Melihat SMA Pradita Dirgantara, Sekolah Salma Pembawa Merah Putih

Selain menetapkan sistem moving class, SMA Pradita Dirgantara ini juga menerapkan SKS seperti di perguruan tinggi.

JEDA.ID–Anggota Paskibra Salma El Mutafaqqiha Achzaabi, siswi SMA Pradita Dirgantara Boyolali, Jawa Tengah, sukses membawa baki bendera merah putih dalam upacara peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-74 Kemerdekaan Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019).

Momen spesial itu membuat Salma bahagia . ”Sejak kecil, saya suka lihat acara upacara bendera 17 Agustus di televisi. Sejak saat itu juga saya ingin menjadi seperti mereka. Dan sekarang sudah kesampaian. Ini adalah salah satu cita-cita saya yang terwujud,” ujar Salma, saat pelepasan di Boyolali, beberapa waktu lalu.

pembawa baki bendera

Salma El Mutafaqqiha Achzaabi (Solopos)

Perempuan kelahiran Malang yang bercita-cita menjadi penerbang TNI AU ini merupakan siswa Kelas XI SMA Pradita Dirgantara. Sekolah yang baru berdiri pada 2018 ini dikenal sebagai sekolah unggulan. Pendaftar sekolah ini berasal dari berbagai daerah di Tanah Air.

Terdapat sejumlah syarat ketat agar bisa lolos masuk SMA yang berkonsep boarding school (sekolah asrama) ini. Misalnya nilai rapor semester I-V untuk mata pelajaran Bahasa Inggris, Matematika dan IPA masing-masing minimal 90. Siswa SMP yang berminat masuk harus memiliki IQ ≥ 125.

”SMA Pradita Dirgantara adalah kerja sama antara Yayasan Ardya Garini dengan FKIP Universitas Sebelas Maret [UNS]. Pendidikannya yang mengedepankan kualitas manusia yang tinggi dari penguasaan sains, kedewasaan mental, kebebasan berkreativitas dan menjunjung pembentukan sikap mulia berwawasan kedirgantaraan,” sebagaimana tertulis di laman resmi SMA Pradita Dirgantara, sma.praditadirgantara.sch.id.

Kerja sama antara UNS Solo dengan yayasan itu diteken Rektor UNS Solo kala itu Ravik Karsidi dengan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) saat itu, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kini jadi Panglima TNI) di Gedung Rektorat UNS pada 17 April 2017.

Sekolah yang berada tidak jauh dari Bandara Adi Soemarmo Solo ini memiliki beragam fasilitas mewah. Ada ruang kelas subject-based yang didesain dengan memperhatikan aspek karakteristik mata pelajaran dan dinding kedap akustik.

Moving Class

Ruang kelas ini dibuat untuk mendukung konsep moving class yang diterapkan di SMA Pradita Dirgantara. Sistem ini berupa pembelajaran yang mana setiap guru mata pelajaran sudah siap mengajar di ruang kelas yang telah ditentukan sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya. Saat pergantian pelajaran bukan guru yang datang ke kelas, namun siswa datang ke kelas guru.

SMA Pradita Dirgantara

Ilustrasi kegiatan siswa di SMA Pradita Dirgantara (sma.praditadirgantara.sch.id)

”Dengan sistem moving class ini, seorang siswa dituntut untuk kreatif dalam belajar. Guru sudah tidak saatnya lagi memerintahkan siswa untuk belajar. Namun siswa harus belajar dengan kesadaran diri sehingga siswa mampu menguasai konsep dengan sepenuhnya,” sebagaimana tertulis di laman SMA Pradita Dirgantara.

Selain menetapkan sistem moving class, SMA Pradita Dirgantara ini juga menerapkan SKS seperti di perguruan tinggi. Disebutkan penerapan SKS dalam pengelolaan pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia merupakan suatu upaya inovatif untuk menambah kekayaan pengelolaan pembelajaran.

SMA Pradita Dirgantara

Lab Komputer SMA (sma.praditadirgantara.sch.id)

Dengan model SKS, siswa di SMA Pradita Dirgantara bisa mendapatkan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuan masing-masiing. Selian itu, mereka bisa menyelesaikan pendidikan sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing.

Sekolah ini juga memiliki laboratorium kelas premium seperti Lab. Komputer, Lab. Bahasa, Lab Fisika, Lab. Kimia, Lab. Biologi, dan Lab. NKRI. Fasilitas pendukung lainnya sangat beragam seperti fasilitas olah raga, ruang musik, asrama, perpustakaan, auditorium, ruang makan, dan lainnya.

sekolah unggulan

Asrama SMA Pradita Dirgantara (sma.praditadirgantara.sch.id)

Untuk urusan makan, karena menerapkan sistem asrama, siswa makan tiga kali sehari di sekolah. Ada sistem prasmanan atau siswa dapat mengambil sendiri menu yang diinginkan. Sedangkan saat istirahat siswa memperoleh makanan ringan khas indonesia.

Meski sekolah ini tergolong baru, siswa SMA ini telah menorehkan sejumlah prestasi mentereng. Hal itu juga tidak lepas dari banyaknya kegiatan pendukung di sekolah ini mulai dari seni, olahraga, bela diri, sains, bahasa, hingga kepemimpinan.

SMA Pradita Dirgantara

Ruang makan di sekolah (sma.praditadirgantara.sch.id)

”Pendidikan memegang peranan sentral dalam pembangunan bangsa karena dari sinilah kecerdasan, kreatifitas, maupun watak dari generasi penerus akan terbentuk.”

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.