Pernah Jadi Tukang Pijat Prabowo, Edhy Prabowo Siap Tenggelamkan Kapal Ilegal

Satu wajah baru yang mengisi Kabinet Indonesia Maju adalah Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Edhy Prabowo yang ditunjuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan.

JEDA.ID— Satu wajah baru yang mengisi Kabinet Indonesia Maju adalah Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Edhy Prabowo. Ia ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan Susi Pudjiastuti.

Sebelum menjabat menteri, pada 2014-2019 Edhy bertugas menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR yang membidangi pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan, perikanan, dan pangan. Selain itu, sejak 2005 dirinya telah aktif berorganisasi di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan HKTI.

Edhy pun dikenal sebagai pengusaha, dia mendirikan perusahaan jasa keaamanan, PT Garuda Security Nusantara dan menjabat menjadi Presiden Direktur. Dia juga sempat menjadi Komisaris di PT Kiani Lestari Jakarta, perusahaan kertas milik Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto.

Atlet Pencak Silat


Edhy Prabowo awalnya
dikenal masyarakat sebagai atlet pencak silat nasional. Namanya moncer kala berjaya di event Pekan Olahraga Nasional (PON), dia juga pernah mengikuti kejuaraan tingkat mancanegara. Namun, Edhy menutup kariernya sebagai atlet, dia memilih memulai karier sebagai tentara dimulai pada 1991. Kala itu dia berhasil diterima menjadi anggota Akabri di Magelang, Jawa Tengah. Sayang kariernya jadi tentara juga sebentar, di militer dirinya hanya bertahan dua tahun.

Setelah itu ia merantau ke Jakarta dan diperkenalkan dengan Prabowo Subianto yang kala itu masih berpangkat Letkol dan menjabat Dangrup III TNI AD. Edhi dan Prabowo berkenalan di salah satu acara pesta di kawasan Pantai Ancol. Prabowo akhirnya menampung Edhy dan teman-temannya, khusus buat Eddy, dia dibiayai Prabowo mengenyam ilmu pendidikan Fakultas Ekonomi Universitas Moestopo.

Seiring waktu berjalan, Edhy akhirnya menjadi orang kepercayaan Prabowo. Dia menjadi orang yang mendampingi jenderal bintang tiga tersebut saat berdomisili di Jerman dan Yordania. Setelah Prabowo mendirikan Partai Gerindra, Edhy akhirnya memberanikan diri menjadi caleg di kampung halamannya yakni Dapil Sumatra Selatan II. Di tempat itu, Edhy harus bersaing dengan sejumlah politisi senior seperti Mustafa Kamal, Dodi Alex Nurdin, dan Nazarudin Kiemas. Edhy pun berhasil menjadi caleg kelima yang memperoleh suara terbanyak.

Edhy kemudian menjadi Anggota DPR-RI periode 2014-2019 dari Partai Gerindra untuk Dapil Sumatra Selatan I setelah memperoleh 75,186 suara. Edhy Prabowo dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan Nasional DPP Partai Gerindra .

Tukang Bawa Tas


Kedekatan Edhy Prabowo menjadi
pembicaraan tersendiri. Sebagai ajudan, Edhy dulu sering dikenal sebagai tukang bawa tas Prabowo Subianto. Hal itu terungkap lewat foto unggahan jejaring instagram kucing kesayangan Prabowo bernama @bobbythek4, Rabu (23/10/2019).

Tampak dalam foto lawas itu, sosok Eddy Prabowo semasa muda menenteng tas hitam, diduga milik Prabowo Subianto, pria yang berdiri di sampingnya. Senada dengan hal itu, @bobbythek4 mengatakan, pria 47 tahun tersebut adalah sosok teladan untuk orang di sekitarnya. Selain rendah hati dan berwawasa luas, Edhy juga setia menjadi pelayan rakyat.

Tak ayal posisi menteri layak didapatkan oleh seorang Edhy Prabowo karena jiwa ksatria yang dimiliki. “Meoww. Figur yang sangat rendah hati, setia, berani, berwawasan luas, pelayan rakyat, ayah dan suami teladan. Noble hooman Ksatria Edhy Prabowo adalah figur “abang” bagi banyak ksatria dan srikandi sejati di lingkungan my adopter,” tulis @bobbythek4 seperti dilansir suara.com, Kamis (24/10/2019).

“Noble hooman Edhy Prabowo adalah contoh, bahwa seorang rakyat biasa pun apabila meneladani perjuangan para pendiri bangsa sanggup bangkit menjadi patriot pemimpin bangsa,” imbuhnya. Sementara itu, asisten Prabowo Subianto yakni Dhani Wirianata mengungkap fakta lain tentang Edhy Prabowo.

Dalam sebuah postingan, ia mengunggah foto dirinya yang tengah berlari dengan Edhy Prabowo. Sementara dalam narasinya, Dhani menuliskan judul “Tukang Pijit Itu Namanya Edhy Prabowo“. Singkatnya, diceritakan bahwa selepas Prabowo Subianto pensiun dari dunia militer, ia terpaksa hidup tanpa pengawalan dan ajudan sehingga harus melakukan segala sesuatu sendirian.

Namun setelah itu, datang sosok Edhy Prabowo yang setiap mendampingi dan melayaninya mulai dari mencuci baju hingga menjadi tukang pijit. “Setelah beberapa waktu barulah ia didampingi oleh Saudara Edhy Prabowo, saya biasa memanggilnya Bang Edhy. Bang Edhy ikut mendampingi Bapak [Prabowo] selama hidup di Jordania, dari mulai cuci baju, menyiapkan makan sampai menjadi tukang pijit bapak ia lakukan,” tulis @dhaniwiranata, Minggu (20/10/2019).

