Data Akun Facebook Bisa Tersebar ke 5.000 Pengembang Jika 90 Hari Tidak Aktif

Pemilik akun facebook yang sudah 90 hari tidak aktif, waspada jika data akun Anda tersebar ke pihak ketiga.

JEDA.ID-Bagi Anda pemilik akun facebook yang sudah 90 hari tidak aktif, waspada jika data akun Anda tersebar ke pihak ketiga.

Hal itu menyusul pengakuan Facebook yang mengatakan ada “masalah” dengan sistem yang menyebabkan raksasa media sosial itu berbagi data pengguna dengan 5.000 pengembang setelah 90 hari akun tidak aktif.

Pada 2018, Facebook mengumumkan akan secara otomatis mencegah aplikasi pihak ketiga menggunakan Login Facebook untuk mendapatkan data pengguna jika pengguna tidak menggunakan aplikasi dalam 90 hari terakhir.

Namun, dikutip dari laman Gadgets 360, Minggu (5/7/2020), sekitar 5.000 pengembang terus menerima informasi meskipun pengguna tidak aktif selama 90 hari. Raksasa jejaring sosial itu mengatakan menemukan masalah baru-baru ini, dan telah memperbaikinya.

Facebook tidak menyebutkan berapa banyak pengguna yang terpengaruh akibat masalah ini.

Seperti Google, Facebook memungkinkan pengembang aplikasi untuk memudahkan pengguna mendaftar tanpa harus membuat akun baru yang berarti memberi pengembang akses ke sejumlah data dari Facebook.

Dalam postingan di Facebook, VP of Platform Partnerships at Facebook, Konstantinos Papamiltiadis, mengatakan bahwa,”Dalam beberapa kasus, aplikasi terus menerima data yang sebelumnya disetujui pengguna, meskipun tampaknya mereka tidak menggunakan aplikasi tersebut dalam 90 hari terakhir.”

Aturan pemutusan informasi dalam 90 hari diperkenalkan pada 2018 sebagai upaya untuk melindungi privasi dan data pengguna saat pengguna menggunakan Facebook untuk masuk ke aplikasi lain.

Dikutip dari bisnis.com, Senin (6/7/2020), Senin (6/7/2020), Papamiltiadis menyatakan bahwa Facebook memperkirakan sekitar 5.000 pengembang terus menerima informasi pengguna seperti pengaturan bahasa atau jenis kelamin pengguna setelah 90 hari tidak aktif.

“Kami belum melihat bukti bahwa masalah ini menghasilkan berbagi informasi yang tidak konsisten dengan izin yang diberikan orang ketika mereka masuk menggunakan Facebook,” ujar Papamiltiadis.

Papamiltiadis mengatakan bahwa masalah itu telah diperbaiki sehari setelah ditemukan, dan menambahkan bahwa Facebook akan terus menyelidiki dan “memprioritaskan transparansi setiap pembaruan besar.”

Facebook tidak menyebutkan apa saja informasi dan data pengguna yang diakses oleh para pengembang, namun mengatakan bahwa isu ini menyebabkan berbagi data tidak sah.

Virus Corona Menyebar Lewat Udara, WHO Didesak Ubah Rekomendasi

Facebook mengatakan hal ini “bisa terjadi ketika seseorang menggunakan aplikasi kebugaran untuk mengundang teman-teman mereka dari kota asal mereka ke tempat latihan, tetapi kami (Facebook) tidak menyadari bahwa beberapa teman mereka sudah tidak aktif selama beberapa bulan.”

Papamiltiadis mengatakan bahwa ketentuan platform dan kebijakan pengembang yang baru telah diperkenalkan, yang akan membatasi informasi yang dapat dibagi pengembang dengan pihak ketiga tanpa persetujuan eksplisit dari orang-orang.

Sementara itu diungkapkan oleh Privacy and Public Policy Manager Facebook APAC, Arianne Jimenez, bagi Facebook, privasi merupakan hal yang sangat penting.

“Keamanan dan pondasi privasi yang kuat merupakan dasar dari segala macam layanan yang kami berikan ke pengguna,” kata Jimenez di kantor Facebook Indonesia di Jakarta, belum lama ini.

Melihat pentingnya privasi dan keamanan data pengguna, Facebook pun mendesain ulang pengaturan privasi di platform menjadi lebih mudah ditemukan, transparan, dan memudahkan pengguna untuk mengaturnya.

