Cara Mengatasi Ketindihan Seperti yang Dialami Penyanyi Billie Eilish

Penyanyi berusia 18 tahun, Billie Eilish mengakui pernah mengalami sleep paralysis atau ketindihan dan mimpi mengerikan yang mengacaukan harinya.

JEDA.ID–Penyanyi berusia 18 tahun, Billie Eilish mengakui pernah mengalami sleep paralysis atau ketindihan dan mimpi mengerikan yang mengacaukan harinya.

Billie Eilish belum lama ini berhasil menyapu bersih piala kategori utama ajang Grammy Awards 2020. Dia membawa pulang piala untuk kategori bergengsi seperti Record of the Year, Album of the Year, Song of the Year, Best New Artist, serta kategori minor seperti Best Pop Vocal Album.

“Saya mendapatkan mimpi buruk. Sleep paralysis [ketindihan], seperti teror malam hari. Sepertinya sepanjang malam itu menakutkan dan kemudian saya bangun,” ujar Billie seperti dilansir metro.uk, Selasa (11/2/2020).

Dia mengatakan ‘menakutkan’ cara jatuh cinta dengan seseorang dapat mengubah cara Anda bertindak dan berpikir. Remaja itu selalu berterus terang tentang perjuangan pribadinya, dan baru-baru ini mengungkapkan bahwa dia mempertimbangkan untuk mengambil hidupnya sendiri sambil berjuang dengan depresi klinis.

Umum Terjadi

Sleep paralysis adalah salah satu jenis parasomnia, yaitu sekumpulan gangguan tidur yang menyebabkan suatu kejadian atau pengalaman yang tidak diinginkan yang terjadi saat kita baru tertidur, sudah terlelap, atau saat terbangun dari tidur. Perlu diketahui bahwa hal ini umum terjadi dan tidak terkait penyakit kejiwaan tertentu.

Banyaknya mitos mistis yang muncul seputar sleep paralysis karena fenomena ini membuat berhalusinasi melihat bayangan hitam di sekitar Anda, yang dianggap sebagai sosok makhluk halus. Padahal, sleep paralysis sebenarnya terjadi saat mekanisme otak dan tubuh menjadi tumpang tindih, tidak berjalan selaras saat tidur sehingga menyebabkan kita tersentak bangun. Saat Anda terbangun sebelum siklus REM usai, otak belum siap untuk mengirimkan sinyal bangun sehingga tubuh masih dikondisikan dalam setengah tidur setengah sadar. Maka dari itu, Anda akan merasakan tubuh kaku, sulit bernapas, tidak bisa berbicara, dan masih dalam pikiran yang mengawang saat ketindihan.

Faktor Supranatural?

Studi terbitan jurnal Clinical Psychological Science menyebutkansebutkan sensasi kewalahan dan panik dari rentetan pengalaman sensoris tersebut cenderung membuat seseorang merasa makin tertekan. Terlebih lagi ketika mereka sudah lebih dulu percaya bahwa fenomena sleep paralysis terjadi karena faktor supranatural.

Ini yang membuat pengalaman ketindihan saat tidur bagi sebagian orang menjadi suatu pengalaman yang mengerikan dan traumatis. Studi yang sama menyebutkan bahwa orang-orang yang cenderung berpikir logis malah tidak mengalami masalah atau trauma berarti setelah pulih dari kelumpuhan tidur.

Ketindihan bisa jadi faktor genetik. Nmmun terdapat sejumlah faktor lain yang mungkin terkait dengan fenomena ini, seperti waktu tidur yang berantakan, kebanyakan begadang, stress, posisi tidur telentang, gangguan bipolar atau gangguan tidur lainnya (narkolepsi atau kram kaki malam hari). Sleep paralysis juga bisa menjadi efek samping dari konsumsi obat tertentu, seperti obat ADHD atau penyalahgunaan narkotika.

Cara Mengatasi

Seperti dilansir hellosehat, jika Anda mengalami kelumpuhan tidur, hal yang dapat Anda lakukan adalah menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya keras-keras. Kemudian cobalah untuk memaksa bergerak, seperti menggerakkan ujung jari tangan/kaki sebagai bentuk perlawanan. Hal tersebut dilakukan untuk membantu Anda terjaga dan terlepas dari kelumpuhan tidur tersebut.

Sleep paralysis dapat membaik seiring berjalannya waktu. Anda tetap perlu melakukan upaya untuk mencegah terjadinya kelumpuhan tidur. Misalnya tidur cukup, ciptakan lingkungan tidur yang nyaman, hindari makan sebelum tidur.

Pola hidup sehat seperti tidak merokok atau minum alkohol, berolahraga secara teratur juga mengurangi risiko mengalami ketindihan. Selain itu, ada baiknya sebelum tidur cobalah untuk melakukan beberapa latihan pernapasan. Membaca sesuatu yang menyenangkan juga bisa menghilangkan kecemasan yang bisa menjadi faktor penyebab kelumpuhan tidur.

Ditulis oleh : Anik Sulistyawati

Menarik Juga

Sign up for the Newsletter

Join our newsletter and get updates in your inbox. We won’t spam you and we respect your privacy.