• Tue, 25 January 2022

Breaking News :

Takhayul di MotoGP: Ritual Celana Dalam Rossi dan Marquez

Ada yang meyakini ritual yang dilakukan Rossi dan Marquez itu bukan takhayul di MotoGP melainkan hanya sebagai tindakan obsesif kompulsif.

JEDA.ID– Dua pebalap kenamaan memiliki ritual khusus sebelum balapan di MotoGP. Sejumlah kalangan menyebut ritual itu sebagai takhayul di MotoGP. Tapi ada pula yang meyakini hal itu bukan takhayul di MotoGP melainkan hanya sebagai tindakan obsesif kompulsif.

Valentino Rossi dan Marc Marquez punya ritual-ritual khusus, yang lazim dikaitkan dengan takhayul di dunia balap termasuk MotoGP. Termasuk soal celana dalam.

Ritual dan keyakinan unik lazim hadir di dunia olahraga, baik itu karena didasari faktor takhayul atau sekadar kebiasaan yang terus berulang, bahkan jadi menjurus ke arah obsesif kompulsif.

Nah, Valentino Rossi adalah salah satu rider MotoGP yang dikenal amat lekat dengan kebiasaan-kebiasaan unik bernuansa takhayul di lintasan. Salah satunya diulas MotoGP.com medio 2018 dalam artikel Racing Together: Superstition.

“Valentino Rossi memiliki ritual paling kondang di era four stroke modern,” sebut artikel itu.

Jongkok Di Samping Kanan Motor

Para penggemar MotoGP tentu cukup tak asing lagi dengan rangkaian ritual Rossi itu, seperti ketika ia jongkok di samping kanan motornya. Atau caranya mengecek racing suit di bagian selangkangan, helm, dan sarung tangan, yang semuanya selalu berulang.

6 Takhayul Makanan di Dunia, Percaya Atau Enggak Percaya?

“Sudah pasti di antara rider lain, Valentino itu yang paling percaya takhayul. Yang paling menonjol, paling berbeda dan aneh secara bersamaan adalah caranya menggaruk bagian selangkangan dan menarik [racing suit] bagian bokong tiap kali meninggalkan pit lane,” ujar mantan rider MotoGP Ben Spies seperti dikutip dari detikcom, Kamis (27/8/2020).

Tak Nyaman dengan Celana Dalamnya?

Ben Spies, yang pernah jadi rekan satu tim Valentino Rossi di Yamaha, dengan kocak juga bicara lebih lanjut soal kebiasaan Rossi tersebut. Ia pun mencoret kemungkinan Rossi melakukan aksi ‘tarik-tarik’ itu karena tak nyaman dengan celana dalam.

“Cuma ada kemungkinan, pertama hai semua orang, lihatlah diriku; atau kedua itulah takhayulku. Hari begini, jika Anda menggunakan pakaian dalam yang rasanya tak nyaman di bokong setiap kali memakai (baju balap) kulit, itu kan artinya enggak cocok. Kalau Rossi, dari 20 tahun lalu pun ia bisa saja sudah belajar untuk memakai celana dalam yang lain. Itu tak masuk akal, tapi semua orang tahu mengenai hal ini dan pastinya tetap lihat menyimak,” katanya soal ritual Valentino Rossi.

Sosok kondang lain di lintasan MotoGP saat ini, Marc Marquez, pun blak-blakan dengan ritual khususnya jelang balapan. Hal itu ia ungkap di situs resmi tim, boxrepsol.com, medio 2018.

Percaya Takhayul

“Aku akan mengungkap sesuatu yang jarang aku bicarakan, tapi amat penting sebelum aku tampil di balapan ritual aneh pra-balap atau takhayul. Kamu mungkin terkejut, tapi aku tidak menilai diriku sendiri percaya takhayul,” sebut Marquez mengawali.

4 Menu Sarapan yang Bisa Bantu Menurunkan Berat Badan

Rider yang saat ini masih menjalani proses pemulihan cedera di MotoGP 2020 itu mengaku tak percaya takhayul seperti kucing hitam atau angka 13 membawa sial. Tapi memang ada sejumlah hal unik yang biasa ia lakukan.

Celana Dalam Biru Tua untuk Sesi Latihan

“Di hari Minggu untuk balapan, aku selalu pakai celana dalam merah. Dan aku pakai celana dalam biru untuk sesi-sesi latihan,” ucap Marc Marquez.

Selain itu, Marquez juga mengaku selalu menaiki motornya dari sisi kiri. Sebelum balapan, ia pun senantiasa memakai busana dengan urutan yang sama.

Segitiga Bermuda Dihindari Para Pilot, Ini Alasannya

Menurut Marc Marquez, takhayul macam itu memang lazim dimiliki seorang atlet. Tapi hal itu bukan tanpa alasan.

“Itu cuma rutinitas kecil yang membantuku untuk konsentrasi dan fokus sebeum balapan. Di balapan harus fokus dari Jumat sampai Minggu. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini membantuku fokus pada apa yang terpenting dan bantu bersiap untuk balapan. Aku melakukan itu karena membantuku secara personal, bukan karena itu akan membuatku beruntung dalam balapan.”

Boleh jadi pula apa yang dikatakan Marc Marquez itu turut mendasari kebiasaan Valentino Rossi yang sama uniknya.

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.