Mengintip Teknologi Masa Depan yang Dipamerkan di CES 2020

Perusahaan teknologi berlomba-lomba memperkenalkan inovasi masing-masing untuk CES 2020.

JEDA.ID – Consumer Electronics Show (CES) 2020 menjadi pembukaan manis di tahun ini bagi para pecinta teknologi. Diselenggarakan 7-10 Januari 2020, ajang ini menjadi sarana bagi publik untuk mengintip teknologi masa depan.

Di gelaran CES 2020 kali ini, perusahaan teknologi berlomba-lomba memperkenalkan inovasi masing-masing. Di antara yang paling menonjol adalah kehadiran robot dengan AI (artificial intelligence) dan teknologi berbasis AR (augmented reality).

Berikut sejumlah teknologi masa depan yang diperkenalkan di CES 2020;

Robot Hidup

Lovot sudah banyak mendapat sorotan sejak CES Unveiled, acara pratinjau media yang diadakan di Madalay Bay Convention Center. Robot Lovot merupakan hewan peliharaan mekanik dengan memiliki bentuk unik.

Hal menarik dari robot ini adalah bagaimana caranya merespons hal-hal yang bersifat manusia. Robot ini memiliki respon saat seseorang menunjukan kasih sayang. Mereka akan tertawa dan memberikan gerakan yang lucu.

Robot Lovot yang dipamerkan di CES 2020, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 5 Januari 2020. (Reuters/Steve Marcus)

Robot Lovot yang dipamerkan di CES 2020, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, 5 Januari 2020. (Reuters/Steve Marcus)

Robot buatan perusahaan Jepang ini kabarnya dibanderol US$3.000 atau Rp42 jutaan. Robot dibalut dengan kain terrycloth yang lembut. Selain memiliki fungsi hiburan, robot juga bisa digunakan sebagai kamera keamanan layaknya CCTV.

Robot dengan teknologi hampir serupa adalah Mars Cat. Mars Cat dibuat dengan bentuk dan tingkah laku yang sangat mirip dengan kucing. Mars Cat diciptakan oleh ElephantRobotic.

MarsCat sangat responsif dengan interaksi yang ditujukan kepadanya. Robot kucing ini mampu merasakan sentuhan, mendengar, melihat wajah, dan bermain dengan mainan.

Toyota punya alternatif yang cukup unik, T-HR3. Toyota T-HR3 merupakan robot yang diciptakan Toyota dengan desain berbentuk manusia. Robot ini mampu menggerakkan dan mengendalikan tubuhnya dengan lancar, mirip seperti manusia.

Toyota Humanoid Robot T-HR3. (Istimews/Toyota)

Toyota Humanoid Robot T-HR3. (Istimews/Toyota)

T-HR3 Toyota, ditenagai oleh teknologi GPU NVIDIA dan menggunakan sistem sinkronisasi canggih.

Robot ini dikendalikan oleh operator manusia yang memakai headset virtual reality (VR) dan menerima data melalui video dan data persepsi melalui komputer NvidiaJetson AGX Xavier di dalam robot.

Wajib Tahu, Ini Pengaruh Refresh Rate untuk Kecepatan Smartphone

Pembantu Manusia

Selain robot dengan sensitifitas manusia, CES 2020 menjadi ajang unjuk gigi teknologi robot penunjang pekerjaan manusia. Salah satunya adalah Bellabot. Robot ini berbentu kucing yang diciptakan oleh PuduTech dan berfungsi mengantarkan hidangan di sebuah restoran. Robot ini ditujukan bagi restoran yang kekurangan tenaga pelayan.

Robot ini mempunyai tubuh seperti rak yang mampu membawa makanan hingga mencapai berat 10 kg. Selain itu, BellaBotmemiliki kepala, wajah, dan kepribadian seperti seekor kucing.

Selain itu, AgilityRobotic juga menciptakan Digit, robot yang berfungsi untuk membawa dan mengangkat barang. Robot ini ideal untuk digunakan pada kegiatan pabrik dan industri.

Ford Motor menjadi perusahaan pertama yang membeli robot ini untuk kegiatan pabriknya. Digit juga memiliki bentuk yang sedikit mirip dengan manusia dengan dua kaki dan tangan.

Ada pula model super suit seperti bikinan perusahaan robotik Sarcos. Diberi nama Guardian XO, alat ini diciptakan untuk membantu para pekerja yang mengangkut barang.

Robot ini mampu membawa dan mengangkat beban lebih dari 45 kg. Guardian XO akan diuji coba untuk mengangkat barang-barang yang akan dibawa pesawat maskapai Delta Air Line.

Influencer-Influencer Bermasalah yang Bikin Gerah

Teknologi Lain

CES 2020 juga menjadi ajang unjuk gigi perangkat-perangkat unik lain. EnvisionBody merupakan perangkat lunak berbasis AR (augmented reality) yang mampu menunjukan hasil sebelum dan sesudah seseorang berolahraga.

Perangkat lunak ini menggunakan pelacakan kamera seluruh tubuh dan AI untuk menghasilkan versi semi-realistis dari penampilan seseorang.

Envision Body di CES 2020, 8 Januari 2020. (Reuters)

Envision Body di CES 2020, 8 Januari 2020. (Reuters)

Teknologi lain diperkenalkan sebuah perusahaan bernama Prinker. Perusahaan ini memamerkan Prinker S-nya yang merupakan printer tato temporer. Alat tersebut menyemprotkan tinta ke kulit seseorang dengan desain yang diinginkan.

Samsung punya manusia buatan bernama NEON. Dilansir dari laman GSM Arena, Rabu (8/1/2020) NEON merupakan manusia buatan yang dihasilkan secara digital dan secara visual terlihat mirip manusia asli.

Dalam pengembangannya NEON nantinya memiliki memori, kecerdasan, dan emosi. NEON nantinya diharapkan mampu menjadi perwakilan untuk layanan buatan atau concierge.

Seiring waktu, NEON diharapkan mampu menjadi pembawa acara TV, juru bicara, atau aktor film. Menurut STAR Labs, ini bisa menjadi kenyataan di masa depan, kapan pun itu.

STAR Labs menunjukkan bahwa NEON bukan asisten AI. Lebih dari itu, NEON mampu berbicara berbagai bahasa dan melakukan percakapan.

Tren Teknologi 2020: Tahun Suram Bagi Selebgram?

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.