Sekretaris pribadi sekaligus ajudan Prabowo itu juga disebut sebagai seorang penderma yang rela menyekolahkan anak-anak putus sekolah sampai bangku kuliah.

Sempat Diremehkan

Tapi perjalanan karier politik penuh tantangan. Edhy Prabowo sempat diremehkan saat menjabat sebagai Ketua DPR RI Fraksi Gerindra, karena terkenal sebagai tukang pijit Prabowo. Kendati begitu, Edhy tidak mempedulikannya dan justru merasa bangga.

“Saat ini Bang Edhy bertugas sebagai Ketua Fraksi DPR RI Fraksi Gerindra, banyak juga yang menentang posisinya kala itu ‘Siapa Edhy Prabowo? Dia hanya tukang pijitnya pak Prabowo‘. Mendengar cerita itu justru ia bangga dan gagah mengatakan “Iya saya memang tukang pijitnya Pak Prabowo”,” terang @dhaniwinata.

Kini setelah resmi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo berjanji melanjutkan sejumlah kebijakan yang dibuat Susi Pudjiastuti, salah satunya menenggelamkan kapal asing pencuri ikan.  “Kalau penenggelaman kapal itu suatu keharusan, kenapa saya harus takut? Kedaulatan kita segala-galanya. Apa benar ada kapal masuk kita biarkan? Kita ingatkan. Tenggelamkan saja, apa susahnya,” tegas Edhy di Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Rabu.

Kendati demikian, penenggelaman kapal harus dilakukan secara cermat, termasuk persoalan penggunaan cantrang dan lainnya yang dianggap merugikan nelayan. “Saya tidak akan gegabah mengambil keputusan karena saya akan tanya ke ahlinya,” imbuhnya.

Selama ini Eddy mengakui banyak kebijakan Susi yang memajukan sektor perikanan. Salah satunya dengan mendorong daya saing nelayan Indonesia.  Oleh karena itu, kebijakan-kebijakan yang baik sebelumnya akan tetap dipertahankan Eddy. Adapun yang kurang akan diperbaikinya.

“Terima kasih atas dedikasi Ibu. Bagi saya menteri KKP tetap ibu susi, saya adalah pengganti ibu,” tuturnya. Selain meneruskan sejumlah kebijakan Susi, Edhy berjanji tidak akan mengubah struktur kepegawaian di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Menurutnya, kinerja mulai dari eselon I hingga IV di KKP selama 5 tahun ini sudah sangat baik. Hal itu diketahuinya mengingat Edhy merupakan mitra kerja KKP saat menjabat Ketua Komisi IV DPR.  “Saya tidak akan melakukan perombakan-perombakan yang tidak perlu. Saya beri kesempatan 6 bulan,” sebutnya.

Bahkan, Edhy berjanji untuk segera mengisi sejumlah jabatan yang kosong agar tidak ada lagi yang merangkap jabatan. Edhy berharap agar tidak ada perlakuan berbeda ketika dia diterima di KKP sebagai menteri atau sebagai Ketua Komisi IV kemarin. “Jangan ada perlakuan yang luar biasa kepada saya. Saya hanya mendapat mandat lebih besar sebagai menteri,” uajrnya.

Dipuji Susi

Selama menjabat sebagai Menteri KKP, Susi banyak membuat terobosan, seperti penenggelaman kapal pencuri ikan dan pelarangan cantrang. Lalu, bagaimana tanggapan Susi terhadap penggantinya? “Pak Edhy sudah mengenal KKP dengan semua program dan perjuangannya,” kata Susi dalam akun media sosialnya, Rabu (23/10/2019) seperti dilansir Bisnis.com.

Selain mengucapkan selamat, Susi juga meyakini bahwa di bawah komando Edhy Prabowo, lautan dan perikanan Indonesia akan semakin berdaulat, berkelanjutan, dan berkesejahteraan. Sebelumnya pengamat perikanan Abdul Halim menyatakan bahwa Edhy Prabowo merupakan sosok yang dinilai akan cepat beradaptasi dalam menggantikan peran Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.

“Dengan pengalaman yang dimiliki Pak Edhy sebagai Ketua Komisi IV DPR RI periode 2014-2019 yang salah satunya membidangi urusan kelautan dan perikanan, beliau diharapkan tidak memerlukan waktu lama untuk beradaptasi dan berkoordinasi dengan internal kementeriannya (KKP),” kata Abdul Halim kepada Antara, Rabu.

Abdul Halim yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Pusat Kajian Maritim untuk Kemanusiaan itu menyatakan bahwa Edhy Prabowo dalam peran barunya harus fokus dalam sejumlah hal, antara lain memulihkan kepercayaan mesin birokrasi di internal KKP.

Hal tersebut, lanjut Abdul Halim, merupakan hal yang penting agar KKP dapat bekerja sebagai sistem yang solid dan terkoordinasi dengan baik guna menyelesaikan amanah UUD 1945 dan regulasi turunannya. Selain itu, katanya, Edhy Prabowo juga harus dapat memperkuat capaian Susi dalam konteks menghadirkan tata kelola kelautan dan perikanan yang berkelanjutan serta bertanggung jawab baik dari hulu hingga ke hilir dari sektor kelautan dan perikanan serta kemaritiman nasional.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.