Pasang Surut Harta Ahok yang bakal Masuk BUMN

Dalam LHKPN yang disetorkan ke KPK pada 2016, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak punya harta berupa mobil, namun punya 18 ekor sapi.

JEDA.ID–Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan masuk ke BUMN. Lulusan jurusan geologi yang pernah menjadi bupati, anggota DPR, wakil gubernur, dan gubernur ini santer disebut akan menjadi bos Pertamina. Selama menjadi pejabat publik Ahok setidaknya sudah 7 kali melaporkan harta yang dimiliki ke KPK.

Ahok kali pertama melaporkan harta kekayaannya ke KPK pada 10 April 2005 saat menjadi Bupati Belitung Timur. Terakhir, dia melaporkan hartanya pada 21 September 2016 saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Sebagaimana dikutip dari laman KPK, Rabu (13/11/2019), harta Ahok mengalami pasang surut. Berikut detail harta Ahok sesuai laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) yang disetorkan ke KPK.

2005

Harta Ahok pada 2005 tercatat mencapai Rp8.327.278.368 dan US$4.173. Harta tersebut berupa tanah, bangunan, kendaraan, dan berbagai harta lainnya.

  • 6 Bidang tanah dan atau bangunan senilai Rp754.753.500
  • 3 Unit kendaraan yang totalnya Rp735 juta, di antaranya Nissan X Trail dan Mitsubishi Kuda.
  • Dua usaha pertambangan dan 1 usaha perkebunan Rp104 juta
  • Logam mulia dan harta bergerak lainnya Rp680 juta
  • Surat berharga dari tiga kali investasi senilai Rp5,03 miliar
  • Giro dan setara kas senilai Rp1.023.524.868 dan US$4.173

2006

Ahok kembali melaporkan harta ke KPK pada 11 Desember 2006 saat masih menjadi Bupati Belitung Timur. Bila dibandingkan dengan harta pada 2005, kekayaan Ahok turun menjadi Rp7.837.503.426 dan US$4.173

  • 6 Bidang tanah dan atau bangunan senilai Rp954.777.000
  • 3 Unit kendaraan yang totalnya Rp735 juta, di antaranya Nissan X Trail dan Mitsubishi Kuda.
  • Dua usaha pertambangan dan 1 usaha perkebunan Rp104 juta
  • Logam mulia dan harta bergerak lainnya Rp680 juta
  • Surat berharga dari tiga kali investasi senilai Rp5,03 miliar
  • Giro dan setara kas Rp333.726.426 dan US$4.173

2007

Pada 2007, Ahok berstatus menjadi mantan Bupati Belitung Timur setelah dia kalah dalam Pilgub Bangka Belitung. Kala itu, dia melaporkan hartanya ke KPK pada 30 November 2007.

Tercatat harta Ahok kembali turun menjadi Rp7.178.015.429 dan US$4.173.

  • 6 Bidang tanah dan atau bangunan senilai Rp954.777.000
  • 1 Unit mobil Nissan X Trail senilai Rp200 juta.
  • Dua usaha pertambangan dan 1 usaha perkebunan Rp104 juta
  • Logam mulia dan harta bergerak lainnya Rp680 juta
  • Surat berharga dari tiga kali investasi senilai Rp5,03 miliar
  • Giro dan setara kas Rp209.238.429 dan US$4.173

2009

Lewat Pemilu 2009, Ahok menjadi anggota DPR dari Partai Golkar. Pada 30 November 2009, dia melaporkan harta senilai Rp6.328.676.627 ke KPK.

  • 8 Bidang tanah dan atau bangunan senilai Rp2.563.328.346
  • 1 Unit mobil Nissan X Trail senilai Rp200 juta
  • Dua usaha pertambangan dan 1 usaha perkebunan Rp500 juta
  • Logam mulia dan harta bergerak lainnya Rp680 juta
  • Surat berharga dari tiga kali investasi senilai Rp2.595.000.000
  • Giro dan setara kas Rp307.047.881

2012

Pilgub DKI Jakarta 2012, Ahok berduet dengan Jokowi hingga akhirnya keduanya memimpin ibu kota. Saat awal menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok melaporkan hartanya mencapai Rp12.458.296.063 dan US$5.030.

  • 16 Bidang tanah dan atau bangunan senilai Rp9.213.076.000
  • Logam mulia dan harta bergerak lainnya Rp420 juta
  • Surat berharga dari tiga kali investasi senilai Rp2.595.000.000
  • Giro dan setara kas Rp163.211.742 dan US$5.030

2014

Jokowi yang terpilih menjadi Presiden dalam Pilpres 2014 menjadikan Ahok naik jadi Gubernur DKI Jakarta. Pada 21 November 2014, dia melaporkan hartanya yang naik hampir dua kali lipat dibandingkan 2012.

Total harta Ahok sesuai LHKPN pada 2014 mencapai Rp21.302.079.561 dan US$3.749.

  • 16 Bidang tanah dan atau bangunan senilai Rp15.050.480.000
  • Logam mulia dan harta bergerak lainnya Rp650 juta
  • Surat berharga dari tiga kali investasi senilai Rp2.595.000.000
  • Giro dan setara kas Rp2.939.591.240 dan US$3.749

2016

Ini menjadi LHKPN terakhir yang disetor Ahok sebelum dia kalah dalam PIlgub DKI Jakarta 2017. Pada 21 September 2016, Ahok melaporkan hartanya mencapai Rp25.655.887.496 dan US$7.228.

  • 16 Bidang tanah dan atau bangunan senilai Rp16.791.268.000
  • 18 Ekor sapi Rp270 juta
  • Logam mulia dan harta bergerak lainnya Rp650 juta
  • Surat berharga dari satu kali investasi senilai Rp2.380.000.000
  • Giro dan setara kas Rp5.178.465.375 dan US$3.749

Itulah pasang surut harta Ahok saat menjadi bupati sampai gubernur. Kita nantikan saja kiprah berikutnyra dari Ahok.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.