Tak Hanya Agung Hercules, Ada Ribuan Penderita Kanker Otak di Indonesia

Selama 2009-2019 terdapat 2.522 pasien kanker otak di Indonesia. Jumlah penderita kanker otak di Indonesia tergolong kecil bila dibandingkan jenis kanker lainnya.

JEDA.ID–Selebritas Agung Hercules diketahui menderita kanker otak. Selama 10 tahun terakhir tercatat ada lebih dari 2.000 penderita kanker otak di Indonesia.

Kepastian Agung Hercules menderita kanker otak disampaikan istrinya Mira Rahayu dan sahabat Agung, Bedu.

“Sakit cancer di otak kiri. Glioblastoma stadium 4. Pertumbuhannya sangat cepat,” ujar Bedu saat dihubungi wartawan melalui Whatsapp, Minggu (16/6/2019), sebagaimana dikutip dari Liputan6.com.

Bedu meminta doa kepada masyarakat agar artis berusia 51 tahun itu diberi kesembuhan dan bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala.

Dalam foto yang diunggah sahabat Agung, Isa Bajaj, Agung Hercules terlihat lebih kurus. Tak hanya itu, rambut gondrong Agung juga kini menjadi botak.

Glioblastoma adalah sejenis kanker yang terbentuk dari sel berbentuk bintang di otak, yang disebut dengan astrosit. Kanker ini biasanya dimulai di serebrum, bagian otak terbesar pada orang dewasa.

agung hercules

Agung Hercules (Instagram)

Sekitar satu dari lima tumor yang dimulai di otak adalah glioblastoma. Laki-laki cenderung lebih banyak berpotensi menderita penyakit ini daripada perempuan. Kesempatan untuk mendapatkan kanker lebih besar seiring berjalannya usia.

Berdasarkan data inacare.org, selama 2009-2019 terdapat 2.522 pasien kanker otak di Indonesia. Jumlah penderita kanker otak di Indonesia tergolong kecil bila dibandingkan jenis kanker lainnya. Penderita kanker terbanyak adalah kanker payudara yaitu 19.736 orang, disusul kanker serviks 15.462 orang, dan kanker narsofaring 6.269 orang.

Sebagaimana dikutip dari laman Yayasan Kanker Indonesia, kanker otak masih menjadi perhatian dunia kerena berbagai kemajuan penelitian dan teknologi belum dapat memaksimalkan hasil pengobatan kanker otak.

Anak Rentan

Di Indonesia, kanker otak merupakan salah satu kanker terbanyak pada anak. Meskipun demikian, tumor ini dapat terjadi pada umur berapa pun. Berdasarkan penelitian, tumor otak sering terjadi pada anak-anak 3-12 tahun dan orang dewasa 40-70 tahun. Risiko kanker otak meningkat seiring dengan bertambahnya usia.

Penyebab kanker otak belum sepenuhnya dipahami. Beberapa ahli berpendapat bahwa orang dengan faktor risiko tertentu mempunyai kemungkinan lebih besar mengalami kanker otak.

Orang yang bekerja di kilang minyak, industri kimia atau karet mempunyai risiko lebih besar mengalami kanker otak. Faktor lain yang dikaitkan kanker otak adalah riwayat keluarga mengalami kanker otak, merokok, infeksi virus (HIV), dan paparan radiasi.

Gejala tumor otak sangat beragam, tergantung pada ukuran dan bagian otak yang terlibat. Tumor atau benjolan didalam tulang tengkorak ini bisa menyebabkan fungsi otak terganggu. Penekanan jaringan otak sekitar dapat menyebabkan sakit kepala hebat bahkan kejang-kejang.

Gejala lain yang mungkin terjadi adalah mudah lelah dan cenderung mengantuk, atau gangguan pada penglihatan, pendengaran, berbicara, melihat, dan koordinasi gerak. Peningkatan tekanan di dalam otak juga dapat meyebabkan penderita muntah-muntah. Selain itu, perubahan kepribadian yang tidak seperti karakter biasanya juga bisa disebabkan oleh kanker ini.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.