Remaja Pendiam Dipaksa Jadi Anak Gaul?

Remaja pendiam yang jarang bersosialisasi tidak perlu ditanya sampai mendetail mengenai jumlah temannya karena tidak ada hubungannya dengan kesuksesan.

JEDA.ID–Tiap orang, termasuk remaja, memiliki kepribadian yang beragam. Ada yang mudah bergaul dengan orang, ada pula yang suka sendirian. Ketika ada remaja pendiam lantaskah perlu dipaksa menjadi anak gaul seperti teman seusianya?

Masa remaja kerap disebut sebagai masa transisi. Kebanyakan remaja suka beraktivitas bersama dengan teman sebaya. Tetapi ada pula remaja yang lebih suka beraktivitas sendirian dan tidak terlalu suka dengan keramaian.

Bila berada di keramaian atau di tengah-tengah teman, remaja itu lebih suka memisahkan diri atau hanya menjadi pendengar.

Menurut psikolog dari Universitas Pancasila Jakarta, M. Ramadhana Reksoprodjo, remaja pendiam atau bisa disebut berkepribadian introvert. Remaja pendiam semacam itu mungkin agak sulit berkomunikasi dengan orang lain, namun bukan berarti mereka antisosial.

”Ia itu ingin bergaul dan berbicara dengan banyak orang namun dengar karakternya yang pendiam, agak sulit baginya untuk memulai pembicaraan,” kata dia sebagaimana dilansir dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud, beberapa waktu lalu.

Remaja Cedera: Iseng di Sekolah Sampai Tumbal Jalan Raya

Menurut Ramadhana, banyak faktor penyebab seorang menjadi introvert. Pola asuh orang tua juga memberi peran menjadikan remaja pendiam atau cenderung introvert.

Misalnya orang tua mengarahkan anak agar berteman sesuai dengan kehendak mereka. Kondisi itu akan membuat anak akan lebih berhati-hati cenderung memilih dalam berteman.

Bisa juga banyaknya larangan orang tua terhadap anak dalam bergaul akan membuat anak merasa takut dalam melakukan segala sesuatu, termasuk salah satunya bersosialisasi.

Bagaimana menghadapi remaja pendiam yang cenderung introvert ini bisa nyaman bergaul dan bersosialisasi dengan teman sebaya. Sebagaimana dilansir dari educenter.id ada banyak cara yang bisa dilakukan orang tua agar anak pendiam bisa bersosialisasi dengan baik.

Jangan Memaksa

Remaja introvert tidak perlu dipaksa langsung menjadi anak gaul yang ekstrovert. Jika ia merasa ragu mencoba hal baru atau beradaptasi dengan orang baru, beri kesempatan melakukannya dengan perlahan.

Jangan terlalu lunak, tapi hargailah kemampuannya. Jika remaja pendiam yang awalnya tidak mau bersosialisasi, namun mulai berani berkumpul dengan teman melakukan langkah bagus sehingga pujilah usahanya.

Ketika dia menikmati pergaulannya, berikan dukungan. Dengan begitu anak akan menyadari bahwa berusaha untuk lebih terbuka sama sekali bukan hal yang buruk.

Jangan Mudah Melabeli Anak

Ketika orang tua tahu anaknya merupakan remaja pendiam dan pemalu, jangan pernah memberikan label kepada anak seperti ”Si Pemalu”. Anak pasti tahu jika di dalam kehidupan sosial, julukan semacam itu adalah bentuk kritikan.

Saat Remaja Depresi, Para Orang Tua Mesti Waspada Hal-Hal Ini

Daripada memberikan label atau julukan semacam itu, orang tua bisa mengganti dengan kalimat, ”Sepertinya ia sedang butuh waktu untuk menyelesaikannya sendiri.”

Jangan Tanyakan Jumlah Teman

remaja pendiam

Ilustrasi remaja sendirian (Freepik)

Remaja pendiam yang jarang bersosialisasi tidak perlu ditanya sampai mendetail mengenai jumlah temannya. Orang tua juga tidak perlu terlalu cemas jika anak remajanya tidak memiliki banyak teman seperti remaja yang lain.

Jumlah teman tidak ada hubungannya dengan kesuksesan. Selama anak merasa nyaman dan positif hanya dengan sedikit teman, berikan dukungan.

Misalnya sang anak memiliki dua teman yang akrab itu lebih baik daripada banyak namun tidak memiliki komunikasi yang intensif dengannya.

Perhatikan Minat Anak

Remaja pendiam yang cenderung introvert biasanya mampu mengembangkan passion-nya dengan baik. Apalagi jika ia menghabiskan waktu untuk melakukan hal yang sama setiap hari.

Jika ia suka menghabiskan waktu melukis, menulis, ngotak-ngatik komputer, tidak ada salahnya orang tuanya membimbingnya dan biarkan bakatnya berkembang.

Berkomunikasi dengan Guru

Orang tua juga bisa berbicara dengan guru di sekolah mengenai kondisi anak. Orang tua bisa meminta bantuan kepada guru seperti membantunya bergaul dengan teman-teman yang lain atau mengajaknya untuk sering ikut tugas kelompok.

Orang tua harus menyadari anak usia remaja juga dalam kondisi psikologis yang labil sehingga harus bersabar. Orang tua tidak perlu langsung menghakimi ketika anak remaja termasuk pendiam.

Pengetahuan dan Mitos Seputar Seks di Kalangan Remaja

Hal yang penting adalah orang tua bisa menjadi pendengar yang baik bagi anak remaja mereka termasuk yang pendiam. Bisa saja orang tua mengajukan pertanyaan dan bantu mereka mengekspresikan perasaannya. Tanpa orang tua yang mendengarkan, mereka akan hanyut dalam pikirannya sendiri.

Jadi orang tua punya peran membantu sang anak remaja yang pendiam dan introvert, bukan mengubah anak itu menjadi anak gaul yang ekstrovert.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.