Lora Fadil dan Potret Poligami di Indonesia

Laki-laki kawin yang poligami seperti Lora Fadil paling tinggi ada di Sumatra Selatan yaitu 2,1%.

JEDA.ID–Anggota DPR yang baru dilantik Ach. Fadil Muzakki Syah atau lebih dikenal dengan Lora Fadil menjadi buah bibir. Lora Fadil yang termasuk laki-laki poligami ini membawa tiga istrinya saat pelantikan sebagai anggota DPR periode 2019-2024.

Politikus Partai Nasdem ini melenggang ke Senayan setelah mengantongi 40.713 suara di daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur III. Dapil itu meliputi Kabupaten Situbondo, Banyuwangi, dan Bondowoso.

Lora Fadil bukan orang baru di dunia politik. Laki-laki kelahiran Jember, 21 Oktober 1979 ini pernah menjadi anggota DPR periode 2009-2014 dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dia juga pernah mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Situbondo berpasangan dengan Abdul Hamid Wahid.

Ayah Lora Fadil adalah kiai terkenal yaitu Kiai Muzakki yang mengasuh Pondok Pesantren Al Qodiri, Gebang, Patrang, Jember, Jawa Timur. Lora Fadil diketahui memiliki tiga istri.

Istri pertamanya adalah Siti Aminah yang dinikahinya pada 1998 atau saat Lora berusia sekitar 18 tahun. Lora Fadil kemudian melakukan poligami saat menikah dengan Yeni Kurnia.

Pernikahan itu diketahui dan atas resmi istri pertamanya dan pihak keluarga. Terakhir istri ketiganya adalah Novita Kusumaningrum.

Dia memastikan pernikahan dengan tiga istrinya sah secara hukum. Fadil ogah menikah sembunyi-sembunyi atau menikah siri. Lora Fadil berharap pernikahannya dengan tiga istri bisa menjadi contoh bagi mereka yang juga mau poligami.

”Kami selalu terbuka. Jadi kalau datang satu, ya datang semua. Open management. Saya menikah tidak sembunyi-sembunyi, saya menikah secara legal, sesuai hukum dan negara ketiga-tiganya. Sah semua, resmi,” kata Fadil, Rabu (2/10/2019), sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Di Berkas Caleg 1 Istri

Tiga istri Lora Fadil itu memang semuanya dibawa saat pelantikan menjadi anggota DPR. Namun, dalam berkas pencalonan menjadi anggota DPR, Lora Fadil hanya menyebutkan istri pertamanya Siti Aminah.

Dalam berkas informasi bakal calon anggota DPR 2019 atau formulir BB2 DPR Perbaikan yang dikutip dari laman jariungu.com, Lora Fadil yang beralamat di Gebang, Patrang, Jember ini menuliskan nama Istri Siti Aminah dengan jumlah anak 5 orang.

Di berkas dokumen itu, Lora Fadil juga menyebutkan sebagai Wakil Ketua DPP Pagar Nusa periode 2018-2023. Dia juga pernah menjadi Ketua Stikes Biati Al-Qodiri.

Lora Fadil tercatat memiliki harta Rp1,1 miliar. Dia memiliki 4 bidang tanah dan atau bangunan di Jember serta 7 unit kendaraan bermotor. Lora Fadil mengaku datang dengan membawa tiga istrinya untuk menunjukkan keluarga poligami yang hidup rukun.

”Beda dengan yang lain mungkin sembunyi-sembunyi. Saya kan ingin memberikan contoh bahwa nikah banyak itu bisa harmonis dan rukun. Jadi kalau bisa rukun dan bertanggung jawab, ya ngapain sembunyi-sembunyi,” lanjut Fadil.

Poligami

Ilustrasi suami istri

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dalam Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2017 mencatat kurang dari 1% pria kawin menyatakan memiliki lebih dari satu istri/pasangan atau disebut poligini.

”Tidak ada perbedaan yang berarti pada persentase pria kawin yang memiliki lebih dari satu istri menurut karakteristik latar belakang, kecuali diantara pria kawin umur 50-54 dan mereka yang berpendidikan kurang dari sekolah dasar. Proporsi pria yang memiliki lebih dari satu istri pada SDKI 2012 dan SDKI 2017 sama, yaitu kurang dari 1 persen,” tulis Kemenkes di SDKI.

Poligini Tertinggi di Sumsel

Dalam SDKI 2017, pria yang berstatus kawin dan melakukan poligami tertinggi di usia 50-54 tahun yaitu 1,3%. Sedangkan dilihat dari tingkat pendidikan, pria kawin yang melakukan poligami banyak di kelompok yang tidak sekolah dan tidak lulus SD yaitu 1% dan 1,1%. Sisanya di bawah 1%.

Dalam SDKI 2017 disebutkan laki-laki kawin yang poligami sekitar 0,4% daro total sampel yang diambil. Bila dlihat dari wilayah, poligami seperti yang dilakukan Lora Fadil paling tinggi berada di Sumatra Selatan.

Di provinsi itu, laki-laki kawin yang poligami seperti Lora Fadil sekitar 2,1%. Di bawahnya adalah Gorontalo dengan 2% dan Sulawesi Tenggara dengan 1,9%. Di Jawa Timur, tempat Lora Fadil berasal, laki-laki poligami hanya sekitar 0,1%.

Poligami seperti yang dilakukan Lora Fadil selama ini kerap menjadi pro-kontra. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang gagal meloloskan kader mereka ke DPR menjadi salah satu parpol yang terang-terangan menolak poligami.

Di laman PSI, mereka membuat unggahan ”Kenapa PSI Menolak Poligami?”. PSI mengaku memulai dari diri sendiri terkait pelarangan poligami bagi pengurus, calegm dan kader PSI.

”PSI ingin mendorong pelarangan poligami melalui revisi atas UU Perkawinan tahun 1974. Larangan ini diberlakukan khusus untuk pejabat publik di eksekutif, yudikatif, legislatif, dan aparatur sipil negara, karena pejabat publik bekerja, terikat kontrak dan digaji oleh negara yang keuangannya berasal dari pajak seluruh warga negara,” tulis mereka.

PSI menyebut dalam praktiknya, poligami menimbulkan ketidakadilan pada perempuan dan menjadi salah satu penyebab keluarga tidak harmonis.

Namun, Lora Fadil yang poligami dengan tiga istri yang tinggal serumah merasa rumah tangganya sama sekali tidak ada masalah. Bahkan, ketiga istrinya hidup rukun dan akur di satu rumah. ”Ya memang ketiga istri tidak ada masalah, akur-akur saja,” sebut dia.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.