Ini Tanda Tubuh Kekurangan Olahraga, Apa Saja?

Dengan mengetahui tanda tubuh kekurangan olahraga atau tidak, Anda bisa menambahkan olahraga dalam aktivitas harian Anda.

JEDA.ID-Anda perlu mendeteksi apakah tubuh  kekurangan olahraga atau tidak. Dengan mengetahui tanda tubuh kekurangan olahraga atau tidak, Anda bisa menambahkan olahraga dalam aktivitas harian Anda.

Bukan sekadar untuk kompetisi, olahraga teratur sebagai bagian dari gaya hidup sehat juga berdampak positif pada tubuh. Tidak hanya mengecilkan lingkar pinggang dan paha, tapi lebih dari itu olahraga dapat berperan penting mengontrol metabolisme.

Tanpa bergerak atau beraktivitas, tubuh manusia akan menjadi buruk. Denyut jantung akan melemah, distribusi oksigen yang berfungsi untuk menjaga kelenturan otot dapat terganggu. Tidak heran jika seluruh tubuh mendadak pegal-pegal dan kaku.

Tips kesehatan kali ini membahas sejumlah tanda tubuh kekurangan olahraga. Apa saja? Melansir detikcom, Rabu (9/9/2020), berikut ini tanda-tanda tubuh Anda kekurangan olahraga:

1. Merasa lesu

Jika kamu merasa lesu sepanjang waktu meski sudah makan dan tidur yang cukup, mungkin yang kamu butuhkan adalah olahraga. Duduk dalam waktu yang lama sebenarnya bisa menguras energi lebih banyak daripada berolahraga yang dapat memiliki manfaat dan bisa mendongkrak energi yang dibutuhkan tubuh.

Sebuah penelitian yang dilakukan dari University of Georgia menunjukan bahwa berjalan sekitar 20 menit dan latihan aerobik intensitas sedang sebanyak 3 kali dalam sepekan dengan rutin bisa meningkatkan energi kamu hingga 20 persen.

Sebagian Besar Kanker Dipicu Faktor Ini

Para peneliti mengatakan, temuan ini menunjukan bahwa olahraga secara teratur dapat berpengaruh langsung pada sistem saraf pusat untuk mengurangi kelelahan bahkan bisa sebanyak 65 persen. Olahraga yang teratur meningkatkan fungsi sistem kardiovaskular, yang memungkinkan kita memiliki daya tahan lebih besar sepanjang hari.

2. Tidur tidak nyenyak

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam Sleep Medicine Journal, peneliti dari Northwestern University meneliti orang dewasa yang pengidap insomnia. Beberapa partisipan diminta untuk berolahraga, sementara beberapa lainnya tidak. Hasilnya, mereka yang sebelumnya melakukan aktivitas fisik bisa tidur 1,25 jam lebih lama daripada mereka yang tidak ikut serta dalam aktivitas fisik.

Jika kamu merasa sulit tidur khususnya pada malam hari, ini bisa jadi sebuah tanda perlu berolahraga. Dalam sebuah penelitian menunjukan bahwa orang yang melakukan olahraga selama 150 menit dalam seminggu mengalami peningkatkan kualitas tidur, dan membuat pikiran menjadi baik.

3. Sering merasa cemas

Apakah akhir-akhir ini kamu sering merasa khawatir? Memikirkan banyak hal, cemas, dan takut terhadap hal ini atau hal itu? Olahraga dengan intensitas tinggi mungkin dapat meredakan perasaan cemas.

Lima Lokasi Persebaran Corona di Kantor, Mana Saja?

Dengan berolahraga membuat tubuh merasa lebih tenang dan senang. Olahraga meningkatkan kadar endorfin di dalam tubuh. Endorfin merupakan hormon alami yang akan memberikan efek rasa senang dan tenang. Jadi, setelah kamu olahraga suasana hati akan jauh lebih baik karena adanya hormon tersebut.

4. Sulit mengatasi stres

Jika kamu terus merasa kewalahan dan lebih, coba tambahkan aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian kamu. Beberapa penelitian telah menunjukkan manfaat penghilang stres adalah melakukan aktivitas fisik.

Secara khusus, aktivitas fisik mendorong pelepasan neurotransmiter seperti serotonin, dopamin, dan menurunkan tingkat kortisol yang dipompa ke seluruh tubuh.

5. Badan terasa pegal-pegal

Pernahkah kamu merasa punggung belakang, lutut, atau bahu terasa sakit saat bangun di pagi hari? Padahal tidak habis melakukan aktivitas yang berat. Jika iya, ini juga bisa jadi tanda kamu kurang olahraga.

Terkadang rasa pegal tersebut malah membuat orang menunda untuk berolahraga. Padahal sebaliknya, ketika ini terjadi tubuh memberikan sinyal untuk digerakkan. Dengan menggerakan otot-otot, persendian maka akan rileks dan darah akan mengalir lebih lancar ke seluruh bagian tubuh, sehingga akan mengurangi rasa sakit pada tubuh.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.