Tak Perlu Penglaris, Ini Cara Agar Dagangan Laris Manis

Banyak pelaku bisnis yang memikirkan berbagai metode agar barang yang dijualnya laku keras, bahkan ada sebagian mereka untuk menggunakan penglaris.

JEDA.ID –Banyak pelaku bisnis yang memikirkan berbagai metode agar barang dagangan yang dijual laris atau laku keras, bahkan ada sebagian mereka untuk menggunakan penglaris.

Berdagang memang merupakan salah satu aktivitas ekonomi yang begitu krusial sebagai penggerak roda perekonomian.

Banyak orang yang memilih jadi pedagang untuk mendapatkan penghasilan. Namun, sayang terkadang ada orang yang nekat melakukan cara-cara tak masuk akal agar dagangan mereka laris.

Baru-baru ini beredar video viral pedagang bakso cuanki tengah meludahi mangkok bakso yang akan disajikan kepada pembeli. Setelah diusut oleh Polsek Kembangan Jakarta Barat, pelaku mengaku hal itu dilakukan sebagai penglaris. Jelas saja hal ini memicu kemarahan publik.

Sebenarnya, masih banyak cara-cara lain yang lebih baik dan masuk akal yang bisa dilakukan agar usaha maju dan berkembang.

Untuk menghindari cara yang salah namun tetap bisa sukses berdagang, berikut ini ada beberapa tips agar dagangan Anda laris dilansir dari liputan6.com dan berbagai sumber.

6 Benda Ini Diyakini Bisa Membawa Keberuntungan, Apa Saja?

1. Spesifikasi Produk

Spesifikasi produk merupakan poin penting sebelum menjual barang. Spesifikasi berisi informasi detail mengenai aspek dan bahan dalam pembuatan produk.

Spesifikasi produk wajib disertakan pada kolom informasi produk. Tujuannya agar calon pembeli bisa membayangkan seperti apa produk yang akan dibelinya. Pembeli juga dapat mempertimbangkan antara harga, kualitas, kelebihan dan kelemahan dari setiap produk.

2. Prioritaskan Kualitas Dagangan Anda

Kualitas dagangan yang bagus akan memberikan Anda kepercayaan diri untuk menawarkannya kepada calon pembeli. Selain itu meningkatkan daya jual dan daya saing, sehingga Anda biasa menjualnya dengan harga diatas rata-rata.

Jikalau Anda menjual barang dengan harga yang sama dengan produk lainnya, dijamin penjualan Anda lebih cepat. Artinya Anda punya kesempatan menjual produk lebih banyak meski dengan keuntungan yang sama dengan pedagang lainnya.

3. Segmentasi Pasar

Keadaan ekonomi sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Konsumen yang berpenghasilan tinggi cenderung bersikap konsumtif dan tidak terlalu memedulikan harga barang. Asalkan barang tersebut berkualitas dan unik, harga bukanlah masalah.

Berbeda dengan konsumen yang berpenghasilan rendah, harga menjadi patokan saat memutuskan apakah melakukan pembelian atau tidak.

Selain keadaan ekonomi, faktor selera dan kebutuhan juga menjadi poin yang membedakan konsumen satu dan konsumen lainnya. Adanya segmentasi pasar akan membantu Anda untuk menargetkan kepada siapa produk tersebut harus dijual dan bagaimana cara agar informasi mengenai produk tersebut sampai ke konsumen.

4. Menentukan Target Pemasaran

Target pemasaran berkaitan dengan kepada siapa produk tersebut akan dijual. Sebelum menjual produk, ada baiknya jika pelaku bisnis mengamati budaya masyarakat saat membeli barang.

Hari Satelit Palapa Diperingati Setiap 9 Juli, Ini Sejarahnya

5. Tempat Pemasaran

Tempat pemasaran haruslah sesuai dengan target pemasaran. Menjual produk dengan menyewa toko memakan biaya yang lumayan besar. Otomatis modal yang dibutuhkan juga besar. Untuk menghemat pengeluaran, Anda bisa membuka bisnis toko berjalan yang metode pemasarannya menggunakan kendaraan, misalnya mobil atau gerobak.

6. Berinovasi dan Berkreasi

Anda harus selalu kreatif agar pelanggan tetap setia membeli produk Anda. Lakukanlah beberapa inovasi maupun kreasi yang tidak sama dengan para pesaing agar Anda memiliki ciri khas tersendiri di mata pelanggan.

7. Kerja Keras

Tidak ada yang memungkiri bahwa sebuah kesuksesan tidak luput dari kerja keras pelaku usaha tersebut. Jika Anda ingin dagangan Anda menjadi laku dan menguntungkan, Anda harus lebih bekerja keras dan berusaha semaksimal mugkin.

8. Promosi

Ada banyak media yang dapat digunakan sebagai wadah untuk promosi. Misalnya, koran, majalah, televisi, radio, dan sosial media. Media promosi melalui media elektronik dianggap sangat ampuh untuk menarik perhatian konsumen. Terutama saat ini, masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya di depan gadget untuk mengakses informasi dibandingkan mengamati langsung.

Adanya promosi juga membuat bisnis Anda terlihat lebih kompetitif. Usahakan untuk melakukan promosi yang menarik agar konsumen juga tertarik untuk melirik produk yang dijual.

9. Beri Perhatian dan Bonus pada Pembeli

Dalam berdagang, jika customer merasa puas, mereka akan menaruh kepercayaan besar pada Anda. Sehingga jika suatu saat Anda menaikkan harga, mereka tetap setia membeli produk atau memakai jasa Anda. Apalagi jika Anda mau memperhatikan mereka dan memberi bonus pembelian.

Akhir Pelarian Maria Pauline Lumowa, Buron Pembobol Duit BNI Rp1,7 Triliun

10. Berdagang dengan Jujur dan Amanah

Siapa bilang jujur itu hancur. Tidak! Jujur justru akan menjadi magnet kuat seorang pedagang bagi pembelinya. Berdagang dengan jujur bukan berarti Anda mengatakan semuanya kepada pembeli. Yang terpenting Anda tidak membohonginya, dan tidak mengelabuhinya.

11. Berdoa

Usaha riil dalam berdagang dengan teknik seperti diatas sangat penting untuk dilakukan. Namun, hal terakhir dan terpenting adalah melalui doa dan amalan. Karena Doa mampu mengubah takdir. Doa juga mampu mengetuk pintu langit dan melahirkan keajaiban.

Ditulis oleh : Kristina Wulandari

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.