Bisnis Kandas, Blackberry Bikin Teknologi Sepeda Motor Listrik

Blackberry yang disebut merupakan sisa-sisa dari perusahaan Research In Motion (RIM) yang kandas dalam bisnis smartphone dan perangkat lunak mobile gadget.

JEDA.ID – Blackberry muncul ke Consummer Electronics Show (CES) 2020 dengan wajah baru. Setelah bisnis ponsel kandas, Blackberry menawarkan gagasan baru berupa sistem canggih di sepeda motor dengan elektrifikasi.

Blackberry menatap 2020 dengan optimisme baru. Blackberry melupakan kisah getir kalah bersaing dengan Apple dan Android di pasar smartphone beralih membuat sportbike kekinian.

Blackberry menggandeng pabrikan roda dua asal Kolombia, Damon Motorcycles. Blackberry mencoba peruntungan dengan superbike bertenaga listrik dengan perangkat lunak sistem co-pilot.

Damon akan mengembangkan desain dan performa motor. Sedangkan Blackberry fokus pada perangkat lunak sistem co-pilot.

Kepala Eksekutif Damon, Jay Giraud mengatakan, motor akan dilengkapi dengan sistem yang mampu mencegah terjadinya kecelakaan.

“Banyak kecelakaan yang disebabkan pengendara motor. Bahkan, mereka sering dicap tukang kebut-kebutan. Padahal, pada kenyataanya tak semua demikian,” ujar Giraud, dikutip dari Esquireme, Jumat (10/1/2019).

Sportbike Canggih

Sebagai sistem pendukung keselamatan, Blackberry menyematkan kamera 1.080 pixel dan sensor gaya yang akan terhubung ke sistem. Di mana sistem tersebut selama ini sudah digunakan pada mobil Audi dan Toyota.

Motor listrik ini ditanami system QNX dari BlackBerry yang berfungsi memonitor lalu lintas di sekitar motor.

Sistem yang dibuat oleh kedua pihak seperti sistem co-pilot. Bisa memberikan peringatan atau mendeteksi tabrakan untuk pengendaranya. Menggabungkan radar, kamera 1080p 360 derajat, sensor non-visual, dan susunan telematika.

Kamera dan beberapa sensor canggih dapat membaca situasi dekat motor. Inputnya bisa muncul melalui monitor di helm atau layar di motor.

Sebagai langkah awal, sistem yang dikembangkan Blackberry akan disematkan pada superbike bernama Hypersport Pro.

Menyoal nama boleh jadi Damon adalah pemain baru di industri tanpa emisi. Dengan produk yang cuma satu, mungkin berat buat mereka bersaing dengan brand besar lain.

Sebutlah brand senegara seperti Harley-Davidson yang memutuskan memproduksi LiveWire. Tapi rasanya Damon punya peluang, terutama dengan konsep sport ini. Ditambah lagi adanya kerja sama dengan Blackberry.

Blackberry yang disebut merupakan sisa-sisa dari perusahaan Research In Motion (RIM). Pada awalnya, memang perusahaan Blackberry berdiri dengan menggunakan bendera RIM dan sempat menguasai pasar smartphone di dekade awal 2000.

Kemudian Blackberry Mobile hadir sebagai sebuah perusahaan yang fokus pada produksi android, dan diakuisisi oleh perusahaan China, TCL Communication.

Blackberry sempat fokus pada bisnis keamanan setelah sempat menjadi idola saat menelurkan ponsel dengan keyboard fisik qwerty. Sepaket dengan itu ada layanan Blackberry Messenger. Sayang popularitasnya meredup sejak ekspansi besar Android, Apple, disusul Samsung.

Mengintip Teknologi Masa Depan yang Dipamerkan di CES 2020

Pertaruhan Blackberry

CEO Blackberry, John Chen, menilai Iphone dan deretan ponsel Android sebenarnya tidak lebih baik dari Blackberry. Apalagi jika sudah menyangkut soal keamanan.

“Kami dulu mulai diserang oleh Apple dan Google. Mereka bukanlah ponsel yang lebih baik. Mereka tentunya tidak sama keamanannya,” kata Chen, dilansir Telegraph, Kamis (9/1/2020).

“Tapi di sisi lain, mereka adalah ponsel yang diinginkan orang. Anda tak bisa berargumentasi dengan apa yang orang inginkan. Anda bisa berkata hal itu tidak logis. Namun itulah yang mereka mau,” cetusnya.

Iphone dan Android datang dengan layar sentuh besar yang ternyata lebih banyak disukai. Belum lagi dukungan aplikasi pihak ketiga berlimpah. Blackberry pun kewalahan.

Smartphone legendaris Blackberry Curve 8530. (Istimewa)

Smartphone legendaris Blackberry Curve 8530. (Istimewa)

Begitu parah kejatuhan Blackberry sehingga mereka tidak lagi membuat smartphone sendiri. Smartphone Blackberry yang beredar sekarang adalah buatan pihak ketiga, yaitu TCL, yang mendapat lisensi.

Di bawah kepemimpinan Chen, Blackberry kini menyediakan software untuk kendaraan, drone, pembangkit listrik sampai stasiun luar angkasa. Cukup bagus kondisi bisnis mereka lantaran banyak yang memakai, termasuk di sekitar 150 juta kendaraan.

Perpindahan fokus bisnis itu menurut Chen bisa saja terjadi di perusahaan lain. “Sekitar 6 tahun silam, manufaktur ponsel terbesar adalah Ericsson, Motorola dan Blackberry. Tak ada satupun dari ketiganya membuat ponsel sendiri lagi,” ujarnya memberi contoh.

Bahwa kini Blackberry merupakan perusahaan yang benar-benar berbeda sudah diutarakan beberapa kali oleh petingginya. “Terima kasih kerena menggunakan sebuah Blackberry, tapi kami sudah move on,” kata Chief Technology Officer Blackberry, Charles Eagan belum lama ini.

Ia mengatakan salah satu tugasnya menjelaskan kalau Blackberry sekarang adalah perusahaan software sekuriti dan bukan lagi pembuat ponsel. “Blackberry dulu dan sekarang sangat sukses dan saya berharap orang-orang akan lebih mempelajari soal arah baru kami,” kata dia.

Aplikasi Ponsel Mengambil Hatimu, Mengubah Hidupmu

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.