Menjelajah Taman Nasional Baluran, Afrika Kecil di Jawa

Masuk ke area sabana, pengunjung seperti dibawa ke dalam suasana sabana Afrika yang gersang.

JEDA.ID–Anak keempat pasangan Tinda dan Doni lahir Sabtu, 28 April 2018. Beberapa hari berselang, Sekretaris Daerah Situbondo memberi nama Srikandi. Tinda dan Doni adalah banteng di Suaka Banteng Baluran di kawasan Taman Nasional Baluran.

Banteng tidak bisa dilepaskan dari Taman Nasional Baluran yang berada di Situbondo-Banyuwangi, Jawa Timur itu. Banteng merupakan maskot Taman Nasional Baluran yang kerap mendapat julukan Afrika Kecil di Jawa. Julukan itu tidak lepas dari Baluran yang didominasi sabana. Dari 25.000 hektare lahan Taman Nasional Baluran, 40%-nya berupa sabana.

Bila menuju Taman Nasional Baluran dari Surabaya, setidaknya butuh waktu sekitar lima jam untuk sampai lokasi. Meski menempuh perjalanan jauh sekitar 200 km, pemandangan indah akan menyapa di setiap perjalanan utamanya sekitar pantai. Memasuki kawasan Taman Nasional Baluran, pemandangan pantai berubah jadi jejeran akasia.

Sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, memasuki Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih, tepatnya di antara jalan raya Banyuwangi-Situbondo km 35, pintu gerbang Taman Nasional Baluran terlihat. Setelah melapor, dari pintu gerbang, perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Padang Savana Bekol.

Menyusuri hutan kering dengan akses jalan yang kurang bagus, perjalanan menuju padang sabana menghabiskan waktu sekitar 30 menit. Sepanjang perjalanan kita akan disajikan pemandangan sekawanan kera ekor panjang yang sedang mencari makan, selain juga kerap ditemukan burung-burung langka yang bertengger di ranting pohon.

Padang Savana Bekol (JIBI)

Padang Savana Bekol yang merupakan sabana terluas di Pulau Jawa. Masuk ke area sabana, pengunjung seperti dibawa ke dalam suasana sabana Afrika yang gersang. Pemandangan sabana makin menawan dengan latar belakang Gunung Baluran yang menjulang 1.247 meter di atas permukaan laut.

Padang Savana Bekol menjadi habitat bagi sekawanan binatang endemik Indonesia, seperti kera ekor panjang , rusa, hingga banteng.
Menurut catatan, Taman Nasional Baluran memiliki kekayaan fauna seperti 28 jenis mamalia dan 189 burung. Selain itu ada 444 pesies flora, 24 jenis di antaranya merupakan tumbuhan eksotis.

Pantai Bama

Di Taman Nasional Baluran terdapat beberapa tempat yang menarik untuk dikunjungi. Ada Batangan. Di sini kita bisa melihat peninggalan sejarah/situs berupa gua Jepang, makam putra Maulana Malik Ibrahim, atraksi tarian burung merak pada musim kawin antara bulan Oktober dan November. Bagi yang ingin menginap, di tempat ini terdapat bumi perkemahan.

Kemudian ada Bekol dan Semiang. Dari lokasi ini kita bisa mengamati satwa seperti ayam hutan, merak, rusa, kijang, banteng, kerbau liar, burung. Tidak perlu bingung dengan fasilitasnya karena ada wisma peneliti, wisma tamu, hingga menara pandang.

Yang tak kalah menarik adalah Bama, Balanan, dan Bilik. Di tempat ini kita bisa memancing, menyelam/snorkeling, dan melihat perkelahian antara rusa jantan pada bulan Juli-Agustus. Jika beruntung kita bisa melihat ekawanan kera abu-abu yang memancing kepiting/rajungan dengan ekornya pada saat air laut surut.

taman nasional baluran

Pantai Bama (JIBI)

Tempat yang cukup ekstrem dikunjungi adalah Manting, Air Kacip. Di tempat ini ada sumber air yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Kawasan ini menjadi habitat macan tutul . Untuk yang suka petualangan, ada Curah Tangis. Di tempat ini ada spot untuk panjat tebing setinggi 10-30 meter, dengan kemiringan sampai 85%.

Pengunjung juga bisa melakukan hiking menuju Gunung Baluran yang eksotis. Gunung ini menjadi sangat indah karena dilengkapi dengan kaldera sepanjang 600 meter, selain terdapat sumber mata air yang selalu mengalir sepanjang tahun. Bila datang ke Baluran, ada waktu yang pas yaitu Maret hingga Agustus setiap tahunnya.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.