Agnez Mo Sering Tampilkan Budaya Indonesia, Kalian Udah Pada Ngapain?

Meski banyak dihujat, di banyak kesempatan Agnez Mo berusaha menampilkan diri sebagai orang Indonesia.

JEDA.ID – Agnez Mo membuat pernyataan kontroversial lantaran mengaku tak memiliki darah Indonesia. Pernyataan tersebut dikatakan dalam wawancara bersama presenter Kevan Kenney dalam video Youtube Build Series NYC by Yahoo!

Pernyataan ini tentu menyulut reaksi dari netizen Indonesia. Salah satunya pegiat media sosial Permadi Arya atau yang biasa disapa Abu Janda menjadi yang paling awal menanggapi.

Dalam postingan melalui akun pribadinya @permadiaktivis mengatakan bahwa persoala darah Indonesia adalah konsensus bersama Sumpah Pemuda sebagai identitas bangsa.

Ia juga menyebut bahwa Agnez telah menghianati saudara-saudara sesama keturan Tionghoa lainnya yang setiap hari masih berjuang untuk diakui sebagai warga negara Indonesia.

Tanggapan Agnez Mo

Agnez Mo sangat kecewa wawancaranya di acara Build Series NYC by Yahoo! dipenggal seenaknya. Akibatnya, penyanyi 33 tahun itu mendapat hujatan se-Indonesia.

Padahal menurut Agnez Mo kalau saja video tersebut tak dipenggal seenaknya, pasti pesannya tidak demikian.

Karena dalam wawancara tersebut, Agnez Mo juga mengungkapkan kebanggaannya jadi orang Indonesia. Di situ, pelantun “Coke Bottle” itu menceritakan kalau di beberapa video klip lagunya, termasuk “Overdose” ia kerap menunjukkan budaya Indonesia seperti baju adat dan Tari Jaipong.

“Mengapa Anda tidak mengambil dan mengedit bagian video ini? Mala ada orang-orang yang hanya ingin menyebarkan kebencian dengan memutar kata-kata dan niat saya,” tulis Agnez Mo di bagian caption.

“Yang saya katakan adalah hal-hal yang baik, bahkan ketika saya seorang minoritas. Saya harus berbagi keberagaman luar biasa yang saya pelajari di negara saya,” sambung Agnes Monica.

Agnez Mo pun menegaskan bahwa, meski berdarah multi etnis, ia begitu mencintai Indonesia.

“Saya tidak bisa memilih darah saya atau DNA saya. Tapi saya selalu berdiri untuk negara saya, selalu memiliki, dan tidak ada yang bisa mengambilnya dari saya,” imbuhnya.

Agnez Mo pun berpesan kepada warganet agar tak percaya dengan video yang disajikan secara sepenggal. Ia pun mengucapkan terimakasih kepada para pendukungnya, dan memaafkan orang-orang yang telah menuduh buruk terhadapnya.

“Untuk orang-orang yang mendukung saya, saya mencita kalian. Untuk orang-orang yang salah paham dengan saya, saya menecintai kalian dan saya memaafkan kalian. Percayalah saya tidak memiliki sedikitpun dendam kepada kalian,” tutur Angez Mo.

Promosi Budaya

Ucapan Agnez Mo bukan isapan jempol belaka. Dalam banyak penampilan, artis yang namanya sempat melambung lewat sinetron Pernikahan Dini ini sering menyisipkan budaya Indonesia. Salah satunya yang ia pamerkan lewat postingan Instagram @agnezmo, Minggu (10/8/2019).

Dalam postingan itu, Agnez mo memperkenalkan berbagai budaya Tanah Air, antara lain, pakaian adat Provinsi Papua berupa rok rumbai dan asesorisnya, anyam rambut orang, dan beberapa pakaian adat lainnya.

