5 Alasan Kenapa Toyota Raize Cocok untuk Pasar Indonesia

Toyota Raize akan mengisi kekosongan segmen small-SUV di bawah CH-R.

JEDA.ID – Pabrikan otomotif asal Jepang Toyota segera meluncurkan model kendaraan SUV kompak Raize beberapa waktu mendatang di Jepang. Toyota Raize, yang entah masuk Indonesia atau tidak, berada di bawah crossover SUV CH-R yang kini memiliki varian mesin hybrid.

Dilansir CarsCoops, Rabu (30/10/2019), Raize diproyeksi menggantikan Toyota Rush. Meski begitu, Toyota Raize memiliki konstruksi yang berbeda dengan Rush apalagi versi Indonesia.

Dasar model ini sama dengan Daihatsu Rocky yang menggunakan desain dari Daihatsu New Global Architecture (DNGA). Sedangkan Raize memakai platform TNGA (Toyota New Global Architecture).

Kendaraan ini akan berada di bawah C-HR. Dimensinya yang berukuran panjang 157,3 inci (3995 mm), lebar 63,8 inci (1620 mm) dan tinggi 66,7 inci (1695 mm) dengan wheelbase yang membentang 99,4 inci (2525 mm).

Interiornya terbilang tak begitu mewah. Model setir palang tiga dengan aksen logam dan sistem infotainmen akan disempatkan. Kompartemen bagasi juga dikabarakn akan dapat menampung 13 kaki kubik (369 liter) kargo.

Meskipun ukurannya kecil, Raize dilaporkan akan dilengkapi dengan berbagai macam sistem bantuan pengemudi termasuk peringatan tabrakan ke depan, peringatan keberangkatan jalur, monitor blind spot dan teknologi pengenalan rambu lalu lintas.

Sistem-sistem itu akan menjadi standar dan opsi-opsi akan dilaporkan mencakup kontrol pelayaran adaptif, lane keep assist, peringatan lintas lalu lintas belakang dan kamera surround view.

Raize 2020 menggunakan mesin tiga silinder 1.0 liter turbocharged yang mampu bekerja sekitar 98 hp dan torsi 140 Nm. Ini kemungkinan akan dipasangkan dengan manual enam kecepatan dan transmisi variabel kontinu. All-wheel drive juga diharapkan tersedia.

Belum ada konfirmasi dari pihak Toyota apakah mobil ini akan masuk Indonesia atau tidak. Jika dilihat dari spesifikasi dan harganya, mobil ini bisa jadi cocok untuk pasar Indonesia.

Berikut 5 alasan kenapa Toyota Raize cocok untuk pasar Indonesia;

Mesin Kecil 1000 cc Irit BBM

Toyota Raize dibekali dengan mesin berkapasitas 1.000 cc, 4 silinder dengan perangkat turbocharger. Mesin ini mampu mengeluarkan tenaga hingga 98 hp dengan torsi maksimal yang dapat diraih mencapai 140 Nm. Mesin tersebut disalurkan ke roda depan menggunakan transmisi otomatis dengan CVT.

Klaim Toyota, Raize memiliki konsumsi bahan bakar mencapai 18,6 km/liter untuk versi penggerak 2 roda. Sedangkan untuk varian tertinggi dengan penggerak 4 roda, mencatatkan konsumsi bahan bakar mencapai 17,4 km/liter. Angka ini terbilang mencengangkan.

Dimensi Kecil

Secara dimensi mobil ini tak jauh beda dengan mobil-mobil kecil lain seperti si kembar Sigra-Calya atau Ayla-Agya. Razie memiliki panjang 3.995 mm, lebar 1.695 mm dengan tinggi 1.620 mm.

Bandingkan dengan Toyota Yaris yang memiliki panjang 4.145 mm, lebar 1.730 mm dan tinggi 1.500 mm. Raize jelas lebih mumpuni dalam menyusuri jalan-jalan sempit di Indonesia.

Harga Terjangkau

Menurut brosur yang sudah beredar terlebih dahulu, Toyota Raize ini diprediksi memiliki harga mulai dari Rp248 jutaan hingga Rp295 jutaan tipe tertinggi.

Sangat mungkin harganya lebih tinggi saat dijual di Indonesia. Karena skema pajak dan berbagai macam faktor, harga mobil ini barangkali ada di kisaran Rp300 jutaan untuk yang paling mahal.

Dengan harga sedemikian, Raize akan mengisi posisi antara Rush dan CH-R. Harganya tak terpaut jauh dari Yaris sehingga memungkinkan konsumen untuk memilih alterntif selain Yaris yang merupakan hatchback.

Fitur Banyak

Secara umum seluruh model Toyota Raize disebut sudah memiliki fitur kemanan berkendara berupa Lane Departure Warning, Auto High Beam, Corner Sensors, hingga Blind Spot Monitor. Teknologi lain yang diberikan adalah fungsi Brake Control with Erroneous Start Suppression Control.

Sementara teknologi untuk varian tertinggi dari Toyota Raize mendapat tambahan berupa Adaptive Cruise Control, Lane Keep Control, Panoramic Parking Assist, dan Panoramic Sunroof. Seperti dikutip dari laman Rushlane, terdapat pula fitur Adaptive Driving Beam serta tambahan Side View Lamp.

Biasanya tak semua fitur dimasukkan untuk versi Indonesia untuk penyesuaian harga. Namun, Raize tetap saja terbilang kaya fitur.

Nama Besar Toyota

Toyota menjadi pabrikan otomotif terlaris di Indonesia. Nama besarnya didukung dengan jaringan diler dan bengkel resmi yang luas. Hal ini semakin menancapkan Toyota sebagai salah satu yang paling unggul di kelas otomotif.

Hal ini terbukti dari data penjualan wholesales versi Gaikindo September 2019. Tiga mobil Toyota berada di posisis teratas mobil terlaris di Indonesia September 2019.

Avanza terjual sebanyak 9.476 unit. Sedangkan, dua mobil Toyota lainnya yakni Calya dan Rush berhasil menduduki peringkat dua dan tiga dengan penjualan 6.111 unit dan 5.737 unit.

Belum lagi Innova yang berada di peringkat lima dengan penjualan mencapai 4.660 unit.

Ditulis oleh : Jafar Sodiq Assegaf

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.