Lebih Aman Mana Ya, Telegram atau WhatsApp?

Telegram disebut sebagai aplikasi pengiriman pesan yang berfokus pada kecepatan dan keamanan penggunanya.

JEDA.ID —  Telegram disebut sebagai aplikasi pengiriman pesan yang berfokus pada kecepatan dan membuat penggunanya merasa aman dan nyaman .

Telegram juga menyajikan fitur pengiriman pesan yang sederhana serta dapat diakses secara gratis.

Aplikasi ini diluncurkan pada 2013 silam oleh dua bersaudara Nikolai dan Pavel Durov yang berasal dari Rusia. Telegram tersedia untuk perangkat seluler (Android, iOs, Windows Phone, Ubuntu Touch), serta sistem perangkat komputer (Windows, OS X, Linux).

Pendiri Telegram, Pavel Durov dalam laman inet.detik.com, berulang kali memberikan kritikan tajam pada WhatsApp. Ia menyarankan penggunanya supaya menghapus WhatsApp lantaran maraknya selah keamanan.

Pada prinsipnya, seluruh data aplikasi yang telah terenkripsi memang ‘sudah layak dan sepantasnya’ aman dan tidak bisa dipindai oleh pihak ketiga baik kriminal maupun pemerintah.

Meski WhatsApp menjadi market leader,  pengguna Telegram juga terus meningkat sejak perilisannya.

Seperti dilansir Liputan6.com, aplikasi olah pesan Telegram kini telah digunakan oleh 400 juta pengguna aktif bulanan.

Mengutip laman Tech Crunch, Rabu (29/7/2020), layanan yang didirikan oleh Durov ini bertambah jumlah penggunanya sebanyak 1,5 juta pengguna per harinya. Bahkan, Telegram menjadi salah satu aplikasi paling banyak diunduh di lebih dari 20 negara.

Sering Mabuk Darat? 7 Makanan Ini Mampu Mencegahnya

Keunggulan Telegram

Di Indonesia pada 2017 lalu sempat mencuat kabar diblokirnya Telegram oleh pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) memutuskan memblokir layanan perpesanan Telegram pada Juli 2017 silam.

Namun, diblokirnya Telegram tak membuatnya sepi peminat di Indonesia. Telegram dinilai memiliki berbagai keistimewaan dibanding aplikasi perpesanan lain.

Berikut keunggulan Telegram dibanding WhatsApp yang berhasil dirangkum dari beberapa sumber.

• Secret Chat yang bisa menghancurkan dirinya sendiri seperti pesan di film Mission Impossible.

• Sharing berbagai format file dengan ukuran sampai 1,5 GB jauh lebih besar dari Whatsapp 160 MB.

• Dapat diakses dari beberapa perangkat tanpa harus route ke perangkat utama (smartphone). Tidak mengharuskan perangkat utama (smartphone) selalu aktif.

• Super Group yang mampu menampung sampai dengan 10.000 member per group. Channel yang mampu menampung jumlah pengguna tidak terbatas.

• Telegram Bot, yang sebenarnya merupakan akun Telegram yang dapat diprogram untuk melakukan tugas tertentu.

Jangan Makan Makanan yang Dihinggapi Lalat karena Inilah yang Terjadi

Keunggulan WhatsApp

Sebaliknya, WhatsApp juga memiliki beberapa keunggulan dibandingkan Telegram seperti :

• Basis pengguna terbesar lebih dari 1 miliar pengguna bulanan dibandingkan 100 juta pengguna Telegram sehingga lebih mudah mendapatkan pengguna Whatsapp daripada pengguna Telegram.

• Fasilitas backup chat dan bisa terintegrasi dengan Google Drive.

• Status di profile.

Dari uraian di atas, tampaknya Telegram lebih banyak memiliki fitur perpesanan jika dibandingkan dengan WhatsApp. Telegram juga menerapkan enkripsi lebih dahulu dari WhatsApp.

Namun apakah hal ini berarti Telegram lebih aman dari WhatsApp?

Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian dari sisi keamanan:

• Enkripsi

WhatsApp dan Telegram masing-masing menerapkan enkripsi dan seperti yang diutarakan di atas, malah Telegram lebih dulu mengimplementasikan enkripsi dibandingkan WhatsApp. Telegram menerapkan enkripsi in house yang disebut MTProto, sedangkan WhatsApp menerapkan sistem dari Open Whisper.

Dari sisi protokol yang digunakan, walaupun sama-sama belum terpecahkan, namun tingkat keamanan protokol Signal yang digunakan oleh WhatsApp diyakini lebih andal dibandingkan MTProto Telegram.

• End to End Encryption (E2E)

WhatsApp menerapkan E2E pada seluruh komunikasi, baik komunikasi perorangan atau komunikasi group. Telegram, sekalipun lebih dahulu menerapkan enkripsi dibandingkan WhatsApp, ternyata tidak menerapkan enkripsi E2E pada seluruh komunikasi dan pengguna Telegram harus secara khusus menjalankan Secret Chat agar terproteksi E2E.

E2E adalah sistem enkripsi dimana enkripsi dilakukan otomatis oleh aplikasi antar telepon pintar yang berkomunikasi dimana kunci enkripsi dan dekripsi hanya disimpan di telepon pintar yang bersangkutan dan server aplikasi tidak menyimpan kunci enkripsi / dekripsi sehingga secara teknis tidak memungkinkan bagi pihak pemilik aplikasi / server untuk mengakses data komunikasi penggunanya.

Terlepas dari kelemahan di atas, Telegram memiliki satu fitur unik pada Secret Chat yang tidak dimiliki WhatsApp dimana pengguna bisa mengeset timer untuk secara otomatis menghapus semua Secret Chat sesuai dengan tenggang waktu yang telah ditentukan.

Dari sisi fitur, Telegram memiliki segudang fitur dan bot yang jauh melebihi Whatsapp sehingga ia digandrungi pengguna yang senang mengoprek, tetapi terkadang malah dihindari pengguna awam karena sedikit lebih rumit.

Perhatian khusus yang diberikan WhatsApp pada sisi kemanan dan pemilihan menggunakan protokol Signal yang cukup teruji malah membuat mereka mampu memberikan pengamanan yang lebih menyeluruh dibandingkan Telegram, sekalipun mereka lebih lambat mengimplementasikan enkripsi.

Fakta sederhananya bahwa aplikasi apapun yang paling populer akan paling banyak di serang. Fakta bahwa user WhatsApp 1,5 miliar dibandingkan Telegram 200 juta itu harus menjadi salah satu poin yang krusial. Jadi beban pengelolaan WhatsApp lebih dari 7 kali lipat dibandingkan Telegram. Hukumnya adalah, bukan suatu aplikasi aman atau kuat dan tahan serangan. Tetapi, apakah cukup menarik untuk diserang atau tidak.

Ditulis oleh : A’idah Husna Luthfiyyah

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.