Santuy Terjang Banjir Pakai Mobil Klasik Ini

Ampichar adalah mobil yang kali pertama diproduksi 1960-an dan menjadi satu-satunya mobil yang diperuntukkan untuk penggunaan darat dan medang genangan air.

JEDA.ID – Banjir Jakarta 2020 tak hanya menelan korban jiwa, tapi juga mengakibatkan banyak infrastruktur rusak parah termasuk mobil. Hal ini yang membuat netizen mendadak kagum dengan mobil-mobil yang dengan mudah bisa menerjang banjir.

Salah satunya disampaikan abang @pergijauh, Gofar Hilman. Penyiar radio yang belakangan juga tenar lewat channel Youtubenya ini mengungkap BMW E90 AMG Line yang terdampak banjir. Mobil BMW terdampak kebanjiran juga diunggah pemilik Lawless Burger ini di akun Twitter.

BMW E90 adalah jenis mobil sedang yang komponennya bisa rusak parah akibat terendam banjir. Apalagi jika komponen utama dari mesin seperti Electronic Control Unit (ECU) yang terserang.

Mobil jenis sedan memang tidak dirancang untuk menerjang banjir. Selain konfigurasi kerangka, mobil jenis sedang punya banyak komponen yang rawan rusak parah jika melewati genangan air.

SUV Diesel

Mobil yang lebih cocok untuk menerjang banjir adalah jenis-jenis SUV (sport utility vehicles) atau MPV dengan sasis leader frame. Mobil jenis ini lebih kuat apalagi mobil-mobil berbahan diesel.

Maka tak heran jika mobil seperti Panther dapat dengan mudah menerjang banjir. Salah satu Panther bahkan sempat kembali viral karena ketangguhanya menerjang banjir.

Isuzu Panther menggendong mesin direct-injection diesel 4JA1-L with turbo charger. Mesin diesel bisa tetap aman melintasi banjir jika beberapa bagiannya tetap kering.

Secara teknis mobil diesel juga tidak memerlukan busi untuk pengapian. Mbil yang menggunakan busi seperti mobil berbahan bakar bensin lebih rawan terkendala dengan air.

Isuzu Panther sendiri memiliki posisi intake di atas roda atau fender. Posisi baterai Panther juga tinggi.

Meski mobil diesel aman melintasi banjir, pengendara disarankan tetap menghindari banjir. Soalnya, posisi mesin atau air intake setiap mobil bisa berbeda-beda.

B30 Diterapkan 2020, Solar Bakal Dicampur Kelapa Sawit 30%

Amphicar 1961

Mobil diesel memang lebih tahan melewati banjir, tapi ada pula mobil yang diciptakan untuk melintasi air. Amphicar namanya. Sayang mobil yang dibuat awal dekae 1960-an ini sudah tak lagi diproduksi.

Meski berumur pendek, namun Amphicar di masanya bukan mobil yang umum, karena seluruh pemiliknya merupakan kalangan berkantong tebal.

Amphicar di masanya telah menjadi ikon sebagai mobil mahal yang hanya dimiliki kalangan terbatas. Tak heran jika mobil ini hanya memiliki jumlah produksi sekira 4.000 unit dan saat ini diperkirakan hanya ada 2.000 unit yang tersisa di tangan para kolektor mobil klasik.

Amphicar merupakan mobil klasik yang diproduksi mulai 1961. Mobil model coupe dua pintu ini terbilang mobil yang handal tak hanya di lintasan aspal, namun juga tangguh berjalan di permukaan air.

“Amphicar di masanya merupakan mobil mewah karena harganya mahal. Sehingga tidak sembarang orang bisa memilikinya. Karena itu mobil ini tidak diproduksi dalam jumlah banyak, hanya sekira 4.000 unit. Saat ini mungkin populasinya tinggal 2.000 unit,” jelas Schussler salah satu pemilik amphicar dalam video Car Club USA.

Menurut dia, mantan Presiden AS Lyndon B Johnson pernah memiliki mobil ini. Sehingga, nilai eksklusivitasnya menjadi semakin tinggi saat itu.

Kini siapa saja bisa memilikinya. Umumnya para pemilik mobil membawa serta keluarga mereka saat “touring”. Mereka masuk ke danau dan berjalan-jalan bersama, seperti naik kapal pribadi.

Karena tidak ada atap, pada siang hari mereka memasang payung untuk melindungi dari paparan matahari. Namun, sebenarnya mobil itu memiliki soft top yang digunakan jika cuaca hujan.

Amphicar diproduksi massal pada 1962 hingga 1967 di Jerman. Tenaga yang dihasilkan 43 hp dari mesin berkapasitas 1.147 cc. Transmisinya dibuat secara khusus oleh Porsche. Di darat Amphicar bisa melaju 70 kilometer per jam, sementara di air hanya 10 km/jam.

Mengintai Seusai Banjir, Ini yang Harus Diketahui soal Leptospirosis

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.