Mengenal Surat Utang Antiasing yang Banyak Diburu Milenial

Generasi milenial berminat dengan surat utang antiasing karena nilainya juga terjangkau mulai Rp1 juta dan bunganya di atas deposito.

JEDA.ID–Surat utang negara (SUN) ritel yang diluncurkan pemerintah banyak diburu generasi milenial. Surat utang yang khusus untuk orang Indonesia alias antiasing ini laris manis di kalangan muda yang kian melek investasi.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Luky Alfirman menyatakan sepanjang 2019 sekitar 52% pembeli saving bond ritel (SBR) yang diterbitkan pemerintah datang dari generasi milenial.

”Alhamdulillah sepanjang 2019 generasi milenial mendominasi sebagai pembeli SBN [surat berharga negara] ritel kita. Bahkan jumlahnya mencapai 51-52%. Generasi milenial diharapkan berlanjut tahun ini,” kata Luky di Urban Garage, Jakarta, Rabu (29/1/2020), sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Kementerian Keuangan sebagja mengeluarkan produk investasi ini khusus untuk masyarakat Indonesia dan tidak ditawarkan ke investor asing. “Tujuan kita memperluas basis investor domestik. Khususnya menarik generasi milenial,” kata Luky.

Ada banyak faktor pendorong yang menjadikan generasi milenial memburu surat utang negara seoerti kemudahan cara membeli sampai banyaknya mitra distribusi.

Tak hanya itu, generasi milenial berminat dengan surat utang antiasing itu karena nilainya juga terjangkau mulai Rp1 juta. Bunga atau kupon yang ditawarkan juga menjanjikan yaitu di atas deposito.

Meski diminati, mungkin belum terlalu banyak yang mengenal surat utang negara. Surat utang negara merupakan surat pengakuan utang yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh negara RI sesuai masa berlakunya.

SUN digunakan oleh pemerintah untuk membiayai kebutuhan anggaran pemerintah seperti untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Deretan Investasi yang Cocok untuk PNS

Sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Keuangan, surat berharga negara untuk investor ritel adalah produk investasi yang diterbitkan oleh pemerintah dan dijual kepada WNI melalui agen penjual.

Sufrat utang ada dua jenis yaitu konvensional dan syariah. Konvensional dikenal dengan Obligasi Negara Ritel (ORI) dan Savings Bond Ritel (SBR) yang selama ini banyak diburu milenial. Ada pula jenis syariah adalah Sukuk Negara Ritel (SR) dan Sukuk Negara Tabungan (ST).

Untuk SBR, pemerintah mengeluarkan surat utang antiasing dengan seri SBR009. SBR ini menjadi alternatif investasi yang aman, terjangkau, mudah, menguntungkan dan menjadi wujud peran aktif dalam membangun negeri.

Kupon Mengambang

”Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penerbitan SBR009 juga akan digunakan untuk pembiayaan APBN 2020, di antaranya untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia,” sebagaimana tertulis di laman DJPPR Kementerian Keuangan.

Disebutkan ada banyak alasan yang menguntungkan mengapa berinvestasi lewat SBR. Misalnya dijamin oleh negara, nilai investasi mulai Rp1 juta, kupon mengambang dengan kupon minimal, serta ada fasilitas early redemption.

Kupon mengambang artinya besaran kupon SBR akan disesuaikan dengan perubahan BI 7 Day Reverse Repo Rate setiap tiga bulan sekali.

SBR ini ditawarkan mulai 27 Januari 2020-13 Februari 2020. Disebutkan investasi ini semakin mudah dengan adanya e-SBN. ”Melalui e-SBN, kini pembelian SBR009 dapat dilakukan dimana saja dan kapan pun secara online selama masa penawaran. SBR009 adalah instrumen Pemerintah yang dijual dengan mekanisme online.”

5 Hal yang Wajib Diperhatikan saat Memulai Investasi Online

Surat utang antiasing lainnya yang banyak familier adalah ORI. Misalnya pada 2019 lalu, pemerintah mengeluarkan ORI016 yang menjadi seri pertama ORI yang diterbitkan secara online melalui sistem e-SBN.

Untuk yang syariah ada Sukuk Ritel. Disebutkan Sukuk Ritel tidak mengandung unsur maysir (judi) gharar (ketidakjelasan) dan riba (usury), serta telah dinyatakan sesuai syariah oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

Penerbitan Sukuk Ritel menggunakan struktur akad Ijarah. Dana hasil penerbitan akan digunakan untuk kegiatan investasi berupa pembelian hak manfaat barang milik negara untuk disewakan kepada pemerintah serta pengadaan proyek untuk disewakan kepada pemerintah.

Imbalan berasal dari keuntungan hasil kegiatan investasi tersebut. Itulah beberapa surat utang antiasing yang layak dicoba. Selain menguntungkan, juga ikut membantu pembangunan.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.