Ini Fakta Angpau dan Cara Kelola Angpau Untuk Investasi di Masa Pandemi

Namun, uang angpau tersebut harus dikelola dengan baik daripada habis tidak karuan.

JEDA.ID-Angpau merupakan salah satu tradisi yang bisa ditemukan dalam perayaan Imlek. Namun saat menerima angpau ini, sebaiknya kelola angpau dengan baik.

Ya, angpau kamu kelola agar tidak raib begitu saja. Jika angpau tidak dikelola dengan baik, bisa raib begitu saja. Nah bagaimana cara kelola angpau dan bagaimana faktanya, simak ulasannya di tips keuangan kali ini ya.

Dikutip dari Pegipegi, bagi sebagian besar warga China, angpau adalah salah satu tradisi yang nggak boleh dilewatkan. Pasalnya, angpau menjadi simbol kebahagiaan dan konon dipercaya dapat mendatangkan rezeki yang lebih banyak.

Baca Juga: Fitur Baru Zoom, Bisa Pakai Filter Efek dan Sticker Saat Rapat Virtual

Tapi, ada beberapa fakta terkait tradisi bagi-bagi angpau ini dikutip dari Bisnis.com, Kamis (11/2/2021), berikut ini:

1. Satu kata banyak arti

Angpau sendiri berasal dari istilah yang berkembang luas di komunitas Tionghoa, Ya Sui. Dalam definisinya, Ya Sui berarti hadiah yang ditujukan kepada anak-anak yang tengah tumbuh dewasa. Jadi nggak heran, angpau biasanya diberikan oleh anggota keluarga yang lebih tua kepada para anak.

Definisi lain dari angpau adalah uang sebagai bonus dari penjual kepada pembeli yang telah membeli produknya. Itu mengapa, jelang Imlek, banyak toko-toko yang memberikan potongan harga bahkan bonus berupa produk kepada pembelinya.

2. Dari jaman Dinasti Ming

Kalau ditilik ke dalam sejarahnya, tradisi angpau berasal dari Dinasti Ming dan Qing di China. Pada masa itu, para orang tua mengikat koin dengan benang merah yang dipercaya melindungi mereka dari penyakit dan kematian. Namun sejak bangsa China mengenal metode printing, koin tersebut dilapisi amplop merah.

Baca Juga: Ini Sejarah Perayaan Imlek Berikut Makna dan Mitosnya

3. Aturan Pemberian

Dalam tradisi, angpau enggak bisa sembarang diberikan. Karena dari awal ditujukan untuk memperlancar rezeki, angpau diberikan oleh para orang tua kepada anaknya. Namun, orang tua bisa saja mendapatkan angpau jika yang memberikan adalah sang anak yang sudah menikah. Selain itu, orang dewasa bisa menerima angpau asalkan ia belum menikah.

4. Tanpa angka 4

Selain soal target pemberian, nominal uang yang diselipkan ke dalam angpau juga ada aturannya, lho. Meski besaran Rupiah bebas ditentukan, tradisi Tiongkok melarang pemberian angpau dengan nominal yang mengandung angka empat. Jadi, besaran uang seperti Rp40.000 atau Rp4.000.000 dilarang karena mengandung kematian. Selain itu, nominalnya juga nggak boleh mengandung angka ganjil.

5. Warna merah

Banyak yang bertanya, kenapa angpau identik dengan warna merah? Kenapa nggak kuning? Well, masyarakat Tionghoa punya alasannya, lho. Warna merah sendiri melambangkan kebahagiaan dan kesejahteraan. Sehingga, enggak cuma angpau, saat Imlek tiba, seluruh hiasan dinding di rumah bahkan baju yang dikenakan pasti mengandung warna merah.

Amplop angpau biasanya berwarna merah (ilustrasi Freepik)

Amplop angpau biasanya berwarna merah (ilustrasi Freepik)

Namun, uang angpau tersebut harus dikelola dengan baik daripada habis tidak karuan. Johny Gunawan Wealth & Finance Coach dari Hartanah Group mengatakan kegembiraan mendapatkan angpau saat Imlek sebetulnya bisa menjadi kesempatan baik untuk belajar menginvestasikannya ke instrumen investasi yang tepat.

Jhonny mengatakan bahwa pada umumnya, pendapatan dibagi menjadi dua tipe, yaitu pendapatan yang rutin dan tidak rutin. Pendapatan rutin adalah pendapatan yang pasti diterima setiap bulannya dan umumnya berjumlah tetap, contohnya adalah gaji, hasil sewa dan lain-lain.

Adapun pendapatan tidak rutin adalah pendapatan yang diterima dalam periode tertentu dan umumnya jumlahnya tidak sama dan tidak tetap, contohnya bonus, pendapatan usaha, Tunjangan Hari Raya (THR) termasuk angpau.

Baca Juga: Begini Tradisi Valentine di 10 Negara

Menurutnya selama masa pandemi masyarakat kian menyadari pentingnya menyimpan uang untuk menghindari kondisi buruk.

“Investasi yang beragam seperti reksadana forex, emas, dan lainnya memastikan bahwa Anda memiliki banyak peluang untuk menghasilkan kekayaan yang tidak bergantung pada satu faktor, membuat Anda tetap fleksibel dan mudah beradaptasi secara finansial,” jelasnya.

Daripada angpau tahun ini habis untuk jajan lebih baik diinvestasikan. Berikut ini cara kelola angpau seperti dikutip dari Bisnis.com :

1. Menabung

Menabung itu perlu dibiasakan, baik untuk pendapatan rutin maupun non rutin dan manfaatnya akan dipetik di masa depan. Setelah uang angpau digunakan untuk kebutuhan dan ditabung, sisanya dapat diunakan untuk membeli barang yang diinginkan di luar kebutuhan sehari-hari. “Menabung rutin itu akan menjamin tersedianya dana kas yang akan membuat kamu tenang karena adanya bantalan jika keadaan semakin buruk. Bahkan jika tabungan kamu sudah cukup, kamu bisa memindahkannya ke produk investasi yang lebih besar nilai,” ujarnya.

2. Reksa Dana Pasar Uang

Reksa dana pasar uang, adalah reksa dana yang isinya deposito (term deposit), surat utang yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun dan setara kas. Reksa dana pasar uang ini untuk kebutuhan dana darurat, karena lebih aman dan reksa dana pasar uang ini bukan obyek pajak.

Baca Juga: 5 Penyakit Tingkatkan Risiko Reinfeksi Covid-19

3. Emas

Angpau kamu bisa juga ditaruh untuk membeli emas. Kenapa emas menarik? Sepanjang tahun 2019 sampai dengan tahun 2020, harga emas dalam satuan US$/gram dalam 5 tahun menunjukan pola yang cenderung naik. Grafik emas selama 5 tahun menunjukan polanya yang juga naik

“Namun perlu diketahui bahwa emas bukanlah produk investasi. Emas hanya sarana untuk menjaga inflasi. Emas dapat digunakan sebagai kebutuhan darurat ke depan jika ada keperluan mendadak. Kamu dapat menggadaikan atau menjual emas tersebut untuk memenuhi kebutuhan mendadak kamu,” terangnya.

4. Forex

Forex adalah sebuah transaksi pertukaran mata uang asing. Kamu bisa menghasilkan uang terlepas dari naik atau turunnya uang. Dan untuk melindungi modal, kamu dapat menggunakan strategi lindung nilai untuk melindungi modal kamu. Sehingga jika terjadi analisis yang salah, modal kamu tetap terlidungi dan tidak ada kerugian yang kamu alami.

 

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.