Cerita di Balik Peternak Babi Jadi Orang Terkaya China

Dalam setahun terakhir, harta Qin Yinglin yang masuk daftar orang terkaya di China melonjak sekitar US$10 miliar atau Rp140 triliun karena naiknya harga daging babi.

JEDA.ID–Pasangan suami istri di China, Qin Yinglin dan Qian Ying, yang merupakan peternak babi masuk dalam daftar orang terkaya di China dengan harta mencapai US$14 miliar atau setara Rp196 triliun.

Versi Hurun, Qin Yinglin dan Qian Ying menjadi orang terkaya di peringkat ke-15 di Negeri Tirai Bambu. Sebagaimana dikutip dari laman Forbes, harta Qin Yinlin, melonjak sekitar US$10 miliar atau setara Rp140 triliun (kurs US$1=Rp14.000) hanya dalam waktu setahun.

Forbes mencatat harta Qin Yinglin pada 23 Oktober 2018, harta peternak babi tersukses di China ini sekitar US$3,55 miliar. Data Forbes pada Senin (14/10/2019), menyebutkan Qin Yinlin memiliki harta US$13,9 miliar.

Pada 2018 lalu, dia masuk dalam orang terkaya dengan peringkat ke-69 di China versi Forbes. Dengan adanya lonjakan harta secara fantastis selama setahun terakhir, tidak menutup kemungkinan Qin Yinglin akan naik peringkat sebagai orang terkaya di China versi Forbes seperti yang dicatat Hurun.

Forbes mencatat harta Qin Yinglin mengalami kenaikan dari waktu ke waktu sejak 2015 lalu. Pada Maret 2015, hartanya tercatat senilai US$1,2 miliar. Setahun berselang naik menjadi US$1,7 miliar.

Maret 2017, hartanya naik lagi menjadi US$2 miliar dan menjadi US$3,6 miliar. Pada Maret 2019, Forbes mencatat hartanya naik menjadi US$4,3 miliar dan pada Oktober 2019 sudah menjadi US$13,9 miliar alias sekitar Rp196 triliun.

Diketahui Qin Yinglin yang menjadi bos Muyuan Foodstuff merupakan peternak babi terbesar di China. Dia lahir di Neixiang di Henan, provinsi terpadat di Tiongkok. Dia lulus dari Henan Agricultural University dari jurusan peternakan dan memulai bisnisnya sendiri dengan 22 babi.

Qin Yinglin

Qin Yinglin (Forbes)

Sebagaimana dikutip dari Detikcom, berawal dari 22 ekor babi, Qin dan istrinya Qian berhasil mendirikan perusahaan peternakan Muyuan. Melalui perusahaan peternakan Muyuan inilah mereka bisa menjual babi hingga menjadi pemasok babi terbesar di China.

Lonjakan kekayaan didapatkan Qin dan Qian setelah mereka menjual 5,8 juta ekor babi saat harga hewan ternak tersebut sedang tinggi-tingginya. Harga babi di China mengalami lonjakan karena masalah flu babi Afrika. Penyakit ini menjadikan banyaknya pemusnahan babi di China.

Konsumsi Daging Babi

Harga babi naik sangat signifikan selama 17 bulan terakhir. Pada Agustus 2019, harga daging babi naik 46,2% dibanding bulan sebelumnya. Harga babi diperdagangkan sekitar 30-33 yuan atau sekitar US$4 per kilogram.

Daging babi menjadi komoditas penting di China karena tingginya konsumsi daging ini di negara itu. Berkaca dari data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), konsumsi rata-rata tiap penduduk untuk daging babi mencapai 29,25 kilogram/tahun.

Artinya kebutuhan daging babi di China dalam setahun bisa mencapai 38 juta ton. Saat harga daging babi melonjak disertai dengan tingginya kebutuhan daging babi yang tinggi, tidak salah bila akhirnya harta Qin Yinglin melonjak di deretan orang terkaya di China.

Rata-rata konsumsi daging babi di China ini berada di urutan ketiga di bawah Korea dan Vietnam yang mencatat konsumsi per kapita sebanyak 30,8 kg/tahun dan 30 kg/tahun.

Namun, karena jumlah penduduk China mencapai 1,3 miliar jiwa, kebutuhan total daging babi merupakan yang terbanyak di dunia.

Konsumsi daging babi di China ini mengalahkan konsumsi daging jenis lainnya. Misalnya rata-rata konsumsi daging sapi hanya sekitar 3,8 kg/ tahun, daging unggas 12,1 kg/tahun, dan daging kambing sekitar 3,1 kg/tahun.

Ketika harga babi melonjak karena banyaknya kasus flu babi Afrika, Qin Yinglin dan Qian Ying mendapatkan berkah dan merangsek sebagai orang terkaya di China.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.