Awas! Ini 9 Bahaya Bila Berolahraga saat Perut Kosong

Tubuh akan rentan mengalami kekurangan energi ketika Anda memaksa olahraga saat perut kosong.

JEDA.ID—Berolahraga saat perut kosong katanya justru dapat membantu membakar cadangan lemak menjadi energi  Tapi faktanya berolahraga saat perut kosong justru memiliki sejumlah efek negatif terhadap tubuh.

Tubuh akan rentan mengalami kekurangan energi ketika Anda memaksa olahraga saat perut kosong. Akibatnya, Anda akan lebih cepat merasa lemas dan lesu, sehingga sesi olahraga Anda menjadi tak efektif.

Tips kesehatan kali ini membahas efek berolahraga saat perut kosong. Seperti yang dilansir dari Liputan6.com, dan Detik.com, Senin (30/11/2020) berikut ini adalah bahaya olahraga saat perut kosong.

Sebelum Ada Oksigen, Makhluk Hidup di Bumi Bernapas Pakai Apa?

1. Hipoglikemia (Kadar Gula Darah Rendah)

Bahaya olahraga saat perut kosong yang pertama adalah menjadi penyebab hipoglikemia atau rendahnya kadar gula darah. Berolahraga saat perut kosong membuat tubuh membakar cadangan lemak yang berharga dan membuat stamina menjadi lebih sedikit.

Kadar gula yang rendah dapat membuat kamu menjadi merasa pusing, gemetar, dan merasa mual.

2. Mudah Lelah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, olahraga saat perut kosong membuat stamina kamu menjadi lebih sedikit. Hal ini membuat kamu menjadi tidak kuat berolahraga. Orang yang berolahraga dengan perut kosong biasanya akan lebih mudah merasa lelah.

3. Tubuh Jadi Menyimpan Lebih Banyak Cadangan Lemak

Dengan berlangsungnya proses pemecahan cadangan lemak yang sangat cepat, secara tidak langsung tubuh akan mulai menyesuaikan diri. Caranya adalah dengan menyimpan lebih banyak lagi cadangan saat makan. Hal ini merupakan proses alami tubuh untuk bertahan hidup.

4. Kehilangan Massa Otot

Bahaya olahraga saat perut kosong juga akan membuat tubuh menggunakan protein sebagai bahan bakar. Kondisi ini akan membuat tubuh kekurangan protein yang dibutuhkan untuk membangun dan memperbaiki otot. Hal ini akan mengurangi massa otot kamu secara keseluruhan.

Anies Baswedan Positif, Ini Kriteria Orang yang Harus Ikut Diperiksa

5. Penurunan Metabolisme Basal

Ketika kamu melakukan olahraga intens saat puasa atau perut kosong, seperti mengangkat beban atau lari jarak jauh, tubuh memang akan membakar cadangan lemak dengan cepat. Namun apabila hal ini terjadi terlalu sering, lama kelamaan justru akan memperlambat metabolisme dan membakar sedikit kalori.

Hal ini didukung oleh American Journal of Clinical Nutrition, bahwa kegiatan puasa yang terlalu lama dapat menyebabkan penurunan tingkat metabolisme basal.

6. Mood Menjadi Tidak Stabil

Bahaya olahraga saat perut kosong lainnya adalah membuat mood menjadi tidak stabil. Saat tidak makan atau puasa, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol. Hormon ini adalah hormon yang sama yang dapat menyebabkan gangguan mood seperti cemas, mudah marah dan lain lain.

7. Kram

Ketika Anda bangun di pagi hari, tubuh mengalami dehidrasi. Anda harus mengonsumsi cairan sebelum berolahraga untuk mencegah dehidrasi lebih lanjut, yang dapat menyebabkan kram otot. Ketika membuat makanan atau snack sebelum latihan pagi, siapkan protein shake atau yogurt.

Makanan dalam bentuk cair atau semi-cair akan lebih mudah dicerna oleh tubuh dan dapat membantu mencegah kram selama latihan, menurut Health Services di Columbia University. Berolahraga setelah makan juga dapat menyebabkan kram perut, mual dan muntah. Biarkan sarapan Anda dicerna dengan menunggu 30 menit sampai 1 jam setelah makan sebelum berolahraga.

8. Pingsan

Berolahraga di pagi hari dengan perut kosong dapat menimbulkan risiko kesehatan. Kadar gula darah rendah di pagi hari dapat terjadi jika seseorang tidak makan untuk waktu yang lama. Jika Anda berolahraga dengan perut kosong, hal ini dapat menyebabkan Anda pingsan.

Manfaat Minum Air Lemon di Pagi Hari Sangat Banyak, Mau Coba?

Orang dengan diabetes atau hipoglikemia berada pada risiko tertinggi mengalami pingsan. Pingsan juga dapat terjadi ketika tubuh tidak terhidrasi dengan benar sebelum berolahraga.

9. Ketosis

Jika Anda melewatkan sarapan dan melakukan olahraga, energi yang digunakan selama latihan menambah defisit energi. Pada titik ini, tubuh telah cenderung bergeser ke ketosis, yaitu proses di mana metabolisme melambat untuk menyimpan energi lebih lama.

Kelaparan mungkin menghilang untuk waktu yang singkat, tapi akhirnya menyebabkan sensasi rasa lapar terasa lebih berat. Sensasi lapar ini berkontribusi pada makanan berlebihan.

Ditulis oleh : Nurdian Riyanti

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.