmi pada bulan November, portal SSCASN belum dapat diakses.

Kepala Biro Humas BKN Mohammad Ridwan dalam siaran pers itu menyatakan BKN telah menyiapkan infrastruktur portal Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN) dan pelaksanaan seleksi berbasis Computer Assisted Test (CAT) BKN sebagai tools utama dalam seleksi CPNS.

Dua Jenis Formasi

Sebelum membuka pendaftaran tes CPNS, BKN mengumumkan lowongan yang dibuka sebanyak 197.117 formasi dengan rincian instansi pusat 37.854 formasi di 74 kementerian dan lembaga serta instansi daerah 159.257 formasi di 467 pemerintah daerah.

Ada dua jenis formasi yang dibuka yakni formasi umum dan formasi khusus. Formasi khusus ini untuk cumlaude, diaspora, disabilitas, putra-putri Papua, dan formasi lainnya yang bersifat strategis di pusat.

Sesuai jadwal yang disiapkan BKN, pendaftaran akan berlangsung pada akhir Oktober hingga awal November 2019. Pengumuman pendaftaran akan dilanjutkan dengan pembukaan registrasi daring (online) pada November 2019.

Pengumuman hasil seleksi administrasi diagendakan pada Desember 2019 dan dilanjutkan dengan pengumuman jadwal dan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada Januari 2020.

Pelaksanaan SKD CPNS akan dilakukan pada Februari 2020 dan hasilnya akan diumumkan pada Maret 2020. Baru kemduian dilakukan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Integrasi kedua hasil seleksi dijadwalkan akan berlangsung pada April 2020.

Sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, sebelum pendaftaran tes CPNS, akan dilakukan pengumuman selama 15 hari. ”Itu ada waktu 15 hari kalender untuk sekadar mengumumkan. Dan enggak boleh diinterupsi jadi 10 hari, wajib. Di PP 11/2017 tentang Manajemen PNS ada itu,” jelas Ridwan.

Dalam waktu 15 hari kalender sejak diumumkan secara resmi, masyarakat dapat mengakses formasi apa saja yang tersedia melalui website dan media sosial milik masing-masing instansi termasuk di portal sscasn.bkn.go.id.

“Hari ini sampai nanti pengumuman penerimaan resmi dibuka, portal SSCASN belum bisa diakses karena memang belum dibuka. Entry formasi pun belum dilakukan, wong mereka belum menerima. Kalau ada netizen atau warganet yang ngeluh belum buka, ya emang belum. Sekarang ini masih tahap pembagian formasi,” kata dia.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Syafruddin mengatakan perekrutan CPNS akan dimulai 25 Oktober. Proses diawali dari pengumuman dan dilanjutkan pendaftaran tes CPNS.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.