Weling Gigit Anak Balita hingga Koma, Begini Cara Membedakan Ular Berbisa dan Tidak

Di sekeliling kita banyak hewan ular berbisa yang mungkin munculnya tanpa diduga. Dengan bisanya, hewan ini bisa berbahaya atau mengancam nyawa.

JEDA.ID—Di sekeliling kita banyak hewan ular berbisa yang mungkin munculnya tanpa diduga. Dari beragam jenis ular yang ada di alam, memang ada yang tidak berbahaya dan ada yang memiliki racun atau bisa yang berbahaya. Seperti kejadian yang menimpa bocah perempuan berusia empat tahun asal Desa Pamengkang, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Bocah tersebut harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Daerah (RSD) Gunung Jati Kota Cirebon karena mengalami koma sejak Sabtu (8/2/2020) lalu hingga hari ini, setelah digigit ular berbisa. Dari hasil pemeriksaan tim medis yang dibantu salah seorang dokter WHO spesialis emergency, yang bertugas di Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Tri Maharani, bocah itu digigit jenis ular weling atau Bungarus candidus.

“Sudah teridentifikasi jenis ularnya, ular weling jenis yang baru. Memang hidupnya di wilayah Cirebon, Bungarus candidus Cirebon,” kata Wadir Pelayanan RSD Gunung Jati Kota Cirebon, Maria seperti dilansir detikcom, Rabu (12/2/2020).

Berbahaya

Kasus ular weling menyerang manusia bukan kali pertama ini terjadi. Dalam Bahasa Inggris, ular weling biasa disebut blue krait atau Malayan krait. Ular yang tak asing bagi sebagian warga perdesaan Indonesia ini ternyata masuk ranking 4 ular dengan bisa paling beracun di dunia.

Reptile Gardens mencatat, ular weling masuk ranking 4 bersama ular koral, ular boomslang dari Afrika, ular laut berparuh (beaked sea snake), ular derik Mojave, ular harimau, death adder, golden lancehead, dan ular derik Amerika Selatan. Ular paling berbisa di dunia adalah ular taipan

Ular weling diketahui berbeda dengan ular welang, meskipun masih satu familia. Ular welang diketahui memilki nama latin Bungarus fasciatus. Peringkat bisanya, ada satu tingkat di bawah ular weling.

Ular weling masih satu famili dengan keluarga kobra hingga ular laut, yakni famili Elapidae. Weling sering dikacaukan dengan welang karena penampilannya hampir mirip, namun ada bedanya. Weling meskipun bagian atas tubuhnya belang-belang namun perutnya putih, sedangkan welang berperut belang-belang seperti bagian atas tubuhnya.

Selain itu, ular weling merupakan jenis ular yang tidak agresif. Hal ini karena ular ini punya tingkat kepercayaan tinggi dengan dosis mematikan bisanya. Ular ini adalah jenis nokturnal dan biasanya hidup di habitat yang berair. Ular weling juga kerap memangsa ular lain sebagai makanannya. Ia juga mudah terusik jika tubuhnya dipegang secara langsung.

Cara Membedakan

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kita perlu mengetahui jenis-jenis ular dan cara mengetahui apakah ular tersebut berbahaya atau tidak. Dilansir dari wikihow, berikut ciri ular berbisa dan tidak berbisa dari fisiknya.

  1. Lihat bagian kepala

Sebagian besar ular berbisa memiliki kepala berbentuk segitiga, sementara yang tidak berbisa cenderung tidak.

  1. Perhatikan warna

Kebanyakan ular berbahaya biasanya memiliki warna terang dan menyolok. Sementara yang tidak berbisa pada umumnya memiliki sisik dengan pola sederhana.

  1. Perhatikan mata

Beberapa ular yang beracun biasanya memiliki mata lonjong dengan pupil elips. Sementara mata ular tidak berbisa bermata dan pupil bulat.

  1. Lihat lubang antara mata dan lubang hidung

Ular berbisa biasanya memiliki lubang sensitif dekat lubang hidung. Fungsinya untuk mencari mangsanya yang berdarah panas.

  1. Perhatikan ujung ekor

Kebanyakan ular berbisa memiliki satu baris sisik sementara pada ular tidak berbisa biasanya memiliki dua.

  1. Pergerakan dalam air

Hanya ular berbisa yang pada saat berenang terlihat seluruh badannya di atas air.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.