Berani Mencoba Makanan Termahal Ini? Dompet Auto Tipis!

Jimenez mengatakan, pengaturan privasi paling sederhana, seperti mengatur dengan siapa pengguna berbagi unggahan di Facebook sangat berpengaruh bagi keamanan data pengguna.

Kemudahan tersebut, tidak ada artinya tanpa adanya kesadaran pengguna. “Kesadaran itu penting, meskipun pengaturan privasi dibuat seketat mungkin, kalau orang tidak tahu itu ada, akan sangat tidak berguna. Oleh karenanya, kami terus menggelar kampanye edukasi,” ujarnya.

Berikut adalah sejumlah tips dari Facebook agar pengguna tetap aman saat menggunakan media sosial seperti dikutip dari Liputan6.com, belum lama ini:

1. Lindungi Password

Jangan gunakan password Facebook kamu untuk akun media sosial lainnya, termasuk juga untuk password email.

Pengguna juga harus ingat untuk tidak pernah memmbagikan informasi mengenai password kepada siapa pun.

Facebook menyarankan agar password pengguna setidaknya harus terdiri dari 6 karakter dan sulit ditebak. Pengguna perlu menghindari penggunaan nama atau kata umum atau pun tanggal lahir.

Hindari membagikan password akun Facebook (Freepik)

Pengguna bisa menggunakan kombinasi angka, huruf, dan tanda baca untuk membuat password media sosial mereka lebih sulit ditebak.

2. Jangan Pernah Membagikan Informasi Login

Pelaku kejahatan di internet mungkin membuat website palsu yang mirip Facebook atau media sosial lainnya dan meminta pengguna untuk login menggunakan email dan password mereka.

Pastikan untuk selalu mengecek URL situs tersebut sebelum memasukkan informasi login pengguna ke tautan tersebut.

3. Logout Akun Jika Buka dari Komputer Umum

Pastikan pengguna media sosial selalu keluar dari akun media sosial mereka jika login dengan komputer di tempat umum. Misalnya komputer kantor, perpustakaan umum, ruang pers, kampus, atau pun Internet kafe.

Jika pengguna lupa melakukannya, di Facebook mereka bisa me-logout akunnya dari jarak jauh. Caranya dengan membuka “Pengaturan Keamanan”, klik pilihan “Di Mana Anda Masuk”.

Reksa Dana Turun Terus Akibat Corona, Perhatikan Tips Anti Rugi Ini

Selanjutnya pengguna Facebook bisa memilih untuk “Keluar” pada aktivitas login yang mencurigakan dari perangkat yang tidak dikenal.

4. Jangan Terima Permintaan Pertemanan dari Orang yang Tak Dikenal

Orang Indonesia memang senang berteman di media sosial. Namun kini mereka perlu berhati-hati, pasalnya teman yang dikenal dari media sosial belum tentu semuanya punya niat hanya untuk berteman.

Bisa jadi, pelaku kejahatan membuat akun palsu untuk bisa berteman dengan sasaran mereka di Facebook atau akun media sosial lainnya. Para penjahat siber ini bisa saja menyebarkan spam ke pengguna Facebook.

Oleh karenanya, jika pengguna mendapatkan permintaan pertemanan dari orang yang mencurigakan atau tak dikenal, jangan terima permintaan pertemanan tersebut.

5. Hati-Hati dengan Software Berbahaya

Pengguna media sosial perlu mempelajari tanda-tanda komputer atau perangkat yang sudah terinfeksi virus jahat dan bagaimana cara menghapus software tersebut.

Pastikan untuk selalu memperbarui browser secara berkala dan hapus aplikasi yang mencurigakan. Jika menggunakan browser, pastikan untuk menghapus add-on pada browser Anda.

6. Jangan Klik URL yang Mencurigakan

Pengguna media sosial perlu ingat untuk jangan pernah mengklik URL yang mencurigakan, meskipun URL itu datang dari teman yang dikenal.

Hal ini termasuk link Facebook (contohnya unggahan) atau dari email. Perlu diketahui, bahwa Facebook sendiri tidak pernah meminta password pengguna melalui email, sehingga jika pengguna melihat URL yang mencurigakan di Facebook, segeralah untuk melaporkan.

 

Ditulis oleh : Astrid Prihatini WD

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.