Nyatakan Pensiun, Begini Perjalanan Karier Jorge Lorenzo

Jorge Lorenzo menyatakan diri pensiun setelah mengaku tidak lagi termotivasi untuk balapan.

JEDA.ID – Jorge Lorenzo menyatakan dirinya pensiun. Pengumuman itu disampaikan pada sesi konferensi pers menjelang balapan MotoGP Valencia 2019, Kamis (14/11/2019).

Dia mengaku terpaksa gantung helm karena sudah kehilangan motivasi. Rencananya pensiun bahkan sudah muncul setelah jatuh di MotoGP Belanda, pada 30 Juni 2019.

Sejak pindah ke Honda, Lorenzo kesulitan menemukan performa terbaiknya. Terlebih, dia direcoki cedera beruntun. Alhasil, pencapaiannya sangat bertolak belakang dengan Marc Marquez yang jadi juara dunia. Lorenzo tercecer di posisi ke-19 dengan hanya meraup 25 poin.

“Saya selalu berpikir ada empat hari signifikan dalam hidup pembalap yakni balapan pertama, kemenangan pertama, gelar juara dunia pertama, dan kemudian hari di mana anda pensiun,” kata Lorenzo saat pengumuman pensiun dilansir Crash.net.

“Seperti yang anda semua pikirkan, saya di sini untuk mengumumkan harinya sudah tiba bagi saya. Ini akan menjadi balapan terakhir saya di Moto GP.”

“Saya pertama kali berpikir tentang pensiun setelah cedera di Assen [Belanda], lalu membuat keputusan akhir setelah Malaysia,” jelasnya.

Lorenzo sendiri merupakan salah satu pembalap Moto GP asal spanyol. Sebelum menyatakan pensiun, dia sudah mengoleksi lima gelar juara dunia dengan perincian dua kali menjadi juara kelas 250cc (2006 dan 2007) dan tiga kali Moto GP (2010, 2012, dan 2015).

Sejak hengkang dari Yamaha menuju Ducati, performa Lorenzo memang menurun. Sama halnya saat pindah ke Repsol Honda awal musim ini.

Diusik masalah cedera sejak awal musim, Lorenzo tak mampu memenangi sekalipun balapan dan sementara menempati peringkat ke-19 di klasemen pembalap Moto GP 2019.

Awal Karier

Mengutip laman Motorcycle News, 28 Oktober 2007, Jorge Lorenzo memulai karier di dunia MotoGP kelas 125cc pada tahun 2002 pada seri Spanyol.

Saat itu ia tidak bisa mengikuti sesi latihan karena usianya tidak mencukupi. Hal ini karena regulasi MotoGP mengharuskan seorang pembalap minimal berusia 15 tahun untuk bisa turun di MotoGP.

Namun ia bisa mengikuti sesi kualifikasi kedua karena hari itu tepat hari ulang tahunnya yang ke-15. Ia memenangi Grand Prix pertamanya di musim berikutnya pada seri Rio de Janeiro di Brasil.

Dua musim berikutnya yaitu tahun 2005 ia turun di kelas 250cc, sejak saat itu ia mulai diperhitungkan keberadaannya di dunia MotoGP, dengan meraih 6 kali podium di musim 2005.

Pada 2006 ia berhasil meraih kemenangan balapan kelas 250cc nya di Qatar. Di musim 2006 juga ia berhasil meraih 8 kali kemenangan dan 10 pole position yang lantas menjadi juara dunia 250cc untuk pertama kalinya.

Selanjutnya di musim 2007 ia berhasil mempertahankan mahkota juara dunia 250cc setelah meraih 9 kali kemenangan dan 9 kali pole position.

Kemenangan Jorge di Misano pada musim 2007 membuatnya tercatat sebagai pembalap Spanyol paling sukses di arena kelas 250cc. Dia total meraih 16 kemenangan, atau satu kemenangan lebih banyak dari Daniel Pedrosa dan Sito Pons.

Jorge Lorenzo di MotoGP Aragon, Alcaniz, Spanyol, 22 September 22, 2019. (Albert Gea/Reuters)

Jorge Lorenzo di MotoGP Aragon, Alcaniz, Spanyol, 22 September 22, 2019. (Albert Gea/Reuters)

Rekan Rossi

Sebagaimana dilansir BBC, Pada 25 Juli 2007 ia menandatangani kontrak dengan Fiat Yamaha dan menjadi rekan Valentino Rossi untuk musim 2008 dan 2009.

