Mengintip Harta Kepala Suku Penyumbang Lahan Istana Presiden di Papua

Aspirasi membangun Istana Presiden di Papua tercetus pada September 2019. Kepala Suku Skouw Abisai Rollo menyumbang lahan 10 hektare untuk istana presiden.

JEDA.ID–Rencana pemerintah membangun Istana Presiden di Papua kian matang. Lokasi Istana Presiden akan berlokasi di Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

Salah satu tokoh yang punya peran dalam pembangunan Istana Presiden di Papua adalah Ondo Api (Kepala Suku) Skouw, Abisai Rollo. Dia adalah tokoh adat Port Numbay yang juga menjadi Ketua DPRD Kota Jayapura. Dalam Pilpres 2019 lalu, Abisai menjadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jayapura itu.

Abisai ikut menghadiri peresmian Jembatan Youtefa atau Jembatan Merah Putih yang dilakukan Presiden Jokowi di Jayapura, Senin (28/10/2019). Seusai peresmian, Abisai mengatakan pembangunan Istana Presiden akan dilakukan pada 2020.

”Istana Presiden itu saya memberikan tanah kepada negara seluas 10 hektare untuk dibangun Istana Presiden Republik Indonesia. Pesan pak Presiden Soekarno jangan bilang apa yang negara berikan kepada kita, tetapi apa yang saya berikan kepada negara,” kata dia sebagaimana dilansir dari Antara.

Setelah menandatangani prasasti jembatan, Presiden Jokowi menggunakan teropong untuk melihat dari lokasi pembangunan Istana Presiden yang berlokasi di Koya, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Abisai adalah salah satu tokoh Papua yang sempat memimpin rombongan tokoh-tokoh Papua bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan pada 10 September 2019 lalu.

Saat pertemuan itu, tokoh-tokoh Papua membacakan 10 poin aspirasi, salah satunya adalah pembangunan Istana Presiden di Papua. Jokowi kemudian menyanggupi aspirasi itu dan akan membangun istana kepresidenan mulai 2020.

Kala itu, Abisai menyatakan dirinya akan mengurus sertifikasi lahan 10 hektare yang disumbangkan itu. Lahan tersebut berstatus tanah adat. Lalu berapa kakayaan yang dimiliki Kepala Suku Skouw ini?

3 Tanah & Bangunan

Abisai Rollo

Abisai Rollo (Antara)

Berdasarkan LHKPN Abisai Rollo yang disetorkan ke KPK pada 29 April 2019, dia memiliki harta Rp19,29 miliar. Berikut perincian harta yang dimiliki Abisai Rollo seperti yang tertulis di LHKPN.

– Tanah dan bangunan seluas 169 m2/45 m2 di Jayapura senilai Rp930,65 juta

– Tanah dan bangunan seluas 3.000 m2/900 m2 di Jayapura senilai Rp15 miliar

– Tanah dan bangunan seluas 150 m2/80 m2 di Kota Manado senilai Rp1,5 miliar

– Mobil KIA Sportage Rp110 juta

– Mobil Toyota Alphard Rp800 juta

– Mobil Toyota Alphard Rp600 juta

– Harta bergerak lainnya Rp13,5 juta

– Kas dan setara kas Rp337.907.035

– Total Rp19.292.057.035

Bila dibandingkan dengan harta Abisai pada 2012 lalu, hartanya mengalami kenaikan. Pada 2012 lalu, Abisai melaporkan LHKPN dengan total harta Rp2,88 miliar. Abisai mengatakan Presiden menjanjikan pembangunan Istana Presiden di Papua akan rampung pada 2021.

“Itu janji Presiden setelah kita berjumpa di Istana Presiden pada September 2019 lalu, dan juga hari ini beliau datang dan sampaikan bahwa akan membangun Istana Presiden di Jayapura,” ujar dia.

Abisai menjelaskan Istana itu berada di perbukitan 320 meter di atas permukaan laut dengan menghadap laut bebas. Lokasi istana sekitar 35 km dari tapal batas Indonesia dan Papua Nugini. Istana Presiden di Papua itu juga akan berjarak sekitar 1 km dari Jembatan Youtefa.

Istana Presiden di Papua itu akan dibagi dalam 4 zona yaitu zona 1 Istana, zona 2 museum, zona 3 taman, dan zona 4 untuk zona publik yaitu sebagai tempat rekreasi. Selain 4 zona itu di depan istana akan dibangun sebuah tugu monas kecil.

“Kami berharap agar pemerintah segera membangun Istana itu agar menjadi kebanggaan bagi masyarakat Papua,” kata dia sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Ditulis oleh : Danang Nur Ihsan

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.