Menurut penyanyi yang memulai karier dari usia 6 tahun ini, masyarakat Indonesia dengan pakaian adatnya terlihat sangat menakjubkan. “Kami beragam namun terlihat serupa, itu yang diajarkan budaya kami, Indonesia,” ujar Agnez.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

In.do.ne.sians. BHINNEKA TUNGGAL IKA . . #diamonds #weare #papua #indonesia #AGNEZMO #AgnezMoDIAMONDS

Sebuah kiriman dibagikan oleh AGNEZ MO (@agnezmo) pada

Agnez menambahkan, orang Papua dari dulu sudah mengenal gaya menganyam rambut. Tujuannya untuk memudahkan pekerjaan mereka, tetapi sekarang budaya anyam rambut disajikan dalam festival tahunan di Jayapura.

“Orang Papua menganyam rambut karena mereka terbiasa menganyam tas noken, alasan mereka praktis agar memudahkan pekerjaan mereka, hal ini menunjukan ada keragamaan dari tas noken hingga anyam rambut, ini yang diajarkan budaya kami, Bhineka Tunggal Ika,” kata Agnez.

“Saya selalu mencoba menanamkan budaya saya di pertunjukan musik saya, mulai dari mengenakan baju dodot di video musik Coke Bottle. Di sini kita beragam dan kita tidak punya pilihan lain selain merangkul perbedaan itu,” katanya, dilansir Liputan6.com, Senin (11/8/2019).

Sejak Awal

Di banyak kesempatan Agnez Mo berusaha menampilkan diri sebagai orang Indonesia. Seperti saat tamppil di American Music Awards 2010. Di ajang bergengsi itu Agnez menjadi salah satu pemandu acara.

Agnez mengenakan dress warna emas dengan bagian rok yang menonjolkan motif batik bergambar burung. Agnez tampak funky dengan rambut disasak ke atas.

Di Global Youth, Bali, 2012, Agnez juga menampilkan busana khas Indonesia, kebaya. Saat itu dia enjadi salah satu pembicara di acara yang dihadiri oleh sekitar 2.000 anak muda dari 126 negara anggota PBB seperti dikutip dari unfpa.org.

Di Gammy Week 2013 Agnez tampil mengenakan bralet manik-manik, celana high waist jeans detail ripped, dan rompi batik. Ia melengkapi penampilannya dengan sepatu boot.

Sayang penampilannya kali ini justru mendapat komentar negatif. Selain dikritik warganet karena terlalu vulgar, situs Buzz Feed menyebut Agnez dalam daftar selebriti berbusana terburuk di malam itu.

Agnez Mo menampilkan busana khas Indonesia di video klip Coke Bottle yang rilis 2014. Dalam video klip 4 menit dan 24 detik ini, Agnez beberapa kali muncul menggunakan dodot, baju adat Jawa dengan kain batik.

Penampilan kedua Agnez dengan busana khas Indonesia juga muncul di video klip As Long As I Get Paid. Angez Mo tampil elegan dalam dua busana batik dengan beberapa gaya.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

#AGNEZMO no caption needed. 😁 my colab with amazing peeps!!

Sebuah kiriman dibagikan oleh AGNEZ MO (@agnezmo) pada

Video Klip

Agnez Mo mengenakan atasan bermodel bustier, celana bahan renda, serta jubah batik. Setelan pakaian tersebut rupanya adalah hasil tangan dingin Anne Avantie. Perancang lokal yang telah lama dikenal akan desain kebayanya yang mewah.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

You ready? September 22, 2017 10 am PST; 12 pm EST. September 23, 2017 00:00 WIB #X #AGNEZMO #AGNEZxMO #officialVevo

Sebuah kiriman dibagikan oleh AGNEZ MO (@agnezmo) pada


Menurut Anne Avantie, setelan tersebut merupakan penyatuan antara pemikirannya dengan Agnes Monica. Ia pun menyadari dan kagum bahwa Agnes Monica sangat mencintai Indonesia dengan caranya sendiri.

Anne Avantie dan Agnes, sama-sama ingin agar dunia melihat Indonesia dari kacamata karya seni, yakni batik.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.