Lowongan Guru Mayoritas Lewat Jalur PPPK

Lowongan guru yang dibuka dikhawatirkan hanya menambal sulam jumlah guru pensiun, namun belum bisa menutup total kekurangan guru.

JEDA.ID–Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyebut jumlah guru saat ini belum mencukupi untuk kebutuhan pengajaran. Untuk menutup kekurangan guru, pemerintah akan membuka lowongan guru melalui jalur CPNS dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Supriano, menyatakan kekurangan guru mencapai 707.000 orang dari tingkat SD sampai SMA. Berdasarkan data GTK Kemendikbud di laman gtk.kemdikbud.go.id, Sabtu (31/8/2019), jumlah guru dan tenaga kependidikan mencapai 3,35 juta orang yang terdiri atas 2,9 juta guru dan 451.000 tenaga kependidikan.

Supriano menyebut akan menambah kebutuhan guru melalui perekrutan aparatur sipil negara (ASN) 2019 yang akan datang. ”Minimal, kita setiap tahun merekrut 100.000 guru,” kata dia sebagaimana dikutip dari laman Kemendikbud.

Dia menambahkan berdasarkan aturan, lowongan guru yang akan dibuka adalah 30 persen dari calon pegawai negeri sipil (CPNS) dan 70 persen dari jalur PPPK . Namun, untuk jumlah yang akan direkrut tahun ini masih belum bisa dipastikan.

Supriano mengatakan, pada 2018 sebanyak 69.000 guru lolos melalui jalur seleksi CPNS. Selanjutnya, pada awal 2019 dibuka jalur seleksi PPPK dan meloloskan sekitar 34.000 guru. Aturan tentang PPPK atau honorer kontrak ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018.

Pengangkatan PPPK menjadi peluang bagi para guru honorer yang berusia di atas 35 tahun untuk mendapatkan kesejahteraan layaknya guru PNS.

Aturan ini diterbitkan pemerintah sebagai jawaban bagi honorer yang tidak bisa diangkat menjadi PNS lantaran batas usia yang sudah lewat 35 tahun.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengatakan lowongan CPNS 2019, termasuk lowongan guru, akan dibuka seusai pelantikan Presiden Republik Indonesia.

Sebagaimana dikutip dari Liputan6.com, jumlah lowongan yang dibuka tidak mengalami perubahan yaitu tetap 100 ribu orang. Sementara untuk PPPK sekitar 50.000 orang.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan seluruh instansi baik kementerian/lembaga atau pemerintah daerah telah menyetorkan data kebutuhan pegawai untuk seleksi CPNS.

Krisis Guru

Ketika saat ini terjadi kekurangan guru, hal yang mengkhawatirkan adalah banyaknya jumlah guru yang berusia tua alias tidak lama lagi akan pensiun. Lowongan guru yang dibuka dikhawatirkan hanya menambal sulam jumlah guru pensiun, namun belum bisa menutup total kekurangan guru.

Berdasarkan data GTK Kemendikbud, 27% atau sekitar 793.000 guru berusia 5-59 tahun. Dalam hitungan tahun, mereka akan pensiun. Kondisi ini hampir merata terjadi di semua provinsi di Indonesia. Di Pulau Jawa, hampir semua provinsi kecuali Banten, guru berusia 50-59 tahun, mendominasi.

Jawa Tengah misalnya. Jumlah guru berusia 50-59 tahun mencapai 112.803 orang atau 33% dari total guru. Kondisi yang sama terjadi di Jawa Barat dan Jawa Timur. Di Jawa Timur, sekitar 31% guru berusia di atas 50 tahun.

Di beberapa daerah lain, jumlah guru yang tua tidak sebanyak yang muda, namun tetap menghadapi kekurangan guru. Hal ini yang dialami Sulawesi Selatan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Setiawan Aswad, menyebut persoalan kekurangan guru ini bukan hanya terletak pada jumlah, namun juga pada distribusi guru.

Meskipun secara rasio guru dan siswa di Sulsel sudah sesuai dengan kondisi ideal, yaitu satu guru mengajar 25 atau 30 peserta didik, namun pemda ingin memastikan kebutuhan guru di satuan pendidikan sampai dengan kabupaten/kota dan provinsi terpenuhi dengan baik.

Aplikasi e-Bursa Guru dibuat untuk mampu menyaring dan memperlihatkan kelebihan dan kekurangan guru di satuan pendidikan, sampai dengan di kabupaten/kota. Hal itu akan memudahkan ketika akan membuka lowongan guru.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.