Hitung Mundur Suntik Mati Isuzu Panther

Confero yang tak punya mesin diesel dan sasis ladder frame membuat Isuzu Panther tampak menjadi penantang terberat bagi Kijang Innova di segmen MPV.

JEDA.ID – Kelas MPV saat ini masih menjadi milik Toyota dengan salah satu mobil andalannya Kijan Innova. Mobil yang punya varian bensin dan diesel ini punya dua saingan, Wuling Confero si penantang baru, dan wajah tua Isuzu Panther.

Berbeda dengan Confero, Panther sudah terlebih dulu menjadi pilihan favorit lebih dari dua dekade. Mobil ini menjadi salah satu juara dalam kontestasi saat pasar otomotif Indonesia ramai dengan label nama-nama binatang untuk model mobil.

Ditambah lagi, Confero yang tak punya mesin diesel membuat Panther tampak menjadi penantang eksklusif bagi Kijang Innova. Sayang rivalitas Kijang dan Panther seolah tak berimbang.

Isuzu Panther pertama kali diproduksi pada 1991 dan menjadi kompetitor Toyota Kijang dan Mitsubishi Kuda di segmen mobil penumpang. Isuzu Panther tersedia dalam beberapa varian mulai dari Royale pada era 90-an, LS, Touring dan Grand Touring, serta Isuzu Panther pickup.

Dalam beberapa tahun terakhir, tak ada perubahan signifikan dari Panther. Mobil dengan sasis ladder frame ini masih memakai basis mesin yang terbilang jadul. Belum lagi modelnya yang nyaris tak pernah diperbarui dalam belasan tahun terakhir.

Investasi Besar

PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) tentu harus mengeluarkan investasi besar jika ingin mengembangkan kendaraan legendaris ini. General Manager Marketing PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Attias Asril mengungkapkan bahwa jika Isuzu memaksakan untuk mengembangkan Panther, itu akan memakan biaya yang besar, sedangkan saat ini versi terbaru juga sudah terisi oleh MU-X.

“Jadi kalau kita paksakan untuk ganti rasa-rasanya terlalu berat ya, jadi kami realistis saja, lagi pula kita kan ada penggantinya yaitu MU-X meski dari segi harga berbeda jauh, tapi jenis mobil SUV seperti itu kan memang lagi ramai di pasaran. Jika kami paksakan untuk kembangkan Panther tidak akan kompetitif,” ungkap Attias Asril di Jakarta, Senin (4/2/2020).

Mobil yang sudah akrab dengan keluarga Indonesia sejak tahun 1990-an, kini hanya sedang menjaga penjualan hingga saat nanti regulasi baru hadir yang akan memaksa mobil itu harus berhenti produksi.

“Nantinya kan kendaraan sudah harus menggunakan mesin Euro4, kita hanya tinggal menunggu prinsipal bahwa kita akan lanjut atau tidak,” kata dia.

Isuzu Panther saat ini masih menggunakan mesin berteknologi Euro2. Jika memang prinsipal dari Jepang menginginkan untuk mengembangkan mobil ini, IAMI sebagai agen pemegang merek di Indonesia akan siap untuk menjalankan.

“Kalau kita bicara Panther itu masalahnya tidak hanya mesin, kita ketahui mobil ini memang yang masih tersedia itu hanya di Indonesia. Kalau di Filipina itu sudah beralih ke MU-X dan prinsipal sepertinya akan fokus ke mobil SUV itu,” ucap dia.

Nasib Mobil Diesel dan Bensin di Masa Depan

Penjualan Isuzu Panther

Jika melihat data penjualan, Isuzu Panther itu hanya mencapai volume sekitar 60-an unit per bulan dan jika dilihat selama perjalanannya satu tahun itu hanya di angka 763 unit.

Walaupun belum ada model baru namun Isuzu Panther menyumbang sebesar 50 persen dari total market share Isuzu di segmen LCV.

“Sekarang percaya tak percaya, Panther itu tetap yang tertinggi. Kalau di kelas LCV Isuzu itu 50 persen,” kata Direktur Pemasaran IAMI, Joen Boediputra tanpa menyebutkan total penjualan Panther hingga pertengahan 2017.

Selain itu, pihak principal Isuzu saat ini juga sedang membahas produk-produk yang akan diluncurkan di Indonesia. Namun Joen Boediputra tidak menjamin akan ada pembaruan untuk Panther.

“Itu lagi diskusi, antara memberikan mobil yang bermanfaat untuk konsumen atau yang stylish. Belum tahu kapan. Banyak varian yang kami riset, tapi mana yang duluan mesti menunggu,” jelas dia.

Isuzu memang selalu berhati-hati dalam meluncurkan produk agar selalu terjaga harga jualnya dan memberikan produk sesuai dengan kebutuhan para konsumennya, baik untuk kebutuhan pribadi maupun kendaraan niaga.

Di sisi lain, ia menilai penjualan Isuzu Panther terus bertahan karena memiliki pembeli yang loyal terhadap merek Isuzu.

“Pasti judulnya loyalis PantIsuzu her. Kami semua tahu, Panther tidak pernah promosi, tidak pernah muncul di TV, tidak pernah muncul di koran, tapi angkanya surprise,” lanjut dia, “Ini untuk orang yang mengerti, suka tak suka, diesel adalah Isuzu.”

Menengok Konsep Ekosistem Mobil Listrik Kia

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.