Ini Sosok Irfan Nur Alam, Anak Bupati Majalengka

Irfan Nur Alam belum memberikan keterangan terkait tuduhan Panji Pamungkasandi yang mengaku ditembak.

JEDA.ID – Aksi koboi terjadi di pelataran ruko Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Panji Pamungkasandi, 36, yang menagih hutang Rp500 juta ditembak Irfan Nur Alam, PNS sekaligus anak Bupati Majalengka Karna Sobahi, pada Minggu (10/11/2019) malam.

Dilansir Okezone, Selasa (13/11/2019) Niatan Panji mendatangi Irfan untuk menagih utang proyek SPBU, dengan total proyek senilai Rp800 juta. Namun dalam proyek ini, pihak Irfan baru membayar sebesar Rp300 juta.

Sebelum menemui Irfan, Panji bertemu dengan Andi yang merupakan rekanan Irfan. Irfan menjanjikan akan membayar sisanya, setelah bertemu dengan Andi.

“Saat sebelum kejadian itu, pak Andi bilang untuk menemui Irfan di ruko. Di ruko tersebut, di janjikan uang akan di bayarkan sepenuhnya oleh Irfan,” kata Panji saat ditemui di Bandung, Selasa (12/11/2019).

Di parkiran ruko tersebut, Panji mendapat tembakan. Sesaat sebelum memasuki ruko tersebut, dirinya langsung di hampiri Irfan sambil menenteng senjata api di tangan kanannya.

Panji mengatakan, sebelum terkena peluru di tangan, ia sempat disergap oleh puluhan pria tak dikenal. “Jadi tembakan itu bukan untuk melerai, tiga kali tembakan. Ada dua orang yang terluka, yakni saya dan orangnya Irfan [kena peluru nyasar dari tembakan pistol],” katanya.

Dilansir Liputan6.com, Selasa, Reza Jati Umboro, adik sekaligus rekan kerja Panji, mengatakan dipukuli oleh beberapa orang. “Semuanya pakai baju bebas, saya dipukul di bagian kepala. Saya tak pikir gimana badan saya. Saya khawatir lihat kakak saya ditodong pistol,” katanya.

Ia pun sempat mendapatkan perawatan di RSUD Majalengka dan menjalani rontgen di RS Kawaluyaan, Padalarang, karena merasakan rasa sakit di bagian belakang kepala.

“Saya dengar, ada yang bilang pakai bahasa Sunda, ‘Panji kamu sudah saya tunggu dari siang’, kejadiannya berakhir satu jam, sekitar pukul 00.30 WIB,” ujarnya.

Profil Irfan Nur Alam

Irfan Nur Alam tercatat sebagai pegawai negeri sipil (PNS) atau ASN di Pemkab Majalengka. Dari data yang tercantum di halaman setda.majalengkakab.go.id, Irfan menjabat sebagai Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Pemkab Majalengka.

Selain menjabat Kabag Ekbang di Pemkab Majalengka, pria kelahiran 13 Juni 1984 itu menjabat Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) Kabupaten Majalengka.

Sebelum menjabat Kabag Ekbang, Irfan bertugas di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Majalengka.

Sekda Kabupaten Majalengka Ahmad Sodikin membenarkan Irfan merupakan PNS di Pemkab Majalengka. “Yang bersangkutan sebagai Kabag Ekbang di sini,” kata Ahmad Sodikin dilansir Detik.com, Selasa (12/11/2019).

Dari hasil pemeriksaan polisi, Irfan diduga menggunakan senjata api (senpi) jenis pistol dengan kaliber 9 milimeter. Irfan memiliki izin memiliki senpi hingga 2020 dari Perbakin.

Menurut Ahmad Sodiki, Irfan aktif dalam kepengurusan Perbakin Majalengka. Bahkan Irfan menjabat Ketua Perbakin Majalengka. “Memang yang bersangkutan itu Ketua Perbakin Majalengka,” kata Ahmad Sodikin.

Sebelumnya, polisi memeriksa enam saksi terkait kasus tersebut. Irfan pun telah dimintai keterangan oleh kepolisian. Namun polisi belum menetapkan Irfan sebagai tersangka.

“Masih proses penyelidikan. Belum ditetapkan sebagai tersangka,” ucap Wakapolres Majalengka Kompol Hidayatullah.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.