Mobil Kepresidenan dari Era Soekarno hingga Jokowi

Di era SBY, mobil Kepresidenan adalah Mercedes Benz S600 tahun 1994.

JEDA.ID – Mercedes Benz kabarnya telah mengirimkan mobil dinas Presiden ke kantor Sektretariat Negara baru baru ini, Kamis (9/1/2020). Bisa dipastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tahun ini akan menggunakan mobil kepresidenan terbarunya Mercedes Benz S600 Guard.

Mobil ini menggantikan S600 Guard lama yang telah digunakan Presiden hingga saat ini. Mercedes Benz S600 Guard yang digunakan Jokowi saat ini telah berumur 10 tahun, dan merupakan mobil yang telah digunakan presiden sebelumnya.

Mercedes Benz S600 adalah sedan premium untuk kalangan pemimpin negara. Mobil ini dikembangkan bersama salah satu anak perusahannya, Maybach.

Mesin yang terpasang bertipe B6/B7 V12 biturbo berkapasitas 5.5 L yang mampu mengeluarkan tenaga hingga 517 hp pada putaran mesin 5.000 rpm. Torsi optimal dari mobil ini mencapai 830 Nm pada putaran 1.800-3.500 rpm.

Kecepatan tertinggi dari kendaraan ini dibatasi secara elektronik pada 210 km/jam. Mercedes mengklaim mobil berkapasitas empat penumpang tersebut memiliki kemampuan bagi figur penting sekelas kepala negara untuk melakukan perjalanan secara aman.

Generasi terdahulu Mercedes Benz S600 hingga versi baru. (Istimewa)

Generasi terdahulu Mercedes Benz S600 hingga versi baru. (Istimewa)

S600 Peninggalan Soeharto

Di era SBY, mobil Kepresidenan adalah Mercedes Benz S600 tahun 1994. Mobil keluaran tahun 1994 yang tahan peluru ini sudah digunakan sejak zaman Soeharto tahun 1995.

Meski menggunakan mobil warisan Presiden Soehato, SBY juga menggunakan mobil lain. Dalam kondisi tertentu, seperti contoh ke luar kota atau banjir, Presiden SBY sering dilihat menggunakan mobil pribadinya, BMW X5 anti peluru.

Bukan cuma SBY, Ketiga Presiden Indonesia sebelumnya, Abdurrahman Wahid, Megawati, BJ Habibie, menggunakan mobil lungsuran Soeharto itu. Tak ada perubahan selama enam tahun jabatan dan suksesi kepemimpinan.

Meski begitu, di luar jabatannya, Habibie saat ini mengoleksi puluhan mobil di basement rumahnya. Salah satu koleksinya adalah Mercedes Bens SL300 – Gullwing.

Meski tak mengkoleksi mobil, Abdurrahman Wahid alias Gus Dur selalu punya ciri khas pada mobil pribadinya. Gus Dur selalu menggunakan plat nomor 1926 AW yang menunjukkan kelahiran Nahdlatul Ulama tahun 1926 dan kependekan namanya yakni AW.

Sedangkan Megawati kerap menggunakan sedan mewah Jepang yakni Lexus dengan plat nomor B 1 PDI untuk menghadiri sejumlah acara.

Pada 2007, pemerintah akhirnya melakukan peremajaan dan menggantinya dengan Mercedes Benz seri S600 Guard, yang masih digunakan hingga masa Jokowi sekarang.

Era Soeharto

Seoharto menggunakan beberapa merk mobil sebagai tunggangannya sehari-hari. Dikutip dari Antara, Soeharto awalnya menggunakan Cadillac Fleetwood 75 Limousine buatan tahun 1966.

Setelahnya, Cadillac Fleetwood Brougham itu digunakan Soeharto sejak 1987 hingga 1990. Cadillac Fleetwood Brougham diproduksi antara 1972-1986. Mobil ini didesain oleh Bill Mitchell dan dirakit di Detroit, Michigan, Amerika Serikat.

 Cadillac Fleetwood Brougham

Cadillac Fleetwood Brougham. (Istimewa)

Mobil ini memiliki dimensi panjang 5,613 mm, lebar 1,913 mm dan tinggi 1,440 mm. Sementara wheelbase-nya 3,084 mm.

Cadillac Fleetwood Brougham memiliki pilihan mesin yang beragam. Sedikitnya ada enam mesin dengan kubikasi berbeda mulai dari 4,1 liter hingga 7 liter.

