Kiat Menjalani New Normal Setelah Pandemi Corona dari Pakar Google

Istilah "new normal" atau kehidupan normal baru yang dijalani selama dan setelah pandemi virus corona kini banyak diperbincangkan.

JEDA.ID– Istilah “new normal” atau kehidupan normal baru yang dijalani selama dan setelah pandemi virus corona kini banyak diperbincangkan.

New normal sendiri meliputi menggunakan masker di tempat umum, jaga jarak, hingga bekerja dari rumah.

Terdapat sejumlah hal yang bisa dipersiapkan untuk menghadapi hal itu, khususnya bagi pekerja agar dapat produktif ketika bekerja di rumah.

Berikut ulasan dari Pakar Produktivitas Google, Laura Mae Martin dalam konferensi virtual bersama Google, Kamis (14/5/2020).

1. Memberi batasan diri

Mengetahui dan memberi batasan untuk diri sendiri ketika bekerja merupakan hal penting agar dapat menyeimbangkan produktivitas dan kesehatan mental selama bekerja di rumah.

Membuat nyaman diri sendiri dengan memiliki spot kerja di dalam rumah juga dapat menjadi pilihan agar memiliki ritme dan alur kerja tertentu dan teratur.

2. Buat perencanaan

Kiat berikutnya yang dibagi oleh Laura ialah membuat jadwal sehari sebelumnya tentang daftar pekerjaan yang akan dikerjakan esok hari.

“Menulis to do list untuk dikerjakan besok, akan membuat pekerjaan menjadi lebih efektif,” kata dia seperti dilansir Antaranews.

3. Manfaatkan waktu yang ada di rumah

Memanfaatkan waktu yang ada di rumah merupakan tips selanjutnya. Bentuk dari kegiatan ini bisa bermacam-macam, misalnya memanjakan diri dengan minum kopi di pagi hari sebelum bekerja, atau bermeditasi.

“Lalu untuk working parents, bisa juga mengatur pada akhir pekan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga,” kata wanita yang telah berkarier di Google selama 10 tahun itu.

4. Adopsi kebiasaan lama

Salah satu cara membuat energi tersalurkan secara efektif ketika bekerja dari rumah, adalah dengan mengadopsi beberapa kebiasaan lama.

“Mengadopsi mentalitas seperti untuk tidak harus online sepanjang waktu juga hal yang baik, pun dengan adanya rapat-rapat yang dilakukan dalam 1-2 hari saja tiap minggu, alih-alih harus rapat setiap hari,” kata Laura.

Tak Perlu Skincare Mahal, Ini 5 Tips Kecantikan Alami ala Islam

Seimbangkan produktivitas dan kesehatan mental

Sementara itu bekerja dari rumah (work from home/WFH) kini menjadi hal yang lumrah dilakukan.

Di balik kemudahan dan keuntungan bekerja dari rumah, WFH juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental pekerja. Misalnya mudah lelah hingga merasa cemas dan stres karena harus mengatur urusan pekerjaan maupun rumah.

Menurut Laura Mae Martin, Kamis, terdapat pola pikir di mana pekerja biasanya menganggap bahwa menjadi produktif sama dengan bekerja sepanjang waktu.

“Definisi produktif saat WFH, banyak orang berpikir bagaimana mereka menjalani hari mereka dengan melakukan dan menyelesaikan pekerjaannya tanpa istirahat,” kata Laura.

Jam kerja yang terkadang menjadi tidak menentu karena waktu kerja yang semakin “abu-abu” saat dilakukan di rumah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola pikir tersebut.

“Bekerja secara irregular (tidak teratur) membuat orang-orang tidak tahu kapan mereka harus selesai dan memulai pekerjaan, di mana untuk periode yang panjang, mungkin menjadi tidak efektif,” jelas dia.

Agar Aman dan Nyaman, Ini Panduan Belanja Sayur Online

Mengadopsi Kebiasaan Lama

Salah satu cara membuat energi tersalurkan secara efektif ketika bekerja dari rumah, adalah dengan mengadopsi beberapa kebiasaan lama.

“Mengadopsi mentalitas seperti untuk tidak harus online sepanjang waktu juga hal yang baik, pun dengan adanya rapat-rapat yang dilakukan dalam 1-2 hari saja tiap pekan, alih-alih harus rapat setiap hari,” kata Laura.

“Ada batas tertentu untuk itu, dan yang terpenting adalah bagaimana kita menemukan keseimbangan tersebut dan sticking to it,” lanjut ibu dengan anak perempuan itu.

Lebih lanjut, wanita yang telah 10 tahun berkarier di Google itu mengatakan bahwa merasa letih dan tidak bersemangat bekerja selama WFH adalah hal yang cukup wajar.

Cara termudah, menurut dia, adalah bagaimana memanfaatkan rasa malas tersebut untuk melakukan sesuatu yang sifatnya tidak terlalu penting terlebih dahulu, dan berpikir sederhana untuk melakukan pekerjaan yang ada.

“Selain itu, membuat kebiasaan baru, juga akan membentuk pikiran bagaimana kita bisa memanfaatkan hal tersebut di tengah situasi ini,” ujar Laura yang tengah berada di North Calorina, Amerika Serikat itu.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.