Generasi Sandwich, Perhatikan Tips Halau Stres dan Atur Keuangan Ini

Generasi sandwich rentan stres. Hal ini lantaran generasi sandwich memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dua keluarga besar.

JEDA.ID-Generasi sandwich rentan stres. Hal ini lantaran generasi sandwich memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sendiri dan keluarga besar.

Mereka seperti sandwich yang terjepit di tengah-tengah.

Generasi sandwich adalah seseorang yang memiliki tanggung jawab membiayai kelangsungan hidup dan kesejahteraan anggota keluarga yang besar seperti orang tua, kakak-adik, pasangan hingga anak-anaknya.

Psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan, Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan sudah menjadi kewajiban bagi orang Asia untuk membalas budi orangtuanya dengan merawat mereka di hari tua sebagai wujud kasih sayang.

Pada saat bersamaan, generasi sandwich ini juga berkewajiban mengasuh serta memenuhi kebutuhan pokok anak-anaknya dan diri mereka sendiri.

“Karena multi peran yang mereka jalani, generasi sandwich ini rentan stress karena banyaknya tekanan, antara lain masalah keuangan, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan rumah tangga.

5 Kebiasaan Buruk di Kamar Mandi yang Bisa Picu Penyakit

Selain itu karena keterbatasan waktu dan banyaknya tugas yang harus mereka kerjakan, generasi ini jadi mengabaikan masalah self-care untuk diri mereka sendiri,” kata Vera dalam peluncuran Avrist Prime Hospital Surgical, seperti dikutip dari Antara, Senin (31/8/2020).

Untuk menghindari stres dan tekanan, generasi itu harus berkomunikasi dengan generasi sebelum dan sesudahnya. Selain itu, Vera juga memberikan lima prinsip utama untuk menjadi generasi sandwich yang berbahagia, berikut ini adalah penjelasannya.

Temukan waktu untuk diri sendiri

Setelah merawat orangtua dan anak-anak secara bersamaan, luangkan waktu untuk diri sendiri demi rejuvenasi energi, pikiran dan jiwa.

“Harus ada jeda di antar kerusuhan mengurusi semua, enggak usah merasa bersalah. Saat memperhatikan diri kita sendiri, ini juga untuk kepentingan orang lain,” kata Vera.

Cari dukungan

Bagi beban pikiran dan masalah dengan menceritakan tantangan yang tengah dihadapi kepada para sahabat. Dukungan moral memiliki keampuhan pemulihan yang manjur.

Buat skala prioritas

Buat klasifikasi prioritas, mana yang penting, lebih penting, paling penting dan darurat. Dengan adanya skala prioritas, masalah yang timbul bisa diselesaikan satu per satu.

Realistis

Sesuaikan kebutuhan dengan kemampuan diri dan jangan memaksakan semua hal harus ditanggung sendiri. Sebab hal inilah yang nantinya dapat memicu stres.

“Generasi sandwich ini ada di posisi dilematis, kalau terpaksa harus membantu ya bantu, kalau enggak bisa ya disampaikan saja. Balik ke skala prioritas mana yang penting buat saya dan keluarga,” ujar Vera.

Agar tidak keteteran, generasi sandwich harus mengatur keuangan mereka dengan secermat mungkin.

Financial Planner & Educator, Aliyah Natasha, mengatakan pengeluaran untuk berobat dan perawatan kesehatan merupakan biaya tak terduga yang paling besar dan dapat menghabiskan aset serta harta yang telah dikumpulkan oleh generasi sandwich untuk persiapan dana pensiun.

Menurut Aliyah, penting untuk generasi sandwich untuk memilih asuransi dengan cermat. Asuransi merupakan produk finansial yang berperan sebagai protektor kesehatan dan kelangsungan kesejahteraan bagi seluruh anggota keluarga mulai dari orangtua, pasangan dan anak-anak.

Terjerat Toxic Relationship? Kenali Ciri-cirinya

“Jika anggota keluarga atau pencari nafkah jatuh sakit, maka asuransi akan berikan proteksi dengan menanggung biaya perawatan,” kata Aliyah.

Generasi sandwich adalah seseorang yang keberadaannya terhimpit antara membiayai kehidupan orangtua dan anak-anaknya. Maka sangat penting untuk membuat skala prioritas dan mengkomunikasikan level prioritas dengan jelas kepada seluruh anggota keluarga.

Disiplin Menabung

Disiplin menabung juga tidak boleh dilupakan dalam mengatur keuangan. Penetapan level prioritas tersebut dapat membantu untuk mempersiapkan dana pensiun dan biaya tak terduga.

“Kunci agar bisa menabung adalah spend less and save more. Tanamkan pola pikir bahwa cara terbaik hidup nyaman adalah dengan mempersiapkan tunai cadangan ekstra dan memiliki investasi sebagai bahan bakar untuk bertahan hidup sampai akhir hayat,” ujar Aliyah.

Aliyah juga mengatakan generasi sandwich harus bisa menentukan goal finansialnya seperti membuat daftar untuk masa depan dan hal apa yang bisa dijadikan investasi jangka panjang.

“Tiga tujuan pokok uang adalah untuk kebutuhan hari ini, besok, dan masa depan. Buat daftar detail tujuan hidup seiring dengan perkembangan hidup. Hal tersebut akan membantu dalam menentukan produk investasi yang cocok,” kata Aliyah.

Hal terakhir yang harus diperhitungkan dalam mengatur keuangan adalah melek investasi. Selain menabung, investasi dapat memenuhi dana pensiun untuk masa depan, namun memilih investasi pun harus kritis agar tidak salah langkah atau tertipu.

“Sebagai salah satu cara agar mengoptimalkan uang sembari melawan inflasi, buah dari investasi yang benar adalah return profit yang dapat mempercepat pencapaian gol finansial,” ujar Aliyah.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.