Merujuk pada tahun produksinya, mobil era Soeharto mengusung mesin 6.0 L L62 V8-6-4 V8 bertenaga 145 Tk dengan torsi 370 Nm.

Peremajaan terus dilakukan hingga jelang akhir masa pemerintahannya dan telah menjadikan Mercedes Benz G-Class sebagai mobil kenegaraan.

Mercedes G-Class ini merupakan tipe Sport Utility Vehicle (SUV) yang cocok di segala medan. Soeharto juga yang mempelopori penggunaan Mercedes Benz S600.

Huruf G di kata G-Class merupakan kependekan dari kata Geländewagen yang bermakna kendaraan segala medan.

Saat ini G-Class masih digunakan di lingkungan kepresidenan sebagai kendaraan operasional Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Mobil-Mobil Listrik yang Bakal Dijual di Indonesia

Soekarno-Hatta

Mobil pertama yang digunakan sebagai mobil dinas Presiden pertama RI adalah Buick-8 buatan Buick. Mobil ini yang menemani Soekarno, terutama dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia antara 1945-1949.

Mobil ini ditemukan oleh Ketua Barisan Banteng, Sudiro, pada 1945 di belakang kantor Departemen Perhubungan, pada akhir penjajahan Jepang 1945. Meski sudah berumur enam tahun, mobil berkapasitas 5 ribu cc ini merupakan yang terbagus di Jakarta saat itu.

Selain Mobil Buick-8, Mobil dinas Presiden Soekarno antara lain Cadillac 75, Mercedes-Benz 600, GAZ 13 , Zil 111, Lincoln Cosmopolitan (limosin cabrio) dan Chrysler Imperial.

Salah satu yang paling terkenal adalah Chrysler Imperial yang diproduksi pabrikan asal Amerika Serikat yakni Chrysler.

Di masa lalu, Imperial memang menjadi andalan Chrysler. Pabrikan ini mengeluarkan banyak generasi Imperial sejak 1926 (generasi pertama) hingga 1954 (generasi keenam).

Bahkan, untuk mengulangi kejayaannya, Chrysler mengeluarkan Imperial generasi ketujuh tahun 1990. Mobil generasi enam inilah yang digunakan oleh Soekarno, hadiah dari Raja Arab Saudi.

Mobil ini merupakan salah satu yang bersejarah, lantaran pernah menjadi sasaran bom granat di Cikini pada tahun 1957. Hal ini diketahui dari akun Instagram sang cucu yakni Puti Guntur Soekarnoputra.

Puti pada November 2018 sempat membuat video dirinya di depan mobil tersebut yang saat ini dimiliki kolektor bernama Budi Santoso di Surabaya. “Mobil ini pernah jadi saksi sejarah bangsa, salah satunya peristiwa granat Cikini tanggal 30 November 1957,” demikian tulis akun Instagram puti_soekarno.

Santuy Terjang Banjir Pakai Mobil Klasik Ini

Mobil DeSoto

Ada satu mobil lagi yang cukup ikonik di kalangan kepresidenan. Mobil DeSoto keluaran 1942 ini digunakan wakil persiden RI, Mohammad Hatta. Berbeda dengan mobil Buick-8 yang merupakan hasil temuan, mobil ini hadiah dari pengusaha Djohan Djohor.

Pengusaha sukses di Jakarta masa itu dengan maksud untuk membantu memobilisasi perjuangan disamping menghindari perampasan dari pihak Pendudukan Jepang di Indonesia.

Mobil inilah yang digunakan Mohammad Hatta dalam melaksanakan jabatannya sebagai Wakil Presiden baik di Jakarta maupun Yogyakarta. Mobil ini sempat berpindah tangan dan oleh pemiliknya digunakan sebagai angkutan umum (oplet).

Namun kemudian dibeli kembali oleh Mohammad Hatta dan direstorasi kembali dengan bantuan pengusaha Hasyim Ning. Itulah sebabnya mobil yang bernomor polisi Rep-2 ini, yang sudah menggunakan transmisi otomatis kondisinya tidak sebaik Buick-8 Rep-1 itu.

Pada mobil ini, seperti buick-8, terdapat sekat kaca yang memisahkan sopir dengan para penumpangnya. Berbeda dengan Buick-8 yang masih bisa digunakan, mobil DeSoto ini sudah tidak bisa digunakan lagi.

Mobil Dinas Mewah Kepala Daerah, Alphard sampai Rubicon

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.