Pada seri pertamanya di kelas MotoGP 2008 ia langsung merebut pole position.  Itunmembuat ia menjadi orang kedua yang melakukan itu sejak Max Biaggi melakukannya pada tahun 1998.

Musim 2009, Jorge Lorenzo tampil semakin kuat dan matang, ia terus menempel ketat seniornya di tim Yamaha, Valentino Rossi sepanjang musim.

Di musim 2009, Lorenzo tampil sebagai juara di empat balapan (Jepang, Perancis, Indianapolis, dan Portugal). Ia juga mampu meraih 5 kali pole dan total 12 podium. Di akhir musim Lorenzo berada di P2 klasemen dengan raihan 261 poin.

Tanggal 25 Agustus 2009, Jorge Lorenzo mengakhiri gosip tentang peluang kepindahan dirinya ke Honda atau Ducati. Musim 2010 dia menandatangani perpanjangan kontrak bersama Yamaha.

Crash.net, 12 April 2010, melaporkan Lorenzo sempat mengalami cedera ringan di tangan karena mengalami kecelakaan saat pra-musim 2010. Ia kemudian memilih untuk tidak mengikuti beberapa sesi tes di awal musim.

Pada balapan pertama di Qatar, Lorenzo mampu finish kedua di belakang Rossi, sekalipun kondisi tubuhnya sebenarnya tidak memungkinkannya untuk membalap.

Segera setelah Rossi dipastikan absen beberapa seri akibat cedera karena kecelakaan di Mugello, Yamaha kemudian membekali Lorenzo agar bisa menjadi penantang gelar juara dunia 2010. Setelah meraih empat kemenangan dari enam lomba awal, Lorenzo naik ke puncak klasemen dan ia memiliki selisih 47 angka atas saingannya di P2.

Jorge Lorenzo akhirnya mengunci gelar juara dunia MotoGP 2010 setelah finish ketiga di Sepang, Kuala Lumpur di belakang Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso. Ia menjadi orang Spanyol pertama sejak Alex Criville di 1999 yang mampu menjadi juara dunia MotoGP.

Rivalitas vs Rossi

Pada tahun 2015 Jorge Lorenzo kembali mengalami pertarungan sengit dengan rekan setimnya Valentino Rossi. Awal musim yang kurang mulus bagi Lorenzo, ia hanya finish ke-4 di Qatar dan Amerika Serikat, bahkan di Argentina Lorenzo hanya finish di posisi 5 yang membuat ia harus tertinggal 29 poin dari Rossi.

Di balapan berikutnya Lorenzo mulai bangkit dan ia berhasil meraih kemenangan beruntun di Circuito de Jerez, Le Mans, Sirkuit Mugello, dan Sirkuit Catalunya dan ia akhirnya memangkas jarak poin dengan hanya selisih 1 poin dari Rossi.

Pada balapan terakhir di Valencia menjadi tempat penentuan juara dunia Motogp 2015. Lorenzo start di posisi pertama sementara Rossi harus puas start di posisi akhir setelah ia mendapat penalti akibat sengaja menjatuhkan Marc Márquez pada balapan GP Sepang.

Lorenzo tak terkejar dari awal balapan membuat ia meraih kemenangan disana sekaligus di nyatakan sebagai juara dunia Motogp 2015.

Setelah melakukan penyelidikan, akhirnya pihak Dorna Sports mengumumkan bahwa tidak ada bukti kecurangan dari pihak manapun yang sengaja membantu Lorenzo meraih gelar juara dunia dan Lorenzo di anggap sah mendapatkan gelar juara Motogp 2015.

Berikut catatan Jorge Lorenzo di Moto GP:

  • Jorge Lorenzo pensiun dengan lima titel juara dunia dengan rincian, satu titel 125cc (moto3), satu titel 250cc (moto2), dan tiga gelar juara dunia MotoGP.
  • Selain lima gelar juara dunia, Lorenzo membukukan 68 kemenangan, 69 pole position, 125 podium, dan 37 balapan saat ia menorehkan waktu tercepat.
  • Sepanjang kariernya, Lorenzo pernah menggunakan nomor 48, 1, dan 99. Nomor 99 jadi nomor yang paling sering digunakan Lorenzo.
  • Lorenzo pernah menunggangi motor tiga pabrikan di kelas MotoGP, yaitu Yamaha, Ducati, dan Honda. Namun ia hanya mampu jadi juara dunia di Yamaha.
Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.